Marc Marquez Temukan Feeling Motor Ducati Usai Modifikasi di Motegi
Marc Marquez menemukan kenyamanan pada motor Ducati setelah modifikasi sebelum sprint race MotoGP Jepang dan meraih kemenangan di Motegi.
Bek Timnas Belanda Virgil van Dijk - Reuters/Leon Kuegeler\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA—Pelatih timnas Belanda, Xavi Hernandez, mengkritik padatnya jadwal pertandingan internasional setelah timnya harus menjalani empat pertandingan UEFA Nations League dalam 11 hari.
Menurut Xavi, rangkaian pertandingan tersebut bukan hanya berisiko bagi tim nasional, tetapi juga klub yang harus melepas pemainnya untuk membela negara. Kondisi menjadi lebih berat ketika pemain kembali ke klub dalam keadaan cedera.
"Jadwal ini tidak bagus. Bukan untuk tim nasional dan bukan pula untuk klub yang melepas pemain mereka dan terkadang harus menerima mereka kembali dalam kondisi cedera," kata Xavi yang dikutip beIN Sports pada Sabtu (3/10).
Pelatih asal Spanyol tersebut menyampaikan kritik itu menjelang pertandingan UEFA Nations League melawan Serbia di Eindhoven, Belanda, Senin (5/10).
Belanda Hanya Punya 23 Pemain Fit
Padatnya jadwal tersebut berkaitan dengan perubahan agenda FIFA tahun ini. Jika sebelumnya tim nasional menjalani dua pertandingan internasional dalam sembilan hari pada September dan Oktober, kedua jeda internasional tersebut kini digabung menjadi satu rangkaian.
Dampaknya, tim nasional harus menjalani empat pertandingan dalam periode yang lebih singkat. Belanda menjadi salah satu tim yang merasakan langsung konsekuensi dari perubahan jadwal tersebut.
Menjelang laga Grup A2 menghadapi Serbia, Xavi hanya memiliki 23 pemain yang fit. Empat pemain, yakni Brian Brobbey, Lutsharel Geertruida, Cody Gakpo, dan Jan Paul van Hecke, mengalami cedera dalam tiga pertandingan terakhir.
Keempat pemain tersebut telah kembali ke klub masing-masing untuk menjalani pemulihan.
Situasi tersebut membuat Xavi mempertanyakan keputusan menempatkan rangkaian pertandingan dengan intensitas tinggi hanya beberapa bulan setelah Piala Dunia.
"Menjadwalkan kalender yang begitu padat hanya tiga bulan setelah Piala Dunia sama saja mencari masalah," ujar Xavi.
Bukan Hanya Pertandingan yang Jadi Beban
Xavi menilai beban pemain tidak hanya berasal dari pertandingan. Para pemain juga harus menjalani latihan, melakukan perjalanan, serta memiliki waktu yang cukup untuk memulihkan kondisi tubuh setelah pertandingan.
Menurutnya, seluruh rangkaian aktivitas tersebut perlu diperhitungkan ketika menyusun kalender pertandingan internasional.
"Anda juga harus menjalani latihan, bepergian, memulihkan diri dari pertandingan dan hal-hal lainnya. Sangat aneh menjadwalkan jeda internasional seperti ini pada tahap musim tersebut," katanya.
Xavi sendiri baru ditunjuk sebagai pelatih Belanda pada Agustus lalu. Ia berharap otoritas terkait dapat kembali mengevaluasi kalender pertandingan internasional agar beban pemain tidak semakin berat.
"Saya lebih memilih kami memainkan dua pertandingan internasional. Itu akan lebih baik bagi semua pihak," tutur Xavi.
Empat Pertandingan Juga Akan Berlanjut Tahun Depan
Meski menginginkan perubahan, Xavi menyadari jadwal tersebut kemungkinan belum dapat diubah dalam waktu dekat. Bahkan, rangkaian empat pertandingan dalam satu jeda internasional disebut telah direncanakan kembali untuk periode yang sama tahun depan.
"Sejauh yang saya tahu, sudah diputuskan sejak lama bahwa kami juga akan menjalani rangkaian empat pertandingan pada tahap ini tahun depan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Marc Marquez menemukan kenyamanan pada motor Ducati setelah modifikasi sebelum sprint race MotoGP Jepang dan meraih kemenangan di Motegi.
Paus Leo XIV mengingatkan bahaya AI dalam seni dan mendesak karya manusia dibedakan dari hasil mesin yang diproses algoritma.
Harga iPhone 15 dan iPhone 16 turun Rp1,5 juta pada awal Oktober 2026. Simak daftar harga iPhone 15, 16, 17 dan kabar iPhone 18.
Eksim dapat berlangsung lama dan berulang. Kenali pemicu serta perubahan kondisi kulit untuk membantu mencegah kekambuhan.
Bolt.new mengakuisisi startup AI asal San Francisco, Dokai, untuk memperkuat agen AI dan kemampuan platform menangani workflow enterprise.
Sejarah dan budaya dinilai memperkuat wisata gastronomi Indonesia. Kuliner Jogja menjadi contoh makanan yang memiliki cerita dan filosofi.