OpenAI Utamakan Keamanan di Tengah Risiko Pengembangan AI
OpenAI mengutamakan keamanan dalam pengembangan AI melalui pendekatan berlapis dan melibatkan masukan masyarakat dalam evaluasi.
Ilustrasi olahraga panjat tebing/Antara
Harianjogja.com, NAGOYA—Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) membidik hasil maksimal pada nomor speed setelah empat atlet Indonesia, masing-masing dua putra dan dua putri, memastikan tempat di babak final.
Ketua Umum FPTI Yenny Wahid mengatakan keberhasilan tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk mengejar medali. Dia berharap keempat atlet yang tampil di final mampu memberikan medali bagi Indonesia.
"Yang paling penting Indonesia pulang bawa medali. Syukur-syukur keempat-empatnya bawa pulang," kata Yenny di Portmesse Nagoya Exhibition Hall 1, Jepang, Rabu (30/9/2026).
Menurut Yenny, FPTI tidak mempermasalahkan atlet mana yang nantinya meraih medali. Hal terpenting adalah medali tersebut dapat dipersembahkan untuk Indonesia.
"Apakah itu Fredric, apakah itu Adit, tidak masalah. Yang paling penting Indonesia pulang bawa medali," kata dia.
FPTI Ingin Podium Speed Didominasi Indonesia
Yenny bahkan berharap seluruh atlet Indonesia yang tampil di final dapat menyumbangkan medali sehingga podium nomor speed dipenuhi wakil Indonesia.
"Syukur-syukur masing-masing dapat medali. Jadi podiumnya nanti Indonesia dari sana semua," kata dia.
Peluang tersebut terbuka setelah para atlet Indonesia menunjukkan performa solid pada babak kualifikasi. Selain meloloskan empat atlet ke final, sejumlah wakil Indonesia juga mencatatkan waktu yang sangat baik.
Yenny menyebut terdapat atlet yang belum masuk kategori senior tetapi sudah mampu memecahkan rekor Asian Games.
"Catatan waktunya luar biasa sekali. Bahkan ada atlet-atlet yang mungkin kategorinya belum senior, sudah memecahkan rekor Asian Games," kata Yenny.
Persaingan Ketat, Atlet Diminta Tetap Tenang
Meski memiliki peluang besar, Yenny mengingatkan para atlet agar tetap fokus dan tidak terbebani target medali. Menurut dia, persaingan nomor speed sangat ketat karena banyak atlet papan atas dunia berasal dari Asia.
"Rasanya ini sudah seperti Olimpiade. Pasti tekanannya secara mental untuk atlet-atlet kita juga sangat tinggi sekali," ujarnya.
Faktor ketenangan, lanjut Yenny, akan sangat menentukan hasil pertandingan. Kesalahan pada awal lomba dapat langsung menghilangkan peluang atlet untuk melaju.
"Kita berkali-kali mengingatkan, tenang saja, karena kalau mereka sampai gugup, bisa-bisa jadi false start. Malah gagal," katanya.
Meski demikian, Yenny optimistis dengan kekuatan Indonesia yang memiliki kombinasi atlet senior dan junior. Regenerasi atlet disebut menjadi salah satu modal penting untuk menjaga prestasi panjat tebing nasional.
"Selain atlet-atlet senior, atlet-atlet juniornya, atlet-atlet barunya, juga menunjukkan kemampuan yang tidak kalah," ujar Yenny.
Aditya Pecahkan Rekor Asian Games
Empat atlet Indonesia yang melaju ke putaran final adalah Aditya Tri Syahria, Veddriq Leonardo, Desak Made Rita Kusuma Dewi, dan Berthdigna Devi Surya Kusuma.
Pada babak kualifikasi putra yang berlangsung Rabu (30/9/2026), Aditya tampil sebagai peringkat pertama. Dia sekaligus memecahkan rekor Asian Games dengan catatan waktu 4,62 detik.
Sementara itu, Veddriq Leonardo menduduki peringkat kelima dengan catatan waktu 4,78 detik.
Rekor Asian Games sebelumnya di Guangzhou, China, dipegang oleh Veddriq dengan catatan waktu 4,95 detik.
Keberhasilan Aditya memperbarui rekor tersebut menjadi salah satu catatan penting dari babak kualifikasi nomor speed putra.
Dua Atlet Putri Sudah Lolos Sehari Sebelumnya
Sementara itu, dua wakil Indonesia dari nomor speed putri telah memastikan tiket final pada babak kualifikasi yang berlangsung sehari sebelumnya, Selasa (29/9/2026).
Desak Made Rita Kusuma Dewi menduduki peringkat ketiga dengan catatan waktu terbaik 6,29 detik. Catatan tersebut merupakan waktu terbaiknya dari empat kali pemanjatan di empat jalur.
Adapun Berthdigna Devi Surya Kusuma menempati peringkat kelima dengan catatan waktu terbaik 6,49 detik.
Yenny menyebut Fredric Leonardo yang merupakan peraih medali emas Olimpiade sebagai salah satu atlet yang diharapkan kembali memberikan kontribusi bagi Indonesia. Namun, dia menegaskan seluruh atlet yang lolos final memiliki peluang untuk memberikan hasil terbaik.
"Kita berharap bahwa nanti malam, untuk final speed putri, kita bisa mendapatkan medali," kata Yenny.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
OpenAI mengutamakan keamanan dalam pengembangan AI melalui pendekatan berlapis dan melibatkan masukan masyarakat dalam evaluasi.
Nakhoda KM Virgo Transport 8 berinisial AY ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan terkait tenggelamnya kapal di perairan Laut Jawa.
Nanang Hendarno resmi menjadi Dirut Telkom menggantikan Dian Siswarini. Simak profil dan susunan terbaru Direksi serta Komisaris Telkom.
Jadwal KRL Jogja-Solo 1 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan dari Jogja ke Palur. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Antrean Ketapang-Gilimanuk mencapai 17 km. ASDP mengoperasikan 26 kapal, tetapi kapasitas dermaga masih menjadi kendala.
Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat menyebut 138 orang jadi tersangka karhutla dan 68 perusahaan telah disegel.