Tim Penggerak PKK Magelang Bina 35 Desa, Fokus Kesehatan dan Ekonomi
Pemkab Magelang mendorong TP PKK memperkuat kesehatan keluarga, pencegahan stunting, ekonomi rumah tangga, dan perlindungan anak.
Corriere dello Sport menyoroti perjalanan Timnas Indonesia ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menang 9-2 atas Bangladesh. /Instagram.
Harianjogja.com, JAKARTA—Perjalanan Timnas Indonesia menuju final FIFA ASEAN Cup 2026 mendapat sorotan media olahraga Italia, Corriere dello Sport. Perhatian tersebut muncul setelah skuad Garuda memastikan tiket ke partai puncak melalui kemenangan 9-2 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Dalam keterangan resmi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di Jakarta, Sabtu, Corriere dello Sport turut menyoroti perjalanan Indonesia ke final yang berlangsung tepat empat tahun setelah tragedi Kanjuruhan.
Media Italia tersebut juga menyoroti upaya pembenahan sepak bola nasional yang terus dilakukan PSSI di bawah kepemimpinan Erick Thohir. Erick menjabat sebagai Ketua Umum PSSI sejak Februari 2023, sekitar empat bulan setelah tragedi Kanjuruhan.
Sejak memimpin PSSI, Erick menjadikan pembenahan tata kelola, peningkatan profesionalisme, penguatan tim nasional, pengembangan pemain usia muda, serta pemanfaatan potensi pemain diaspora sebagai bagian dari agenda transformasi sepak bola Indonesia.
Erick Thohir Sebut Indonesia Raksasa yang Sedang Tidur
Dalam wawancara dengan Corriere dello Sport, Erick menggambarkan Indonesia sebagai "raksasa yang sedang tidur". Ungkapan tersebut merujuk pada besarnya potensi sepak bola nasional yang menurutnya perlu ditopang pengelolaan profesional dan transparan.
Erick juga menempatkan tragedi Kanjuruhan sebagai salah satu titik balik penting dalam proses pembenahan sepak bola Indonesia.
Keberhasilan Indonesia mencapai final tepat empat tahun setelah tragedi tersebut membuat perjalanan skuad Garuda memiliki konteks tersendiri. Momen itu sekaligus menjadi kesempatan untuk mengenang para korban di tengah proses pembenahan sepak bola nasional yang masih berlangsung.
"Empat tahun lalu, kita kehilangan 135 saudara kita di Kanjuruhan. Sebelum pertandingan kita mengheningkan cipta untuk mengenang mereka, lalu para pemain berjuang sampai menit ke-97 untuk membawa Indonesia ke final," kata Erick Thohir.
Menurut Erick, pertandingan tersebut tidak hanya berkaitan dengan hasil di lapangan. Perjalanan Timnas Indonesia juga menjadi bagian dari proses sepak bola nasional untuk belajar dari masa lalu dan terus bergerak maju.
Ingatan mengenai tragedi Kanjuruhan, kata dia, harus terus dirawat sebagai pengingat. Hal tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memastikan sepak bola Indonesia dibangun dengan standar yang lebih profesional serta menjamin keamanan dan kenyamanan suporter yang hadir langsung di stadion.
Indonesia Butuh Menang Besar atas Bangladesh
Sebelum kick-off pertandingan melawan Bangladesh pada Kamis (1/10) malam, seluruh elemen yang hadir di SUGBK mengheningkan cipta selama satu menit untuk mengenang para korban tragedi Kanjuruhan.
Setelah itu, Timnas Indonesia menjalani pertandingan yang menentukan posisi di klasemen. Skuad Garuda membutuhkan kemenangan dengan skor besar untuk mengamankan posisi teratas grup.
Indonesia akhirnya menang telak 9-2. Namun, tiket ke final belum langsung dipastikan karena persaingan klasemen masih berlangsung hingga menit-menit akhir.
Ketika pertandingan memasuki penghujung waktu, Indonesia masih membutuhkan tambahan gol untuk memastikan keunggulan atas Malaysia dalam persaingan klasemen. Indonesia akhirnya unggul dalam jumlah gol yang dicetak, yakni 11 gol berbanding sembilan gol milik Malaysia. Kemenangan tersebut sekaligus mengantarkan skuad Garuda ke partai puncak FIFA ASEAN Cup 2026.
Perjalanan ke Final Diwarnai Keputusan Wasit
Perjalanan Indonesia menuju final juga tidak terlepas dari sejumlah keputusan wasit yang menjadi perhatian. Beberapa di antaranya adalah gol Justin Hubner yang dianulir karena offside, kartu merah yang diterima Thom Haye, serta gol Ole Romeny yang juga dianulir.
Setelah melewati persaingan ketat di Grup A, Timnas Indonesia akhirnya mendapatkan kesempatan untuk memburu gelar juara. Skuad Garuda selanjutnya akan menghadapi Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026. Pertandingan final tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin (5/10).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemkab Magelang mendorong TP PKK memperkuat kesehatan keluarga, pencegahan stunting, ekonomi rumah tangga, dan perlindungan anak.
Media Vietnam menyoroti isu 10 pemain naturalisasi Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2030. Benarkah PSSI sudah menyiapkan daftar pemain?
Sertifikasi mediator diperlukan untuk memperkuat kemampuan hukum keluarga, mediasi syariah, dan penyelesaian sengketa secara digital.
WhatsApp gagal diperbarui di Android atau iPhone? Simak penyebab dan cara mengatasinya, mulai dari koneksi internet hingga ruang penyimpanan.
DLH Bantul menyebut limbah PT IBD di Pantai Cangkring belum memenuhi baku mutu dan IPAL perusahaan belum berfungsi optimal
Produksi padi Kulonprogo belum terdampak signifikan akibat kemarau panjang. Petani diminta mempercepat tanam dan menghemat air irigasi.