Adrin Fernndez Bisa Salip Veda Ega di Klasemen Moto3 2026

Jumali
Jumali Jum'at, 16 Oktober 2026 16:27 WIB
Adrin Fernndez Bisa Salip Veda Ega di Klasemen Moto3 2026

Veda Ega Pratama /Instagram

Harianjogja.com, JOGJA—Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama berpotensi turun posisi di klasemen Moto3 2026 setelah banding Adrián Fernández dan tim Leopard Racing dikabulkan Pengadilan Banding Internasional Federasi Sepeda Motor Internasional (FIM). Jika 77 poin yang sebelumnya dicabut dipulihkan sepenuhnya, Fernández berpeluang mengoleksi 148 poin dan menyalip Veda yang kini mengantongi 115 poin.

Putusan yang diumumkan pada Kamis (15/10/2026) itu membatalkan keputusan diskualifikasi Fernández dari enam Grand Prix pertama musim ini. Meski demikian, pemulihan hasil balapan dan poin masih membutuhkan tindak lanjut dari otoritas olahraga yang berwenang.

Dilansir dari GPOne, Jumat (16/10/2026), keputusan tersebut menjadi perkembangan penting dalam sengketa teknis yang melibatkan dua mesin Honda milik pembalap Leopard Racing itu. Sebelumnya, Fernández kehilangan hasil dari enam seri awal setelah ditemukan masalah pada segel pengaman mesin.

Berdasarkan klasemen setelah Grand Prix Indonesia di Mandalika, Veda berada di peringkat ketujuh dengan 115 poin. Sementara itu, Fernández tercatat mengoleksi 71 poin dan menempati peringkat ke-14 sebelum hasil banding ditindaklanjuti.

Jika seluruh 77 poin yang dianulir dikembalikan, perolehan Fernández akan menjadi 148 poin. Angka tersebut secara matematis melampaui koleksi Veda dan juga 146 poin milik Marco Morelli. Namun, perubahan posisi klasemen baru dapat dipastikan setelah otoritas terkait memperbarui hasil secara resmi.

Banding Fernández Dikabulkan Pengadilan FIM

Pengadilan Banding Internasional FIM mengabulkan banding yang diajukan Leopard Racing dan Adrián Fernández terhadap dua keputusan Komisaris Banding FIM pada 5 Juni 2026. Kedua keputusan tersebut berkaitan dengan dugaan ketidaksesuaian pada mesin bernomor 810 dan 811.

Dalam putusannya, pengadilan menyatakan banding dapat diterima dan dikabulkan secara substansi. Keputusan Komisaris Banding FIM sebelumnya pun dibatalkan, sedangkan otoritas olahraga yang berwenang diminta mengambil langkah lanjutan sesuai konsekuensi putusan tersebut.

Pembatalan ini menjadi kemenangan hukum bagi Fernández dan Leopard Racing setelah tim tersebut berupaya menggugurkan sanksi yang dijatuhkan pada awal Juni.

Meski demikian, putusan itu masih dapat diajukan ke pengadilan yang berwenang di Kanton Vaud, Swiss. Batas waktunya satu bulan sejak putusan lengkap beserta pertimbangannya diterima, sebagaimana tercantum dalam ketentuan yang dikutip dalam laporan mengenai perkara tersebut.

Kronologi Diskualifikasi Adrián Fernández

Kasus ini bermula pada 5 Juni 2026, saat Grand Prix Hungaria. Panel Komisaris Olahraga FIM menjatuhkan diskualifikasi kepada Fernández dari enam putaran pertama Kejuaraan Dunia Moto3 2026 setelah pemeriksaan teknis menemukan anomali pada segel dua mesin Honda.

Dalam laporan pemeriksaan, segel mesin bernomor 810 disebut tidak sesuai dengan prosedur standar. Sementara itu, mesin bernomor 811 menunjukkan indikasi telah dibuka dan dirakit kembali tanpa izin.

Regulasi Moto3 melarang intervensi terhadap mesin yang telah disegel tanpa persetujuan. Pelanggaran ketentuan tersebut dapat memengaruhi status mesin dan alokasi unit yang diperbolehkan untuk digunakan sepanjang musim.

