PSIM Jogja Butuh Kemenangan, Cahya Antusias Lawan Persija

Ariq Fajar Hidayat
Ariq Fajar Hidayat Jum'at, 09 Oktober 2026 16:57 WIB
PSIM Jogja Butuh Kemenangan, Cahya Antusias Lawan Persija

Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat\r\nPelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel (kiri) didampingi Cahya Supriadi saat konferensi pers di Wisma PSSI, Jogja, pada Jumat (9/10/2026).

Harianjogja.com, JOGJA—Kiper PSIM Jogja, Cahya Supriadi, antusias menghadapi mantan klubnya, Persija Jakarta, dalam lanjutan Super League 2026/2027. Pertandingan pekan keempat tersebut akan berlangsung di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Sabtu (10/10/2026) sore.

Laga ini menjadi kesempatan bagi Laskar Mataram untuk bangkit setelah mengawali musim dengan hasil kurang memuaskan. Dari tiga pertandingan yang telah dijalani, PSIM baru mengoleksi satu poin.

Cahya memiliki kedekatan dengan Persija karena pernah membela klub ibu kota itu pada awal karier profesionalnya, yakni sepanjang 2021 hingga 2024. Penjaga gawang berusia 23 tahun tersebut mengaku selalu bersemangat ketika kembali berhadapan dengan mantan timnya.

Pengalaman menghadapi Persija pada musim lalu juga menjadi bahan evaluasi bagi Cahya untuk meningkatkan penampilannya pada pertemuan kali ini.

"Saya selalu excited ketika bertemu Persija. Musim lalu kita bisa menahan imbang 1-1 dan kalah 2-0 di Jakarta. Mungkin ini jadi acuan juga buat saya agar lebih baik daripada sebelumnya. Semoga kita bisa memetik hasil terbaik untuk besok," kata Cahya dalam konferensi pers di Wisma PSSI, Jogja, Jumat (9/10/2026).

Rekam Jejak Pertemuan PSIM dan Persija

Pada pertemuan pertama musim lalu di Jakarta, PSIM harus mengakui keunggulan Persija dengan skor 2-0. Namun, ketika bertindak sebagai tuan rumah, Laskar Mataram mampu menahan imbang Macan Kemayoran 1-1 dalam pertandingan yang digelar di Bali.

Kini, Cahya kembali berpeluang menghadapi mantan klubnya. Pertandingan tersebut sekaligus menjadi momen penting bagi PSIM untuk memperbaiki hasil pertandingan dan posisi di klasemen sementara.

Setelah bermain imbang 1-1 melawan Persita Tangerang pada laga pembuka, PSIM menelan kekalahan dalam dua pertandingan berikutnya. Tim asuhan Jean-Paul van Gastel itu kalah saat bertandang ke markas Persebaya Surabaya dan Madura United.

Hasil tersebut membuat PSIM mengumpulkan satu poin dan menempati peringkat ke-14 klasemen sementara. Posisi mereka hanya terpaut satu tingkat dari PSS Sleman, sesama wakil DIY yang berada di peringkat ke-15.

Persija Datang dengan Modal Tiga Kemenangan

Berbeda dengan PSIM, Persija Jakarta datang ke Bantul dengan catatan sempurna pada tiga pertandingan awal. Tim besutan Shin Tae-yong itu menyapu bersih seluruh laga dengan kemenangan dan kini menempati peringkat ketiga klasemen sementara.

Meski menghadapi lawan yang sedang berada dalam tren positif, Cahya menegaskan para pemain PSIM siap menjalani pertandingan. Persiapan telah dilakukan setelah tim menerima instruksi dari pelatih.

"Secara keseluruhan pemain siap untuk menghadapi Persija besok. Pelatih sudah memberikan instruksi, kita sudah menyiapkan persiapan untuk menghadapi besok," ujarnya.

Cahya juga menyambut baik kesempatan PSIM bermain di Jogja dengan dukungan langsung suporter. Ia berharap kehadiran pendukung Laskar Mataram di Stadion Sultan Agung dapat menambah motivasi pemain untuk meraih hasil maksimal.

Van Gastel Bidik Kemenangan Seusai Jeda Internasional

Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul van Gastel, memandang laga melawan Persija sebagai kesempatan bagi timnya untuk kembali meraih kemenangan setelah jeda internasional selama tiga pekan.

Selama masa jeda tersebut, PSIM sempat memberikan waktu libur kepada pemain. Setelah itu, tim kembali menjalani latihan untuk mempersiapkan pertandingan pekan keempat Super League 2026/2027.

"Setelah jeda, kompetisi dimulai lagi. Jadi bagi kami, ini adalah pertandingan lain yang akan kami usahakan untuk dimenangkan. Kami sempat dapat libur beberapa hari, lalu kami mulai bekerja kembali dan mempersiapkan diri untuk pertandingan besok," kata Van Gastel.

Van Gastel turut menanggapi situasi Persija yang memiliki lima pemain yang memperkuat Timnas Indonesia selama jeda internasional. Menurutnya, kondisi tersebut tidak otomatis menjadi keuntungan bagi PSIM.

Ia menilai Persija sudah terbiasa menghadapi jadwal pertandingan yang padat sehingga pengalaman bermain para pemainnya tidak serta-merta menguntungkan tim tuan rumah.

"Memang betul mereka punya lima pemain berlabel timnas. Di satu sisi mereka sudah memainkan laga-laganya, tetapi di sisi lain, bermain dalam banyak pertandingan itu sudah jadi hal lumrah buat mereka. Jadi menurut saya, itu bukan sebuah keuntungan berarti buat kami," ujarnya.

PSIM Berusaha Putus Tren Tanpa Kemenangan

Pertandingan di Stadion Sultan Agung menjadi ujian bagi PSIM untuk mengakhiri tren tanpa kemenangan pada awal musim. Hasil positif dibutuhkan agar Laskar Mataram dapat memperbaiki posisi dan tidak semakin tertinggal dalam persaingan klasemen.

Bagi Cahya, laga ini juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan penampilan lebih baik ketika menghadapi mantan klubnya. Dukungan suporter di kandang diharapkan menjadi tambahan motivasi bagi PSIM saat meladeni Persija yang tengah berada dalam performa positif.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online