PSS Imbang Lawan Persebaya, Pieter Huistra Soroti Intensitas Liga

Catur Dwi Janati
Catur Dwi Janati Minggu, 18 Oktober 2026 19:07 WIB
PSS Imbang Lawan Persebaya, Pieter Huistra Soroti Intensitas Liga

Pelatih Kepala PSS Sleman, Pieter Huistra./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati

Harianjogja.com, SLEMAN—PSS Sleman membawa pulang satu poin setelah bermain imbang 2-2 melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan pekan kelima Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (18/10/2026). Sempat unggul dua kali, kemenangan Super Elja sirna setelah tuan rumah mencetak gol penyeimbang pada masa tambahan waktu babak kedua.
Meski menyayangkan kegagalan timnya mempertahankan keunggulan, pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, menilai satu poin dari lawatan ke Surabaya sebagai hasil yang cukup positif. Ia juga menyoroti perkembangan sepak bola Indonesia yang dinilainya semakin kompetitif.

Menurut Huistra, pertandingan di Gelora Bung Tomo berlangsung sengit. Intensitas permainan meningkat, duel antarpemain semakin banyak, dan setiap tim memperlihatkan semangat juang yang tinggi.
"Menurut saya pertandingan hari ini berlangsung sengit. Memang sulit, bisa dilihat perkembangan dalam sepak bola Indonesia. Intensitasnya jauh lebih tinggi, lebih banyak duel, dan tim-tim yang bertanding menunjukkan semangat juang yang lebih besar," kata Huistra dalam Post Match Press Conference pada Minggu (18/10/2026).

Pieter Huistra Nilai Satu Poin PSS Cukup Positif
Huistra mengakui Persebaya memulai pertandingan dengan baik. Namun, PSS mampu mencuri keunggulan lebih dahulu melalui eksekusi tendangan bebas Melvyn Lorenzen.
"Persebaya memulai laga dengan sangat baik dan kami mencetak gol indah untuk unggul 1-0, setelah itu jalannya pertandingan bisa saja berubah ke arah mana pun," ujarnya.
PSS kemudian kembali memimpin pada babak kedua dan mempertahankan keunggulan 2-1 hingga mendekati akhir pertandingan. Sayangnya, gol Persebaya pada menit ke-90+1 menggagalkan upaya tim tamu membawa pulang tiga poin.
Huistra mengaku sedikit kecewa karena kemenangan yang sudah di depan mata akhirnya lepas. Kendati demikian, ia tetap memandang hasil imbang tersebut sebagai capaian yang baik jika mempertimbangkan jalannya pertandingan."Pada akhirnya, kami sempat unggul 2-1 hingga beberapa menit menjelang akhir. Sedikit disayangkan hanya meraih satu poin, tetapi jika dilihat secara keseluruhan, menurut saya ini adalah hasil yang bagus," tandasnya.

Kronologi Persebaya vs PSS: Saling Berbalas Gol
Pertandingan berlangsung ketat sejak awal. Meski mendapat tekanan dari Persebaya, PSS justru membuka keunggulan pada menit kesembilan melalui tendangan bebas Melvyn Lorenzen.
Sepakan Melvyn melengkung deras ke sisi kiri gawang Persebaya dan tidak mampu dihalau Ernando Ari. Gol tersebut membawa PSS unggul 0-1.
Persebaya baru berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-36. Winger Miguel Pereira mencetak gol melalui tandukan terarah ke gawang PSS. Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, PSS kembali memimpin pada menit ke-61. Hiromu Tanaka melepaskan tembakan keras yang menghujam pojok kanan gawang Ernando Ari. Gol tersebut mengubah skor menjadi 1-2 untuk keunggulan tim tamu.

PSS berpeluang membawa pulang kemenangan dari Surabaya. Namun, Miguel Pereira kembali menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Super Elja setelah mencetak gol keduanya pada menit ke-90+1.
Gol tersebut membuat kedudukan kembali imbang 2-2. Skor bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.

Posisi PSS dan Persebaya di Klasemen Super League
Hasil imbang tersebut tidak mengubah posisi kedua tim di klasemen sementara Super League.
Persebaya menempati peringkat keenam dengan koleksi sembilan poin dari dua kemenangan dan tiga hasil imbang.
Sementara itu, PSS Sleman masih berada di posisi ke-15 dengan total empat poin. Raihan tersebut berasal dari satu kemenangan dan satu hasil imbang.
Hasil di Surabaya membuat PSS gagal menambah tiga poin, meski sempat dua kali berada dalam posisi unggul. Di sisi lain, penilaian Pieter Huistra terhadap meningkatnya intensitas pertandingan menjadi sorotan tersendiri setelah duel sengit kedua tim di Gelora Bung Tomo.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online