Miras Ditemukan di Lapas Cibinong, 10 Bangunan Bantaran Ciliwung Dibongkar
Komisi XIII DPR menemukan miras di salah satu bangunan Lapas Cibinong. Sebanyak 10 bangunan di bantaran Ciliwung dibongkar.
Pebalap Motogp Marc Marquez (kiri). /Instagram.
Harianjogja.com, LOMBOK—Marc Marquez menghadapi tantangan tersendiri saat kembali tampil di Grand Prix Indonesia. Setelah menjadi juara dunia pada musim 2025, pembalap bernomor 93 tersebut justru mengalami nasib buruk di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Pada musim 2025, Marc Marquez yang berstatus sebagai juara dunia tampil di GP Indonesia pada Minggu (07/10/2025). Sepekan sebelumnya, pembalap asal Spanyol itu baru saja merayakan gelar juara dunia di Sirkuit Motegi, Jepang.
Namun, performanya di Mandalika justru berakhir buruk. Marc Marquez bahkan tidak mampu menyelesaikan balapan setelah mengalami insiden pada lap pertama.
Marc Marquez DNF dan Cedera
Insiden tersebut terjadi ketika Marc Marquez sedang memburu posisi terdepan. Ia bersinggungan dengan pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, di Tikungan 7.
Benturan itu membuat kedua pembalap gagal menyelesaikan balapan atau did not finish (DNF). Bagi Marquez, insiden tersebut menjadi lebih buruk karena ia mengalami retak tulang selangka dan cedera bahu kanan.
Cedera tersebut membuat Marc Marquez dipastikan absen hingga akhir musim.
Sementara itu, Bezzecchi juga mendapat cemoohan dari sebagian pendukung Marc Marquez. Ia dianggap kurang berhati-hati ketika melakukan manuver dalam balapan tersebut.
Meski gelar juara dunia sudah berada di tangan pembalap bernomor 93 itu, hasil di Mandalika membuat langkah Marc Marquez untuk beradaptasi dengan pengembangan Desmosedici yang dipersiapkan menghadapi musim 2026 tidak berjalan mulus.
Kejatuhan pada lap pertama tersebut kemudian memunculkan istilah "Marc Marquez Curse" di media sosial. Istilah itu merujuk pada anggapan bahwa Marc Marquez selalu mendapatkan nasib buruk ketika tampil di Sirkuit Mandalika.
Empat Musim Marc Marquez Selalu DNF di Mandalika
Sejak Sirkuit Mandalika masuk kalender MotoGP pada musim 2022, Marc Marquez memang belum pernah menyelesaikan balapan utama di lintasan tersebut.
Pada musim 2022, ketika masih memperkuat Repsol Honda, Marc Marquez baru menjalani sesi pemanasan sebelum mengalami crash. Insiden itu membuatnya mundur dari balapan.
Semusim kemudian, Marc Marquez kembali gagal menyelesaikan rangkaian balapan. Ia terjatuh pada sesi sprint race ketika memasuki putaran awal.
Pada balapan utama musim 2023, Marc kembali terjatuh. Ia bahkan sudah menjalani setengah balapan sebelum akhirnya gagal finis.
Memasuki musim 2024, Marc Marquez yang bergabung dengan Gresini Racing kembali mencoba peruntungannya di Mandalika. Ia mampu mengamankan podium ketiga dalam sprint race setelah memulai balapan dari posisi ke-12.
Namun, hasil positif tersebut tidak berlanjut pada balapan utama. Marc Marquez harus terhenti pada lap ke-12 setelah Ducati Desmosedici GP23 mengeluarkan kepulan asap hingga bagian mesinnya terbakar.
Ia pun kembali mencatatkan DNF.
Pada musim 2026, Marc Marquez yang memburu gelar juara dunia kedelapan kembali dihadapkan pada tantangan untuk melawan apa yang disebut sebagai "Marc Marquez Curse" di Mandalika.
GP Indonesia 2026 Jadi Seri Krusial
Grand Prix Indonesia yang berlangsung pada 9-11 Oktober mendatang juga menjadi salah satu seri penting dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP musim 2026.
GP Indonesia menyajikan sprint race dan balapan utama. Dalam satu akhir pekan, pemenang dapat mengumpulkan total 37 poin, dengan 12 poin berasal dari kemenangan sprint race dan 25 poin dari balapan utama.
