Denmark Open 2026 Jadi Ujian Baru Devin-Faathir di Level Super 750

Newswire
Newswire Sabtu, 10 Oktober 2026 09:57 WIB
Denmark Open 2026 Jadi Ujian Baru Devin-Faathir di Level Super 750

Devin/Faathir menjalani ujian baru di Denmark Open 2026 level Super 750. PBSI berharap pasangan muda Indonesia tampil maksimal. /Antara.

Harianjogja.com, JAKARTA—Ganda putra muda Indonesia Devin Artha Wahyudi/Ali Faathir Rayhan akan menghadapi persaingan yang lebih ketat saat tampil di Denmark Open 2026. Turnamen berlevel Super 750 tersebut menjadi kesempatan bagi mereka untuk menguji kemampuan melawan pasangan-pasangan yang lebih berpengalaman di tur Eropa.

Denmark Open 2026 dijadwalkan berlangsung di Odense, Denmark, pada 13-18 Oktober. Pelatih ganda putra Indonesia, Antonius Budi Ariantho, berharap Devin/Faathir bisa memaksimalkan kesempatan tersebut dengan bermain lepas dan menunjukkan kemampuan terbaik.

"Devin/Faathir pasangan muda yang bisa dibilang baru untuk level Super 750. Saya berharap mereka bermain maksimal, tanpa beban dan mudah-mudahan bisa mengimbangi pemain-pemain yang sudah berpengalaman di tur Eropa ini," kata Antonius dalam keterangan PP PBSI di Jakarta, Jumat.

Bagi Devin/Faathir, tampil di Denmark Open menjadi bagian dari proses peningkatan pengalaman di level internasional. Persaingan dengan pemain yang lebih berpengalaman diharapkan membantu keduanya mengukur kemampuan sekaligus beradaptasi dengan tuntutan pertandingan pada level yang lebih tinggi.

Modal Final Macau Open dan Pengalaman di Indonesia Open

Devin/Faathir sebelumnya telah menunjukkan perkembangan melalui sejumlah turnamen sepanjang musim ini. Salah satu pencapaian mereka adalah menembus partai final Super 300 Macau Open pada Juni.

Dalam pertandingan final tersebut, Devin/Faathir sempat memenangi gim pertama. Namun, mereka akhirnya harus mengakui keunggulan pasangan Korea Selatan Yong Jin/Lee Jong Min dengan skor 21-18, 19-21, 10-21.

Pengalaman menghadapi pertandingan tiga gim di partai puncak menjadi salah satu bekal bagi pasangan muda Indonesia tersebut. Mereka juga pernah merasakan ketatnya persaingan turnamen level tertinggi saat tampil di Super 1000 Indonesia Open 2026.

Perjalanan Devin/Faathir di Indonesia Open terhenti pada babak pertama. Mereka kalah dalam pertandingan tiga gim melawan wakil Taiwan Zhi Wei Hei/Huang Jui-Hsuan dengan skor 21-13, 17-21, 11-21.

Antonius berharap pengalaman dari Macau Open dan Indonesia Open dapat membantu Devin/Faathir menghadapi tantangan di Denmark. Keduanya diharapkan mampu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengimbangi permainan pasangan yang lebih berpengalaman.

Rangkaian Tur Eropa Berlanjut hingga November

Denmark Open menjadi bagian dari rangkaian tur Eropa yang diikuti tim bulu tangkis Indonesia. Setelah turnamen di Odense, para pemain dijadwalkan melanjutkan persaingan pada French Open level Super 750 pada 20-25 Oktober.

Rangkaian tersebut kemudian berlanjut ke Hylo Open level Super 500 pada 27 Oktober-1 November.

Selain Devin/Faathir, Indonesia juga menurunkan sejumlah pasangan ganda putra yang lebih berpengalaman dalam rangkaian tur Eropa. Mereka adalah Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, serta Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.

Kehadiran sejumlah pasangan tersebut menambah pilihan Indonesia di sektor ganda putra dalam menghadapi persaingan di Eropa. Sementara bagi Devin/Faathir, rangkaian turnamen ini menjadi kesempatan untuk menambah jam terbang dan menguji perkembangan permainan mereka.

Antonius menjelaskan, persiapan pemain yang sebelumnya tampil pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 lebih difokuskan untuk menjaga kondisi fisik. Hal itu dilakukan karena waktu persiapan menuju Denmark Open relatif singkat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online