Persebaya vs PSS Sleman: Adu Pertahanan dan Lini Serang

Catur Dwi Janati
Catur Dwi Janati Sabtu, 17 Oktober 2026 19:17 WIB
Persebaya vs PSS Sleman: Adu Pertahanan dan Lini Serang

Logo BRI Super League. - Ist

Harianjogja.com, SLEMAN—PSS Sleman menghadapi ujian berat saat bertandang ke markas Persebaya Surabaya pada pekan kelima Super League 2026/2027, Minggu (18/10/2026). Duel di Stadion Gelora Bung Tomo itu mempertemukan pertahanan solid Bajul Ijo dengan lini serang Super Elja yang lebih produktif dalam empat pertandingan awal musim.

Persebaya baru kebobolan dua gol dari empat laga yang dijalani. Sementara itu, PSS telah mencetak enam gol dalam jumlah pertandingan yang sama, meski gawang mereka juga sudah kemasukan tujuh gol.

Pelatih kepala PSS Sleman, Pieter Huistra, mengakui kekuatan pertahanan Persebaya menjadi salah satu hal yang harus diwaspadai timnya. Berdasarkan catatan kebobolan, Bajul Ijo berada di posisi kedua sebagai tim dengan pertahanan paling rapat setelah Persija Jakarta, yang baru kemasukan satu gol.

"Jika melihat data, terlihat jelas bahwa mereka memiliki pertahanan yang solid serta pemain-pemain yang kuat dan berkualitas," kata Huistra dalam konferensi pers menjelang pertandingan, Sabtu (17/10/2026).

Produktivitas PSS jadi modal menghadapi Bajul Ijo

Meski menyadari kualitas lawan, Huistra menegaskan PSS juga memiliki pemain yang mampu memberikan perlawanan. Ia berharap kekuatan skuad Super Elja dapat dimaksimalkan untuk menghadapi tim tuan rumah.

"Kami pun memiliki pemain-pemain yang sama baiknya. Jadi, ini akan menjadi pertandingan yang menarik," ujarnya.

Dari sisi produktivitas, PSS memiliki catatan yang sedikit lebih baik dibandingkan Persebaya. Super Elja sudah mengemas enam gol dari empat pertandingan, sedangkan Bajul Ijo baru mencetak empat gol.

Perbedaan tersebut membuat duel kedua tim menarik untuk dicermati. Persebaya memiliki catatan kebobolan yang lebih sedikit, sementara PSS membawa modal produktivitas gol yang lebih tinggi.

Huistra memperkirakan kedua tim akan berusaha memaksimalkan keunggulan masing-masing. Karena itu, PSS perlu memanfaatkan peluang di lini depan sekaligus mengantisipasi kekuatan pemain Persebaya agar dapat membawa pulang poin dari Surabaya.

"Kami akan berusaha memaksimalkan keunggulan kami, dan kemungkinan besar Persebaya juga akan memanfaatkan kekuatan mereka. Pertandingan besok pasti akan sangat menarik," tandasnya.

Persebaya belum terkalahkan, PSS dituntut bangkit

Tantangan PSS tidak hanya berasal dari kualitas pertahanan Persebaya, tetapi juga catatan hasil kedua tim pada awal musim. Bajul Ijo belum tersentuh kekalahan setelah meraih dua kemenangan dan dua hasil imbang dari empat pertandingan.

Persebaya mengumpulkan delapan poin dan menempati peringkat keenam klasemen sementara. Sebaliknya, PSS mengawali musim dengan tiga kekalahan dan satu kemenangan sehingga masih berada di posisi ke-15, satu tingkat di atas zona degradasi.

Huistra mengakui pertandingan tandang di Surabaya bukan perkara mudah. Namun, hasil positif yang diraih PSS pada pekan sebelumnya dinilai memberi tambahan kepercayaan diri bagi tim untuk menghadapi tantangan berikutnya.

"Pertandingan besok melawan Persebaya—laga tandang selalu menjadi tantangan yang sulit. Persebaya mengawali musim ini dengan baik. Pekan lalu, kami juga meraih hasil positif, yang memberikan kepercayaan diri yang besar," tuturnya.

Dengan kondisi klasemen yang berbeda, PSS perlu bekerja keras apabila ingin mencuri poin di kandang Persebaya. Kesiapan tim dan kemampuan menjalankan strategi menjadi hal penting untuk menghadapi tuan rumah yang memiliki pertahanan kuat serta belum terkalahkan pada awal musim.

"Jadi, untuk laga tandang di Surabaya ini, kami harus benar-benar siap. Kami harus berjuang keras dalam pertandingan tersebut, dan itulah yang akan kami lakukan," tegasnya.

Pertandingan pekan kelima Super League ini pun menjadi kesempatan bagi PSS untuk memperbaiki posisi di klasemen. Di sisi lain, Persebaya berpeluang mempertahankan catatan tak terkalahkan mereka, sehingga pertarungan efektivitas serangan dan ketahanan lini belakang berpotensi menjadi salah satu penentu jalannya laga.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online