Emil Audero Tampil Impresif, Rayo Vallecano Tahan Getafe 1-1
Emil Audero tampil impresif saat Rayo Vallecano imbang 1-1 melawan Getafe di LaLiga. Kiper Timnas Indonesia itu beberapa kali menyelamatkan gawang.
Erling Haaland./Instagram
Harianjogja.com, JOGJA—Manchester City menghadapi ancaman sanksi berat setelah komisi independen Premier League menyatakan klub tersebut terbukti melakukan pelanggaran aturan keuangan dalam periode 2009 hingga 2018. Namun, kabar mengenai pengurangan 80 poin dan denda 100 juta poundsterling masih berupa usulan yang diberitakan media Inggris, bukan hukuman resmi yang telah dijatuhkan.
Laporan The Sun menyebut pengurangan 80 poin dan denda 100 juta poundsterling menjadi salah satu skenario hukuman yang dibicarakan terkait kasus tersebut. Jika sanksi pengurangan poin sebesar itu benar-benar dijatuhkan, Manchester City berisiko terlempar dari Premier League ke Championship, kompetisi kasta kedua sepak bola Inggris.
Meski demikian, belum ada kepastian bahwa Manchester City akan menerima hukuman dengan besaran tersebut. Klub berjuluk The Citizens itu telah mengajukan banding atas temuan komisi independen dan tetap membantah melakukan pelanggaran sebagaimana yang diputuskan.
Kasus pelanggaran keuangan Manchester City berkaitan dengan dugaan penyimpangan selama sembilan musim, yakni dari 2009/2010 hingga 2017/2018. Pada 29 September 2026, Premier League mengonfirmasi hasil pemeriksaan komisi independen yang menyatakan klub terbukti melakukan pelanggaran serius terhadap aturan keuangan liga.
Temuan tersebut mencakup penggunaan perjanjian komersial yang dinilai tidak mencerminkan kesepakatan sebenarnya, penyampaian laporan keuangan yang tidak akurat, serta pelanggaran kewajiban bekerja sama dengan penyelidikan Premier League.
Setelah keputusan itu diumumkan, Manchester City menempuh jalur banding. Karena itu, besaran dan bentuk hukuman akhir masih bergantung pada proses yang berjalan serta keputusan otoritas terkait.
Sejumlah laporan media Inggris menyebut proses banding ditargetkan selesai dalam beberapa bulan ke depan, dengan kemungkinan keputusan pada akhir 2026 atau awal 2027. Namun, jadwal tersebut belum dapat diperlakukan sebagai tanggal pasti untuk pengumuman sanksi. Perkembangan proses banding dan penetapan hukuman juga perlu dibedakan karena keduanya merupakan tahapan yang tidak selalu berakhir bersamaan.
Jurnalis Martin Lipton dari The Sun mengemukakan usulan pengurangan 80 poin dan denda 100 juta poundsterling sebagai bentuk hukuman berat bagi Manchester City. Nilai denda tersebut setara dengan sekitar Rp2,4 triliun jika menggunakan perkiraan kurs Rp24.000 per poundsterling.
Angka itu bukan keputusan final Premier League. Usulan tersebut juga tidak berarti bahwa pengurangan 80 poin telah disepakati atau dipastikan akan diterapkan oleh komisi yang menangani kasus ini.
Jika pengurangan 80 poin diterapkan, dampaknya terhadap posisi Manchester City di klasemen akan sangat besar. Klub tersebut berpotensi turun ke Championship, kompetisi kasta kedua dalam sistem liga sepak bola Inggris.
Bahkan, jika sanksi tambahan diterapkan pada musim berikutnya, upaya untuk kembali ke Premier League bisa menjadi lebih sulit. Akan tetapi, kemungkinan tersebut masih bersifat spekulatif dan bergantung pada bentuk hukuman yang benar-benar ditetapkan.
Penting pula untuk membedakan Championship dari League Two. Championship merupakan kasta kedua, sedangkan League Two adalah kasta keempat sepak bola Inggris. Dengan demikian, ancaman degradasi yang dibahas dalam laporan mengenai Manchester City merujuk pada kemungkinan turun ke Championship, bukan otomatis ke League Two.
Manchester City tetap mempertahankan sikap bahwa klub memiliki bukti untuk menentang temuan komisi independen. Dalam pernyataan sebelumnya, klub mengaku kecewa dan terkejut atas hasil pemeriksaan serta menyatakan akan menempuh proses banding.
Komisi independen menemukan pelanggaran terkait laporan keuangan dan sejumlah kewajiban klub selama periode yang diperiksa. Namun, proses banding memberi kesempatan kepada Manchester City untuk menggugat hasil tersebut melalui mekanisme yang tersedia.
Karena itu, perkembangan kasus ini belum dapat disimpulkan hanya dari besarnya hukuman yang diusulkan media. Hasil banding, pertimbangan komisi, serta keputusan resmi mengenai sanksi akan menentukan konsekuensi yang benar-benar harus dijalani klub.
Di tengah proses hukum tersebut, Manchester City tetap bersaing di Premier League musim 2026/2027. Berdasarkan data yang disebut dalam laporan sebelum pertandingan pekan ketujuh, The Citizens berada di puncak klasemen dengan 21 poin, unggul tiga angka dari Arsenal.
Posisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan di luar lapangan belum mengubah status mereka dalam klasemen secara otomatis. Sampai sanksi resmi diumumkan dan dinyatakan berlaku, posisi kompetisi Manchester City tetap mengikuti hasil pertandingan serta ketentuan liga yang berlaku.
Perkembangan perkara ini menjadi perhatian karena keputusan akhirnya berpotensi memengaruhi persaingan liga, posisi klub, dan perencanaan tim pada musim-musim berikutnya. Namun, pengurangan 80 poin, denda 100 juta poundsterling, dan degradasi ke Championship masih harus diperlakukan sebagai kemungkinan yang diberitakan, bukan hukuman yang sudah dipastikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Emil Audero tampil impresif saat Rayo Vallecano imbang 1-1 melawan Getafe di LaLiga. Kiper Timnas Indonesia itu beberapa kali menyelamatkan gawang.
Toyota Corolla generasi baru diproyeksikan hadir pada 2028 dengan opsi bensin, hybrid, PHEV, dan EV. Simak bocoran spesifikasi dan harganya.
FIFA menjatuhkan skorsing kepada Hossam Hassan, Ibrahim Hassan, dan Mostafa Zico usai kontroversi wasit dalam laga Mesir vs Argentina.
Cek harga emas Antam, Galeri 24, dan UBS di Pegadaian Selasa, 20 Oktober 2026, lengkap dengan daftar harga jual dan buyback berbagai ukuran.
Apple menggelar Pro and Tell pada 28 Oktober 2026. MacBook Pro layar sentuh OLED dan iPad mini OLED dirumorkan meluncur.
Manchester City menghadapi proses banding kasus finansial. Simak kabar usulan pengurangan 80 poin, denda 100 juta pound, dan status sanksi resminya.