PSIM Jogja Diuntungkan Tak Perlu Keluar DIY di League Cup

Ariq Fajar Hidayat
Ariq Fajar Hidayat Kamis, 08 Oktober 2026 08:57 WIB
PSIM Jogja Diuntungkan Tak Perlu Keluar DIY di League Cup

PSIM Jogja/Harian Jogja

Harianjogja.com, JOGJA—PSIM Jogja mendapat keuntungan dari hasil undian Grup E League Cup 2026/2027. Selain menilai lawan yang dihadapi relatif bersahabat, Laskar Mataram juga tidak perlu bepergian ke luar DIY selama menjalani fase grup.

Manajer PSIM Jogja, Iksan Mahar, mengatakan hasil undian yang dilakukan operator liga pada Rabu (7/10/2026) menjadi keuntungan tersendiri bagi timnya. PSIM tergabung bersama dua tim Championship atau kasta kedua, yakni Persikad Depok dan Persiku Kudus.

"Kalau dari sisi lawan dan drawing menurut kita tidak terlalu sulit dibandingkan grup-grup lain di zona barat yang secara persaingan lebih sulit," kata Iksan.

Pada fase grup, PSIM dijadwalkan menjalani satu pertandingan kandang menghadapi Persikad Depok. Sementara laga tandang akan dimainkan melawan Persiku Kudus.

Meski berstatus sebagai pertandingan tandang, PSIM tidak perlu melakukan perjalanan jauh. Persiku Kudus menggunakan Stadion Sultan Agung, Bantul, sebagai markas sehingga laga tersebut tetap digelar di wilayah DIY.

"Kalau melihat susunan lawan dan agenda, kita akan main home menghadapi Persikad Depok dan away melawan Persiku Kudus yang bermarkas di Bantul. Berarti kita tidak akan keluar dari Bantul, jadi tentu ini sebuah hal positif," ujar Iksan.

PSIM Bidik Juara Grup

Keuntungan dari sisi perjalanan tersebut ingin dimanfaatkan PSIM untuk mengejar posisi pertama Grup E. Pasalnya, hanya tim yang finis sebagai juara grup yang berhak melanjutkan perjalanan di League Cup.

"Harapannya semoga bisa dimaksimalkan oleh tim karena hanya juara grup yang akan lolos," katanya.

League Cup merupakan kompetisi baru yang mulai digelar pada musim 2026/2027 sebagai pengganti Piala Indonesia. Pengundian grup dilakukan secara daring melalui siaran langsung pada Rabu (7/10/2026) sore.

Dua pertandingan fase grup PSIM dijadwalkan berlangsung pada November. Meski tanggal pertandingan belum diumumkan secara resmi, Direktur Utama Ileague telah menyampaikan bahwa laga fase grup akan digelar pada bulan tersebut.

Kondisi itu membuat agenda PSIM pada November semakin padat. Sebab, kompetisi Super League 2026/2027 tetap berlangsung pada periode yang sama.

Iksan menyebut padatnya agenda tersebut akan menjadi pekerjaan bagi tim pelatih. Pengaturan program latihan dan penggunaan pemain perlu dilakukan agar PSIM tetap mampu tampil kompetitif di dua kompetisi.

"Tentu ini akan jadi tantangan bagi tim pelatih untuk mengatur program tim karena jadwal akan semakin berat di bulan November, di mana kita akan ketambahan dua jadwal League Cup ini," ujarnya.

Jadi Kesempatan Pemain Lokal

Di tengah padatnya jadwal, League Cup juga membuka peluang bagi pemain lokal PSIM yang selama ini belum banyak memperoleh kesempatan tampil.

Regulasi kompetisi membatasi setiap klub hanya boleh mendaftarkan maksimal tiga pemain asing. Menurut Iksan, ketentuan tersebut dapat menjadi ruang bagi pemain lokal untuk mendapatkan menit bermain sekaligus menunjukkan kemampuan mereka kepada tim pelatih.

"League Cup ini hanya memperbolehkan tiga pemain asing untuk didaftarkan. Tentu hal ini menjadi kesempatan bagi para pemain lokal yang selama ini kurang mendapat menit bermain untuk membuktikan kualitas mereka dan memberikan sumbangsih yang positif bagi tim," tuturnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online