Karakter Sirkuit Mandalika membuat balapan di lintasan tersebut tidak mudah ditaklukkan, bukan hanya bagi Marc Marquez, tetapi juga pembalap lainnya.
Lintasan sepanjang 4.300 km itu memiliki karakter teknis dengan garis lintasan balap tunggal. Kondisi semakin menantang karena adanya tiupan angin pantai yang kencang.
Statistik kemenangan di GP Indonesia juga menunjukkan tidak ada pembalap yang mampu mendominasi sejak Mandalika masuk kalender MotoGP.
Pada 2022, Miguel Oliveira dari Red Bull KTM Factory menjadi pemenang. Setahun kemudian, Francesco Bagnaia dari Ducati Lenovo meraih kemenangan.
Jorge Martin dari Prima Pramac menjadi pemenang pada 2024, sedangkan pada musim terakhir Fermin Aldeguer dari Gresini Racing keluar sebagai pemenang.
Catatan tersebut menunjukkan GP Indonesia selalu menghadirkan pemenang yang berbeda dari musim ke musim.
Mandalika Punya Tingkat Kecelakaan Tinggi
Tantangan di Mandalika juga tercermin dari angka kecelakaan. Pada musim 2025, Sirkuit Mandalika menempati peringkat ketiga sebagai sirkuit dengan angka kecelakaan tertinggi di ajang MotoGP dengan 59 insiden.
Angka tersebut hanya berada di bawah Sirkuit Le Mans di Prancis yang mencatat 70 insiden dan TT Assen di Belanda dengan 64 insiden.
Sejumlah tikungan di Mandalika juga dikenal membutuhkan konsentrasi tinggi dari pembalap. Tikungan 5 dan Tikungan 10 sering menjadi lokasi pembalap kehilangan kendali akibat hard braking atau hilangnya traksi depan.
Sementara itu, Tikungan 15 dan 16 menuntut ketepatan pengereman. Kesalahan sedikit saja dapat membuat pembalap mengalami locked atau justru melebar.
Persaingan Martin, Marquez, dan Bezzecchi
Berbagai faktor tersebut membuat GP Indonesia menjadi seri penting bagi para pembalap yang tengah bersaing dalam perebutan gelar juara dunia, termasuk Jorge Martin dari Aprilia Racing, Marc Marquez, dan Marco Bezzecchi dari Aprilia Racing.
Saat ini, Martinator, julukan Jorge Martin, memimpin klasemen sementara dengan koleksi 306 poin. Marc Marquez berada di posisi kedua dengan selisih 12 poin.
Sementara itu, The Bezz, julukan Marco Bezzecchi, berada di posisi ketiga dengan selisih 42 poin.
Masih terdapat tujuh seri, termasuk GP Indonesia, yang akan dilakoni ketiga pembalap tersebut. Mereka masih memiliki kesempatan untuk mendulang poin sebanyak mungkin hingga akhir musim.
Bos Ducati Lenovo Stefanno Domenicali sebelumnya menyebut persaingan gelar juara dunia MotoGP musim ini tidak hanya ditentukan oleh jumlah kemenangan dalam Grand Prix. Menurutnya, konsistensi pembalap hingga akhir musim juga menjadi faktor penting.
Dengan karakter Sirkuit Mandalika yang penuh tantangan, GP Indonesia menjadi seri yang akan menguji konsistensi Jorge Martin, Marc Marquez, dan Marco Bezzecchi dalam persaingan menuju gelar juara dunia MotoGP 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Komisi XIII DPR menemukan miras di salah satu bangunan Lapas Cibinong. Sebanyak 10 bangunan di bantaran Ciliwung dibongkar.
SPLP Komdigi telah memproses 19,8 juta transaksi Perlinsos Digital yang mencakup 5,4 juta KK hingga 28 September 2026.
Korban pengeroyokan Kebon Bawang, EY (28), sempat diculik dan dianiaya di dua lokasi sebelum meninggal setelah tiga hari dirawat.
Budidaya louhan masih punya potensi ekonomi. Harga ikan berkualitas bisa mencapai Rp25 juta-Rp30 juta, tergantung kualitas dan hasil kontes.
Prabowo membahas tiga bantuan Kuartal IV 2026, mulai beras 10 kg, pembukaan rekening hingga subsidi upah Rp300.000 per bulan.
Danantara mengungkap rencana kepemilikan 5%-10% saham BEI dalam proses demutualisasi. Porsi konsorsium bisa mencapai 30%-40%.