Agnez Mo Punya Memorabilia Permanen di Hard Rock Hollywood
Memorabilia Agnez Mo berupa dua wardrobe dari musik dan akting kini dipajang permanen di Hard Rock Hollywood, Los Angeles.
Pedro Acosta/Instagram
Harianjogja.com, JOGJA— KTM menolak usulan penerapan aturan satu motor dalam MotoGP yang sempat dibahas sebagai salah satu cara memangkas biaya operasional tim. CEO KTM Gottfried Neumeister menilai penghematan tidak seharusnya mengurangi kesempatan pembalap untuk kembali ke lintasan ketika motor mengalami kecelakaan atau masalah teknis.
Aturan satu motor yang dimaksud bukan berarti seorang pembalap hanya diperbolehkan memiliki satu motor selama satu akhir pekan balapan. Usulan tersebut berkaitan dengan pembatasan penggunaan motor cadangan pada sesi latihan.
Dalam skema tersebut, ketika motor utama mengalami kerusakan akibat kecelakaan atau persoalan teknis, pembalap tidak dapat langsung berpindah ke motor kedua. Pembalap harus menunggu motor yang digunakan sebelumnya selesai diperbaiki sebelum kembali menjalani sesi di lintasan.
Neumeister mengatakan dirinya memahami kebutuhan MotoGP untuk mengendalikan pengeluaran. Namun, menurut dia, pemangkasan biaya seharusnya diarahkan pada komponen yang tidak mengurangi aksi balap yang disaksikan penonton.
"Menurut saya, dalam hal ini saya bisa memahami posisi Liberty dan Dorna. Bukan hanya kami yang terus meminta lebih banyak uang. Sebagai pabrikan, kami juga harus ikut berkontribusi," ujar Neumeister dikutip dari Crash, Rabu (30/9/2026).
"Kami juga harus memastikan MotoGP tetap menjadi sebuah pertunjukan yang menarik. Itu bagian yang harus kami lakukan," katanya.
Menurut Neumeister, pembatasan pengeluaran tetap dapat diterapkan selama mekanismenya tidak secara langsung memengaruhi kesempatan pembalap untuk bertarung di lintasan. Ia bahkan mendukung penerapan cost cap atau batas anggaran dengan pendekatan seperti Formula 1.
"Kemudian soal cost cap, kalau kita tidak bisa mendapatkan lebih banyak uang, menurut saya pembatasan biaya adalah sesuatu yang sangat masuk akal," ujar Neumeister.
Usulan penggunaan satu motor sebelumnya muncul dalam pembahasan upaya menekan biaya di MotoGP. Namun, Neumeister secara terbuka menyatakan KTM menentang aturan tersebut karena dampaknya terhadap aktivitas pembalap dinilai terlalu besar.
"Saya sudah menyampaikan dengan jelas bahwa saya tidak menyukai aturan satu motor," katanya.
Neumeister menilai pembalap seharusnya tetap memiliki kebebasan untuk memacu motor hingga batas kemampuan. Jika terjadi kecelakaan, pembalap menurut dia harus dapat kembali ke pit dan segera menggunakan motor berikutnya.
"Menurut saya, pebalap harus diberi kebebasan untuk mendorong motornya sampai batas maksimal, lalu ketika mengalami kecelakaan, mereka bisa kembali ke pit dan langsung menggunakan motor berikutnya," kata dia.
Dalam pandangan Neumeister, situasi tersebut merupakan bagian dari karakter balap motor. Karena itu, ia tidak setuju jika penghematan biaya dilakukan dengan mengurangi akses pembalap terhadap motor pengganti setelah insiden di lintasan.
"Hal seperti itu adalah bagian dari MotoGP. Karena itu, saya benar-benar menentangnya. Memang kita bisa menghemat sejumlah biaya, tetapi menurut pemahaman saya tentang motorsport, langkah tersebut justru bertentangan dengan esensi balapan," katanya.
Pada praktik MotoGP saat ini, motor cadangan memiliki fungsi penting ketika motor yang digunakan pembalap mengalami kerusakan. Karena itu, pembatasan penggunaannya berpotensi membuat pembalap lebih lama berada di garasi ketika terjadi insiden dalam sesi.
