Tiga Terdakwa Klaim Fiktif JKK BPJS Jalani Sidang Tuntutan
Tiga terdakwa kasus dugaan korupsi klaim fiktif JKK BPJS Ketenagakerjaan menjalani sidang tuntutan terkait dugaan kerugian negara Rp24,55 miliar.
Skuat Timnas Laos U-19 / Sports247.my
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemain timnas Laos, Soukphachan Lueanthala, ditangkap terkait dugaan manipulasi pertandingan pada ASEAN Championship 2026 atau Piala AFF. Penangkapan tersebut berkaitan dengan dugaan penyuapan, perjudian ilegal, dan pengaturan pertandingan.
Berdasarkan laporan The Guardian pada Kamis (8/10/2026), Lueanthala ditangkap setelah Federasi Sepak Bola Laos (LFF) menyerahkan kasus dugaan pengaturan pertandingan kepada pihak kepolisian.
Pemain yang berposisi sebagai winger tersebut diduga terlibat dalam operasi yang dijalankan sebuah sindikat perjudian yang diyakini berasal dari Vietnam.
Ditangkap Usai Laga Laos vs Myanmar
Lueanthala dilaporkan ditangkap setelah sejumlah pemain Laos menjalani pemeriksaan polisi sepulang dari pertandingan terakhir fase grup melawan Myanmar pada awal Agustus lalu.
Meski demikian, penangkapan tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh LFF maupun kepolisian Laos. Lueanthala disebut saat ini berada dalam tahanan.
Dugaan manipulasi pertandingan mencuat setelah Laos menelan sejumlah kekalahan telak dalam Piala AFF 2026. Tim tersebut dihajar Myanmar dengan skor 2-7, setelah sebelumnya kalah 0-5 dari Thailand, 0-4 dari Malaysia, dan 1-4 dari Filipina.
Narasumber yang mengetahui kasus tersebut menyebut Lueanthala diduga memberikan arahan kepada pemain lain sekaligus menjadi penghubung bagi pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan operasi pengaturan pertandingan.
Berdasarkan laporan The Guardian, LFF mengonfirmasi pada 7 Agustus telah membuka penyelidikan sebelum menyerahkan kasus tersebut kepada kepolisian. Federasi Laos melaporkan dugaan penyuapan, perjudian ilegal, dan manipulasi pertandingan.
Bukan Kasus Pertama di Sepak Bola Laos
Kasus tersebut menambah catatan panjang dugaan pengaturan pertandingan dalam sepak bola Laos. Pada 2020, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menjatuhkan hukuman larangan beraktivitas seumur hidup kepada Thipphonexay Inthavongsa.
Hukuman itu diberikan setelah Thipphonexay Inthavongsa dinyatakan bersalah terlibat dalam upaya memanipulasi pertandingan internasional Laos melawan Hong Kong pada 2017.
Narasumber yang memahami sepak bola Laos menyebut praktik pengaturan pertandingan telah berlangsung lama. Kondisi finansial pemain disebut menjadi salah satu faktor yang membuat mereka rentan terlibat.
“Sampai tahun lalu, mereka mendapatkan 10 dolar AS per hari ketika bergabung dengan tim nasional,” kata sumber tersebut.
Narasumber itu juga mengklaim seorang pemain pernah mengaku mengatur tiga pertandingan dengan bayaran masing-masing 10.000 dolar AS.
Praktik pengaturan pertandingan dinilai telah merusak sepak bola Laos, meski negara tersebut memiliki banyak pemain berbakat.
“Ada begitu banyak bakat,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Tiga terdakwa kasus dugaan korupsi klaim fiktif JKK BPJS Ketenagakerjaan menjalani sidang tuntutan terkait dugaan kerugian negara Rp24,55 miliar.
Kajari Konawe Fachrizal ditangkap Kejati Sultra terkait dugaan penyalahgunaan wewenang. Kasusnya kini diserahkan ke Kejagung untuk diperiksa.
Kabupaten Magelang mengukuhkan 20 dewan hakim untuk menilai 443 peserta MTQ, MQK, dan Festival Rebana 2026.
Bamsoet menegaskan hasil Pilpres 2024 tetap sah setelah putusan MK terkait Gibran. Ia meminta putusan dan proses selanjutnya dihormati.
Sebanyak 29.493 siswa di 90 sekolah Kulonprogo mengikuti Pemilos serentak berbasis E-Voting sebagai pendidikan demokrasi dan politik awal.
Thomas Sugiarto Oentoro resmi menjadi Direktur Utama Garuda Indonesia. Simak profil, perjalanan karier, pendidikan, dan susunan direksi terbaru.