Askab PSSI Sleman Buka Jalur Pemain Muda ke Eropa

Yosef Leon
Yosef Leon Rabu, 30 September 2026 21:07 WIB
Askab PSSI Sleman Buka Jalur Pemain Muda ke Eropa

Sejumlah atlet dari SSB di Sleman saat mengikuti Global Pathway Program yang digagas Askab PSSI Sleman bekerja sama dengan PSS Sleman dan Carrick Rangers FC di Stadion Maguwoharjo, Rabu (30/9/2026). Dokumentasi Istimewa

Harianjogja.com, SLEMAN—Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Sleman menggandeng PSS Sleman dan klub asal Irlandia Utara, Carrick Rangers FC, dalam program Global Pathway. Program tersebut membuka peluang bagi pesepak bola muda Bumi Sembada untuk mendapatkan pembinaan dan pengalaman di level internasional, termasuk akses menuju sepak bola Eropa.

Ketua Askab PSSI Sleman Deny Ardianta mengatakan kerja sama lintas benua tersebut tidak hanya menyasar pemain. Program ini juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelatih sekaligus memperkuat pembinaan talenta muda di Sleman.

Menurut Deny, kehadiran Carrick Rangers FC menjadi jembatan bagi pemain muda Sleman yang memiliki cita-cita berkarier di luar negeri. Pemain berbakat akan disaring untuk mendapatkan kesempatan mengembangkan kemampuan di tingkat internasional.

“Lewat program ini, anak-anak yang berbakat akan tersaring dan punya kesempatan mengembangkan potensinya di tingkat internasional, khususnya Eropa,” ujar Deny, Rabu (30/9/2026).

Libatkan 20 SSB dan Pesepak Bola Putri

Rangkaian kegiatan Global Pathway berlangsung sejak Selasa (29/9) hingga Rabu malam. Sekitar 20 Sekolah Sepak Bola (SSB) di bawah naungan Askab PSSI Sleman ikut terlibat dalam program tersebut.

Pembinaan juga mencakup sepak bola putri. Sebanyak 26 atlet hasil seleksi Porda Sleman dilibatkan dalam rangkaian kegiatan.

Para peserta mendapatkan kesempatan mengikuti latihan bersama dan coaching clinic. Tim Carrick Rangers FC juga melakukan pemantauan terhadap potensi para pemain yang mengikuti program.

Carrick Rangers Siapkan Jalur ke Irlandia

Chairman Carrick Rangers FC Peter Clarke mengatakan ekspansi akademi global ke Indonesia didorong oleh besarnya potensi dan gairah masyarakat terhadap sepak bola nasional.

Menurut dia, Sleman memiliki ekosistem pembinaan yang potensial untuk dikembangkan. Karena itu, kerja sama tidak hanya diarahkan pada pencarian pemain, tetapi juga peningkatan kapasitas pelatih lokal.

“Rencana kami adalah membawa pelatih ke sini untuk meningkatkan kualitas pelatih lokal, sekaligus membangun pathway agar anak-anak laki-laki dan perempuan dari Indonesia bisa berlatih di Irlandia hingga berkembang menjadi pemain profesional full-time,” katanya.

Peter menegaskan kemampuan teknis bukan satu-satunya modal yang dibutuhkan pemain untuk menembus akademi Carrick Rangers. Pemain juga harus memiliki mentalitas, karakter yang kuat, fokus, serta kemauan untuk bekerja keras.

Dalam tahun pertama, Carrick Rangers menargetkan menjaring sekitar 20-30 pemain potensial. Target tersebut menjadi bagian dari strategi pengembangan program selama lima tahun.

Kerja sama ini juga membuka peluang pertukaran pemain senior antara Carrick Rangers FC dan PSS Sleman. Dengan demikian, hubungan kedua klub tidak hanya berfokus pada pembinaan pemain usia muda.

Peter mengatakan pembahasan mengenai kemitraan jangka panjang akan dilakukan dalam satu hingga tiga bulan mendatang. Kerja sama tersebut ditargetkan tidak berhenti setelah satu tahun, tetapi berlanjut dalam jangka panjang melalui pertukaran ilmu dan pengalaman dalam pembinaan sepak bola.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online