Sanksi tersebut membatalkan hasil Fernández di Grand Prix Thailand, Brasil, Amerika Serikat, Spanyol, Prancis, dan Catalunya. Total 77 poin dari enam seri itu kemudian tidak lagi diperhitungkan dalam klasemen.

Hasil yang terdampak termasuk dua kali finis di posisi kedua, yakni di Jerez dan Le Mans. Setelah sanksi diberlakukan, Fernández kehilangan sejumlah poin penting yang sebelumnya menempatkannya dalam persaingan papan atas.

Leopard Racing Bantah Manipulasi Mesin

Leopard Racing mengajukan banding setelah diskualifikasi diumumkan. Namun, upaya awal tersebut ditolak Komisaris Banding FIM pada 5 Juni 2026 sehingga tim melanjutkan proses hukum melalui Pengadilan Banding Internasional.

Dalam pembelaannya, Leopard Racing membantah telah membuka atau memodifikasi mesin secara ilegal. Tim juga menyatakan pemeriksaan tidak menemukan komponen ilegal maupun modifikasi yang bertujuan meningkatkan performa mesin.

Leopard Racing turut mempersoalkan prosedur inspeksi karena mengklaim tidak memiliki perwakilan yang dapat menyaksikan pemeriksaan teknis. Tim juga menyoroti tidak adanya bukti pasti mengenai kapan dan bagaimana dugaan manipulasi terjadi.

Pernyataan tersebut merupakan bagian dari pembelaan Leopard Racing. Pembatalan keputusan sanksi oleh pengadilan menjadi perkembangan hukum terbaru dalam perkara tersebut, sedangkan rincian pertimbangan teknis dan hukum perlu merujuk pada putusan lengkap.

Setelah putusan diumumkan, Leopard Racing menyampaikan terima kasih kepada para ahli, saksi, penggemar, dan tim hukum yang mendukung proses banding.

"Kami menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para ahli kami, seluruh saksi, dan tim hukum kami, yang telah memulihkan kehormatan dan martabat tim Leopard Racing serta pembalapnya Adrián Fernández," demikian pernyataan tim yang dikutip dalam laporan media.

Bagaimana Dampaknya terhadap Klasemen Veda Ega?

Veda Ega Pratama mengakhiri Grand Prix Indonesia di Mandalika pada posisi keenam dan mendapatkan tambahan 10 poin. Hasil tersebut membuat pembalap Honda Team Asia itu mengoleksi 115 poin dan naik ke peringkat ketujuh klasemen Moto3 2026.

Sebelum putusan banding Fernández, posisi Veda berada di atas sejumlah pembalap yang mengumpulkan poin lebih sedikit. Namun, jika 77 poin Fernández dipulihkan, pembalap Spanyol itu berpotensi mengoleksi 148 poin dan melampaui Veda dengan selisih 33 poin.

Perhitungan tersebut juga menempatkan Fernández dua poin di atas Marco Morelli yang memiliki 146 poin dalam klasemen setelah GP Indonesia. Dengan demikian, jika seluruh poin dikembalikan dan klasemen diperbarui sesuai hasil balapan yang dipulihkan, Fernández secara matematis berpeluang naik ke posisi kelima.

Meski begitu, posisi akhir tidak boleh dianggap berubah sebelum otoritas olahraga menerapkan konsekuensi putusan secara resmi. Pembaruan juga perlu memperhitungkan hasil dan poin pembalap lain sesuai klasemen yang berlaku.

Bagi Veda, perkembangan ini menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam persaingan klasemen Moto3 2026. Perolehan 115 poinnya tetap tercatat berdasarkan hasil setelah GP Indonesia, sedangkan dampak keputusan terhadap urutan klasemen menunggu tindak lanjut resmi.

Perhatian berikutnya tertuju pada implementasi putusan Pengadilan Banding Internasional FIM, termasuk pemulihan hasil enam Grand Prix Fernández dan pembaruan klasemen Kejuaraan Dunia Moto3 2026.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online