Frosinone vs Sassuolo: Prediksi Pemain dan Kondisi Terkini
Frosinone vs Sassuolo di Serie A: simak jadwal, kondisi pemain, prediksi susunan pemain, dan peluang kedua tim meraih kemenangan.
Arsene Wenger/JIBI-Reuters-Jason Caindurff
Harianjogja.com, JOGJA — Sejumlah tokoh senior sepak bola Eropa mendorong mantan pelatih Arsenal, Arsène Wenger, untuk mempertimbangkan pencalonan sebagai presiden FIFA pada 2027. Wenger dinilai bisa menjadi alternatif bagi Gianni Infantino yang tengah menghadapi kritik terkait tata kelola organisasi sepak bola dunia tersebut.
Namun, peluang itu masih sebatas dorongan dari sejumlah pihak. Wenger belum menyatakan secara terbuka bahwa dirinya akan maju untuk menantang Infantino, yang berupaya mempertahankan jabatannya untuk periode berikutnya.
Wacana pencalonan Wenger muncul di tengah sorotan terhadap FIFA Forward Enterprise (FFE), rencana pengelolaan hak komersial FIFA yang akhirnya dibatalkan setelah menuai kritik. Sejumlah pejabat sepak bola menilai persoalan tersebut memperlihatkan perlunya transparansi dan perbaikan tata kelola di tubuh FIFA.
Wenger dipandang memiliki pengalaman panjang dalam sepak bola, reputasi internasional, serta rekam jejak dalam pengembangan pemain. Meski demikian, posisinya sebagai kepala pengembangan sepak bola global FIFA dan hubungannya dengan Infantino menjadi pertimbangan tersendiri apabila ia benar-benar ingin maju.
Wacana untuk mendorong Wenger maju muncul ketika sejumlah tokoh sepak bola mencari kandidat yang dapat menantang Infantino dalam pemilihan presiden FIFA 2027.
Mantan eksekutif UEFA dan FIFA, Alex Phillips, termasuk pihak yang mendukung kemungkinan tersebut. Dalam laporan BBC Sport, Phillips menilai Wenger berpotensi membawa kembali perhatian FIFA pada pengembangan sepak bola dan integritas organisasi.
Menurut Phillips, kepemimpinan FIFA dinilai terlalu banyak berfokus pada aspek keuangan dibandingkan permainan itu sendiri. Ia berharap sosok dengan pengalaman sepak bola seperti Wenger dapat memberikan perspektif berbeda.
Meski mendapat dukungan, Wenger belum menyatakan kesediaannya mencalonkan diri. Karena itu, peluang mantan pelatih Arsenal tersebut masih bergantung pada keputusan pribadi dan dukungan yang dapat dihimpunnya dari asosiasi anggota FIFA.
Persoalan tata kelola menjadi salah satu isu yang membayangi kepemimpinan Infantino menjelang pemilihan berikutnya.
FIFA sebelumnya menghadapi kritik setelah rencana FIFA Forward Enterprise mencuat. Skema itu berkaitan dengan pengelolaan hak komersial kompetisi FIFA melalui entitas baru yang melibatkan investasi swasta. Rencana tersebut kemudian dibatalkan.
Dalam pertemuan Dewan FIFA di Zurich pada 15 Oktober 2026, Infantino menyampaikan permintaan maaf terkait komunikasi dan proses konsultasi mengenai rencana tersebut. Namun, sejumlah pejabat sepak bola Eropa tetap menilai masih ada pertanyaan yang belum terjawab, termasuk mengenai transparansi dokumen dan proses pengambilan keputusan.
Kritik terhadap Infantino juga mencakup persoalan pemberian FIFA Peace Prize kepada Donald Trump serta penanganan kasus disiplin pemain Folarin Balogun. Sejumlah pejabat meminta FIFA memperkuat mekanisme tata kelola dan memastikan proses pengambilan keputusan dapat dipertanggungjawabkan.
Di sisi lain, Infantino masih memiliki dukungan dari sejumlah asosiasi dan konfederasi sepak bola. Karena itu, munculnya kritik belum dengan sendirinya memastikan adanya penantang yang mampu menghimpun dukungan luas.
Wenger meninggalkan Arsenal pada 2018 setelah menangani klub Liga Inggris tersebut selama 22 tahun. Ia dikenal berpengaruh dalam perkembangan sepak bola modern, termasuk melalui pendekatan latihan, pengembangan pemain, dan pembentukan tim.
Sejak 2019, Wenger menjabat sebagai kepala pengembangan sepak bola global FIFA. Tugasnya mencakup berbagai program pengembangan pemain dan sepak bola di sejumlah negara.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan namanya dipertimbangkan sebagai kandidat alternatif. Wenger juga dikenal mendukung pengembangan sepak bola di kawasan yang secara tradisional belum menjadi kekuatan utama dunia, termasuk Afrika.
Namun, pengalaman sebagai pelatih dan pejabat pengembangan sepak bola tidak otomatis menjamin keberhasilan dalam pemilihan presiden FIFA. Kandidat perlu memperoleh dukungan dari asosiasi anggota dan membangun dukungan lintas konfederasi.
Menjelang pemilihan 2027, mantan bek Tottenham Hotspur, Ramon Vega, disebut sebagai satu-satunya sosok yang telah menyatakan niat untuk mencalonkan diri dalam laporan BBC Sport yang menjadi rujukan pemberitaan ini.
Sementara itu, Presiden Concacaf Victor Montagliani dan Presiden UEFA Aleksander Ceferin sebelumnya menyatakan tidak akan maju sebagai kandidat dalam pemilihan tersebut.
Kandidat yang ingin bersaing perlu memenuhi persyaratan pencalonan FIFA, termasuk memperoleh nominasi dari sedikitnya lima asosiasi anggota. Batas waktu pencalonan yang dilaporkan adalah 18 November 2026.
Pemilihan presiden FIFA dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027. Sampai Wenger menyatakan sikap dan dukungan pencalonan menjadi lebih jelas, kemungkinan dirinya menjadi penantang Infantino masih sebatas wacana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Frosinone vs Sassuolo di Serie A: simak jadwal, kondisi pemain, prediksi susunan pemain, dan peluang kedua tim meraih kemenangan.
ATM Emas Bank Mandiri tersedia di KC Yogyakarta Sudirman. Nasabah dapat mencetak saldo emas digital menjadi emas fisik 1, 5, dan 10 gram.
Putri Kusuma Wardani kalah 17-21, 16-21 dari Wang Zhi Yi pada perempat final Denmark Open 2026. Indonesia tanpa wakil di tunggal putri.
PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS) menyiapkan pembangunan hotel baru di Jogja pada 2027 dan penambahan outlet restoran, seiring kenaikan saham 16,13% dalam setahun.
Jean-Paul van Gastel memahami desakan #VanGastelOut setelah PSIM Jogja kalah empat kali beruntun dan hanya mengoleksi satu poin dari lima laga.
BPJS Kesehatan dan Muhammadiyah bekerja sama memperkuat Program JKN melalui edukasi, penelitian, magang, dan peningkatan literasi jaminan sosial di 165 pergurua