Sebagai alternatif dari aturan satu motor, Neumeister mendukung gagasan cost cap. MotoGP memang tengah mengkaji kemungkinan penerapan sistem pembatasan anggaran untuk mengendalikan pengeluaran tim dan pabrikan.
Neumeister merujuk pada Formula 1 yang telah menerapkan sistem batas biaya. Ia mengakui mekanisme tersebut tidak selalu berarti setiap tim memiliki batas pengeluaran yang benar-benar identik, tetapi menurutnya sistem itu dapat memberikan dasar yang lebih terukur bagi persaingan.
"Saya rasa cost cap di Formula 1 juga tidak selalu benar-benar menjadi batas pengeluaran mutlak," katanya.
"Meski begitu, sistem tersebut setidaknya memberikan dasar bagi semua tim untuk bisa bersaing. Sekarang kita bahkan melihat tim-tim yang lebih kecil mampu berada di posisi depan," ujar Neumeister.
Dari sudut pandang Neumeister, pembatasan anggaran dapat menjadi cara mengendalikan biaya tanpa mengurangi aktivitas pembalap di lintasan. Karena itu, ia menyatakan dukungan terhadap gagasan tersebut untuk MotoGP.
"Saya pikir cost cap akan menjadi hal yang baik untuk MotoGP karena memberikan kesempatan yang lebih setara bagi semua pihak. Jadi, secara umum saya mendukungnya."
MotoGP juga sedang memasuki periode perubahan regulasi besar. Mulai 2027, kelas utama akan menggunakan mesin 850 cc dan bahan bakar 100 persen nonfosil. Perubahan tersebut menjadi bagian dari era baru MotoGP yang juga membawa sejumlah penyesuaian regulasi teknis.
Meski mendukung cost cap, Neumeister meminta pembahasan mengenai batas anggaran tidak dilakukan secara sepihak. Menurut dia, pabrikan, pengelola kejuaraan, dan pihak terkait perlu duduk bersama sebelum menentukan bentuk aturan yang akan diterapkan.
"Namun, menurut saya kita harus melakukannya dengan cara yang tepat. Bagi saya, semuanya harus melalui dialog. Bukan satu pihak yang datang lalu memaksakan sesuatu," ujarnya.
"Anda boleh memiliki pandangan yang berbeda, tetapi semua pihak perlu duduk bersama, saling mendengarkan terlebih dahulu, kemudian mencari solusi yang benar-benar terbaik untuk olahraga ini," katanya.
Neumeister juga memberi contoh penghematan yang menurutnya tidak harus mengubah jalannya balapan. Salah satunya adalah penggunaan pemasok yang sama untuk kebutuhan tertentu, sehingga biaya pengembangan dapat ditekan tanpa menghilangkan persaingan teknis yang terlihat oleh penonton.
Ia mencontohkan kebutuhan bahan bakar berkelanjutan untuk era MotoGP berikutnya. Menurut Neumeister, penggunaan satu pemasok bahan bakar dapat menjadi area yang dirampingkan karena pembalap dan penonton tetap dapat menikmati persaingan di lintasan.
Bagi KTM, persoalan efisiensi biaya tetap menjadi bagian dari pembahasan masa depan MotoGP. Namun, Neumeister ingin penghematan tersebut ditempatkan pada area yang tidak mengurangi kesempatan pembalap untuk kembali bertanding setelah mengalami insiden, sementara pembatasan anggaran menjadi salah satu opsi yang menurutnya dapat dibahas bersama seluruh pihak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Memorabilia Agnez Mo berupa dua wardrobe dari musik dan akting kini dipajang permanen di Hard Rock Hollywood, Los Angeles.
Riset McKinsey memproyeksikan 41 juta permintaan pekerjaan hingga 2035, meski otomatisasi dapat menekan 36 juta posisi di AS.
V BTS resmi menjadi Global Brand Ambassador Nothing. Ia membintangi kampanye Headphone (1) Pro yang hadir dengan triple-driver dan ANC.
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mempertahankan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) untuk simpanan rupiah dan valuta asing (valas) di perbankan
Sering cas motor listrik semalaman? Kenali pengaruhnya terhadap baterai, charger, sistem listrik, dan keamanan pengisian.
Spanyol menyepakati larangan penggusuran hingga 2030 setelah kasus Maricarmen Abascal memicu protes terkait krisis perumahan.