Jaga Ritme di Jeda Internasional, PSS Sleman Gelar Latihan 11 Lawan 11 dengan Wasit
PSS Sleman menggelar latihan 11 lawan 11 dengan wasit di Stadion Maguwoharjo untuk menjaga ritme permainan selama jeda internasional.
Pemain PSS Sleman berlatih di Lapangan Pakembinangun pada Jumat (25/9/2026)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN— Perkembangan pemain muda PSS Sleman mendapat apresiasi dari Pelatih Kepala PSS Sleman, Pieter Huistra. Menurutnya, para pemain muda di skuad Super Elja menunjukkan kemajuan positif, baik dari sisi performa maupun kerja keras dalam latihan.
Pieter Huistra menyampaikan penilaian tersebut seusai memimpin latihan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Jumat (2/10/2026). Ia mengaku senang melihat perkembangan yang ditunjukkan para pemain muda yang dimiliki tim.
"Ya mereka bagus. Saya sangat senang dengan mereka, performa mereka bagus," kata Huistra usai latihan di Stadion Maguwoharjo pada Jumat (2/10/2026).
Salah satu pemain muda yang menjadi perhatian adalah Muhammad Isfandyar. Pemain berusia 19 tahun tersebut menjadi langganan dipanggil Tim Nasional Indonesia di kelompok umur.
Namun, Isfandyar tidak mengikuti sesi latihan PSS Sleman pada hari itu karena sedang menjalani agenda bersama Timnas Indonesia.
"Dyar tentu saja, sedang bersama Timnas. Makanya dia tidak ada di sini [latihan]," tutur Huistra.
Markus Madjar Disebut Berkembang Pesat
Selain Muhammad Isfandyar, PSS Sleman juga memiliki pemain muda yang baru didatangkan pada musim ini. Dia adalah Markus Madjar, pemain berusia 21 tahun yang sebelumnya berasal dari Persipura.
Huistra menilai Madjar menunjukkan perkembangan yang sangat pesat sejak bergabung dengan PSS Sleman. Pelatih asal Belanda itu juga melihat talenta yang dimiliki pemain tersebut.
"Markus berkembang sangat, sangat pesat. Dia datang dari Persipura, tapi dia punya bakat yang bagus," tuturnya.
Perkembangan pemain muda PSS Sleman tidak hanya datang dari pemain yang sudah berada di skuad utama. Huistra turut menyoroti sejumlah pemain yang berasal dari akademi klub.
Dua nama yang disebut adalah Fadel Arrafi dan Farrel Luckyta. Menurut Huistra, keduanya menunjukkan kemajuan selama berada dalam pembinaan PSS Sleman.
"Ada juga pemain dari akademi kita sendiri, seperti Fadel dan Farel, mereka banyak mengalami kemajuan. Jadi, itu juga hal yang menyenangkan untuk dilihat," ungkapnya.
Huistra Senang Lihat Kerja Keras Pemain Muda
Secara keseluruhan, Huistra memberikan apresiasi terhadap perkembangan para pemain muda PSS Sleman. Ia tidak hanya menyoroti peningkatan kemampuan mereka, tetapi juga usaha dan kerja keras yang ditunjukkan dalam proses tersebut.
Bagi Huistra, kemajuan yang diperlihatkan pemain muda menjadi hal yang menyenangkan untuk disaksikan dalam perjalanan tim.
"Jadi, ya saya senang dengan mereka [para pemain muda], dengan usaha dan kerja keras yang mereka tunjukkan, saya senang dengan hal itu," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman menggelar latihan 11 lawan 11 dengan wasit di Stadion Maguwoharjo untuk menjaga ritme permainan selama jeda internasional.
Formula UMP 2027 belum berubah. Kemnaker menyebut PP 51/2023 masih menjadi acuan karena UU Ketenagakerjaan punya masa peralihan.
Prabowo memuji kinerja Satgas PKH yang telah menyetorkan Rp52 triliun ke negara selama dua tahun pemerintahan.
DPRD DIY mengusulkan Bioskop Rakyat Rp10.000 diperluas hingga kemantren, kapanewon dan kelurahan untuk pemerataan akses film.
Polisi menembak mati AF, terduga pelaku pembunuhan satu keluarga di Tulang Bawang setelah menyerang petugas dengan senjata tajam.
Satgas PKH menyerahkan Rp13,2 triliun hasil penindakan tahap ke-8 ke Kemenkeu. Penyerahan disaksikan Presiden Prabowo Subianto.