3 Kebiasaan Warga Finlandia yang Bisa Membuat Hidup Bahagia
Tiga prinsip hidup warga Finlandia yang berkaitan dengan kebahagiaan: berhenti membandingkan diri, dekat dengan alam, dan menjaga kepercayaan.
Liga Inggris/FA
Harianjogja.com, JOGJA—Brighton & Hove Albion akan menjamu Crystal Palace dalam lanjutan Premier League 2026/2027 di Amex Stadium, Minggu (18/10/2026). Pertandingan yang dikenal sebagai M23 Derby tersebut bukan hanya menjadi kesempatan bagi kedua tim untuk menambah poin, tetapi juga ajang mempertahankan gengsi dalam rivalitas yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Brighton memasuki pertandingan dengan kepercayaan diri setelah mencatatkan sejumlah hasil positif pada awal musim. Sementara itu, Crystal Palace berusaha merespons kekalahan di kompetisi Eropa sekaligus menjaga catatan pertemuan yang menguntungkan saat menghadapi rivalnya tersebut.
Kedua klub memiliki jalur perkembangan yang berbeda. Brighton dikenal karena pendekatan perekrutan pemain berbasis data dan pengembangan talenta, sedangkan Palace berupaya mengubah perkembangan tim menjadi prestasi yang bisa dibanggakan pendukungnya.
Persaingan Brighton dan Crystal Palace memiliki karakter unik karena kedua klub tidak berasal dari kota yang berdekatan. Amex Stadium di Brighton dan Selhurst Park di London selatan terpisah sekitar 45 mil atau lebih dari 70 kilometer.
Nama M23 Derby merujuk pada jalan tol M23 yang menghubungkan kawasan London dengan Sussex. Pertandingan kedua klub terkadang juga disebut A23 Derby, mengikuti jalur jalan yang menghubungkan wilayah tersebut.
Rivalitas mereka semakin menguat pada pertengahan 1970-an. Saat itu, Brighton dan Palace sama-sama berjuang menembus kasta lebih tinggi dalam sepak bola Inggris. Pertemuan pada musim 1976/1977, termasuk rangkaian pertandingan Piala FA, ikut memperbesar ketegangan di antara kedua kubu.
Perseteruan tersebut tidak hanya melibatkan pemain dan pendukung, tetapi juga tokoh di bangku pelatih. Alan Mullery yang menangani Brighton dan Terry Venables dari Crystal Palace menjadi dua sosok yang lekat dengan sejarah rivalitas tersebut.
Kini, Brighton dikenal dengan julukan The Seagulls, sedangkan Crystal Palace dijuluki The Eagles. Setiap pertemuan mereka membawa pertaruhan lebih dari sekadar posisi di klasemen karena hasil derbi juga berkaitan dengan kebanggaan pendukung masing-masing.
Di bawah pelatih Fabian Hürzeler, Brighton berusaha menjaga daya saing melalui organisasi permainan, pengembangan pemain, dan perekrutan yang terencana. Pendekatan itu membuat klub mampu mempertahankan kompetitivitas meski harus menghadapi persaingan dengan tim-tim yang memiliki sumber daya lebih besar.
Modal Brighton menjelang derbi juga cukup positif. Mereka hanya menelan satu kekalahan dalam enam pertandingan awal Premier League musim 2026/2027 dan berada di kelompok atas klasemen.
Kepercayaan diri tim bertambah setelah Brighton mengalahkan FK Kauno Žalgiris dengan skor 4-0 di Conference League pada 15 Oktober 2026. Kemenangan tersebut menjadi hasil positif menjelang laga melawan Palace.
Meski demikian, hasil pertandingan sebelumnya tidak otomatis menjamin kemenangan dalam derbi. Brighton tetap harus menjaga konsentrasi karena Palace memiliki motivasi besar untuk menghentikan laju rivalnya.
Crystal Palace datang dengan pekerjaan rumah setelah kalah 2-3 dari Lyon pada pertandingan Liga Europa, Kamis (15/10/2026). Dalam laga tersebut, Palace sempat tertinggal sebelum memperkecil jarak melalui gol Yéremy Pino dan Daichi Kamada. Namun, upaya mereka mengejar ketertinggalan belum cukup untuk menghindari kekalahan.
Kekalahan tersebut membuat pertandingan melawan Brighton menjadi kesempatan bagi Palace untuk segera bangkit. Selain mengejar poin di Premier League, kemenangan dalam M23 Derby memiliki arti tersendiri bagi para pendukung.
Palace perlu menjaga disiplin pertahanan sekaligus memanfaatkan peluang ketika Brighton kehilangan penguasaan bola. Dalam pertandingan dengan rivalitas tinggi, kemampuan mengendalikan tekanan dan memaksimalkan kesempatan bisa menjadi pembeda.
The Eagles juga memiliki modal berupa catatan pertemuan terkini. Menurut pratinjau Sports Mole menjelang pertandingan ini, Palace membidik laga kelima secara beruntun tanpa kekalahan melawan Brighton.
Head to Head Brighton vs Crystal Palace
Rekor pertemuan memperlihatkan betapa ketatnya persaingan kedua klub. Berdasarkan catatan Sports Mole menjelang pertandingan Oktober 2026, Brighton dan Crystal Palace telah bertemu 145 kali di berbagai kompetisi.
Crystal Palace membukukan 54 kemenangan, sementara Brighton meraih 50 kemenangan. Sebanyak 41 pertandingan lainnya berakhir imbang. Selisih empat kemenangan tersebut menunjukkan Palace unggul tipis dalam catatan historis. Namun, rekor masa lalu tidak serta-merta menentukan hasil pertandingan berikutnya, terlebih ketika kondisi dan performa kedua tim dapat berubah.
Brighton memiliki modal dari kemenangan telak di kompetisi Eropa, sedangkan Palace berusaha memulihkan kepercayaan diri setelah kalah dari Lyon. Pertemuan di Amex Stadium pun berpotensi berlangsung ketat karena kedua tim memiliki kepentingan besar.
Selain perebutan tiga poin Premier League, M23 Derby menjadi kesempatan bagi Brighton untuk menunjukkan konsistensi dan bagi Palace untuk mempertahankan reputasinya dalam rivalitas ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tiga prinsip hidup warga Finlandia yang berkaitan dengan kebahagiaan: berhenti membandingkan diri, dekat dengan alam, dan menjaga kepercayaan.
Mitchell Baker mengoleksi delapan gol dan empat assist dari 10 laga bersama Georgetown University. Ia juga mencatatkan sembilan gol untuk Timnas Indonesia.
DPRD Bantul menyoroti kebersihan, keselamatan akses, fasilitas, dan pungutan pasar untuk menjaga daya saing pedagang tradisional.
Kalender F1 2027 berisi 24 Grand Prix dan 10 Sprint. Portugal serta Turki kembali menjadi tuan rumah. Simak jadwal lengkapnya.
Cek SMS dan chat mencurigakan dengan Circle to Search atau Google Lens. Kenali tanda penipuan sebelum mengeklik tautan atau membagikan data pribadi.
KPK mengungkap dugaan permintaan Rp600 juta yang dinegosiasikan menjadi Rp400 juta untuk mengondisikan hasil audit BPK Klaten.