Taklukkan Thailand, Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Newswire
Newswire Senin, 05 Oktober 2026 23:37 WIB
Taklukkan Thailand, Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

ejumlah pesepak bola Timnas Indonesia berselebrasi usai mengalahkan Timnas Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2026).Antara-Rivan Awal Lingga

Harianjogja.com, JAKARTA— Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand melalui adu penalti pada final yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin malam. Kedua tim bermain imbang 2-2 selama 120 menit sebelum Indonesia menang 4-2 dalam drama adu penalti.

Gelar tersebut menjadi trofi internasional pertama Indonesia di luar medali emas SEA Games yang beberapa kali telah diperoleh. Indonesia sekaligus mencatat sejarah sebagai juara edisi perdana FIFA ASEAN Cup.

Indonesia sempat unggul lebih dahulu melalui Dean James. Thailand kemudian menyamakan kedudukan lewat Iklas Sanron sebelum berbalik memimpin 2-1 pada babak perpanjangan waktu melalui Peeradol Chamrasamee.

Namun, Indonesia kembali menyamakan skor menjadi 2-2 melalui Elkan Baggott. Setelah skor bertahan hingga akhir babak tambahan, penentuan juara harus dilakukan melalui adu tendangan penalti.

Indonesia Menang Adu Penalti 4-2

Indonesia tampil efektif dalam adu penalti. Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama sukses menjalankan tugasnya dengan memasukkan bola ke gawang Thailand.

Sementara itu, Thailand gagal melalui dua eksekutor. Sarach Yooyen dan Nattapong Sayriya tidak mampu melaksanakan tugasnya dengan baik sehingga Indonesia menyudahi adu penalti dengan kemenangan 4-2.

Kemenangan tersebut memastikan Indonesia menjadi kampiun FIFA ASEAN Cup 2026 sekaligus mengangkat trofi pada turnamen edisi perdana.

Indonesia Dominan, Thailand Andalkan Serangan Balik

Indonesia menciptakan peluang lebih dahulu melalui tendangan Luke Vickery. Namun, upayanya masih dapat diblok kiper Thailand Saranon Anuin.

Thailand kemudian berbalik mengancam melalui tendangan voli Chanathip Songkrasin yang melambung di atas mistar gawang Indonesia. Indonesia kembali mendapatkan peluang melalui sundulan Justin Hubner, tetapi bola menyamping dari gawang.

Indonesia terus mendominasi permainan dengan beberapa kali menciptakan peluang. Sementara Thailand lebih banyak mengandalkan serangan balik untuk memberikan ancaman ke pertahanan Indonesia.

Memasuki babak kedua, Thailand menciptakan peluang melalui sundulan Supachai Chaided yang masih menyamping dari gawang Indonesia. Indonesia kemudian membalas lewat tendangan Ragnar Oratmangoen yang melenceng dari sasaran.

Supachai Chaided kembali memperoleh peluang berbahaya setelah memanfaatkan kesalahan lini pertahanan Indonesia. Namun, tendangannya gagal mengarah ke gawang.

Thailand juga kembali mengancam melalui tendangan Kakana Khamyok, tetapi bola menyamping dari gawang Emil Audero. Tim Gajah Putih kemudian mendapat peluang lain melalui pemain pengganti Anan Yodsangwal, tetapi Emil Audero sigap mementahkannya.

Thailand Kehilangan Satu Pemain

Situasi pertandingan berubah pada menit ke-80 ketika Thailand harus bermain dengan 10 pemain. Pemain bertahan Nicholas Mickelson menerima kartu kuning kedua sehingga harus meninggalkan lapangan.

Keunggulan jumlah pemain kemudian dimanfaatkan Indonesia. Pada menit ke-84, Dean James membawa Indonesia memimpin 1-0 setelah tendangan bebasnya mengenai pemain Thailand Iklas Sanron dan kemudian masuk ke gawang Anuin.

Namun, keunggulan Indonesia hanya bertahan beberapa menit. Thailand menyamakan kedudukan pada menit ke-87 setelah umpan silang Seksan Ratree dikonversi menjadi gol oleh Iklas Sanron.

Indonesia kemudian hampir kembali memimpin melalui Elkan Baggott. Sundulannya yang meneruskan umpan Dean James masih dapat dimentahkan oleh Anuin.

Indonesia terus berusaha memanfaatkan surplus jumlah pemain untuk kembali menjebol gawang Thailand. Namun, hingga waktu normal berakhir, skor tetap 1-1 sehingga pertandingan berlanjut ke babak tambahan.

Thailand Sempat Unggul di Perpanjangan Waktu

Thailand berbalik unggul pada menit ke-110 babak tambahan. Umpan Anan Yodsangwal dikonversi menjadi gol oleh Peeradol Chamrasamee melalui serangan balik sehingga skor berubah menjadi 2-1 untuk Thailand.

Indonesia tidak menyerah dan terus mengejar gol penyama kedudukan. Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-116.

Umpan tarik Rizky Ridho sempat dihalau dengan tangan oleh kiper Thailand. Bola kemudian disambut Elkan Baggott dengan tendangan yang membobol gawang Thailand.

Skor kembali menjadi 2-2 dan bertahan hingga akhir babak tambahan. Dengan tidak adanya gol tambahan, pertandingan final FIFA ASEAN Cup 2026 harus ditentukan melalui adu tendangan penalti.

Indonesia akhirnya keluar sebagai pemenang setelah Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama berhasil mencetak gol dari titik penalti. Thailand hanya mampu mencetak dua gol penalti, sementara Sarach Yooyen dan Nattapong Sayriya gagal menjalankan tugasnya.

Kemenangan 4-2 dalam adu penalti memastikan Indonesia menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026. Gelar tersebut sekaligus menjadi trofi internasional pertama Indonesia di luar medali emas SEA Games dan menorehkan sejarah pada edisi perdana turnamen tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online