Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa Jogja Tuntut Evaluasi MBG hingga Militerisme
Mahasiswa dari HMI, UGM, dan UII menggelar aksi di DPRD DIY, menuntut evaluasi MBG, KDMP, penanganan karhutla, hingga pelanggaran HAM.
PSIM Jogja kalah 0-1 dari Bhayangkara FC dan menelan lima kekalahan beruntun. Laskar Mataram kini berada di peringkat ke-17 dengan satu poin. /Instagram.
Harianjogja.com, JOGJA— PSIM Jogja semakin terpuruk di zona degradasi Super League 2026/2027 setelah kalah 0-1 dari Bhayangkara FC. Bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-27 akibat kartu merah Ze Valente, Laskar Mataram gagal membawa pulang poin dari Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, Selasa (20/10/2026) malam.
Hasil tersebut memperpanjang tren negatif PSIM menjadi lima kekalahan beruntun. Sebelumnya, tim berjuluk Laskar Mataram itu juga takluk 1-2 dari PSM Makassar di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (16/10/2026).
Rentetan hasil buruk membuat posisi PSIM semakin tertekan. Hingga enam pertandingan, tim asal Jogja tersebut masih menempati peringkat ke-17 dengan koleksi satu poin.
Kartu Merah Ze Valente Mengubah Jalannya Pertandingan
PSIM sebenarnya mengawali pertandingan dengan cukup menjanjikan. Meski bermain sebagai tim tamu, anak asuh caretaker Guntur Cahyo Utomo berani meladeni permainan Bhayangkara FC dan melancarkan serangan ke pertahanan lawan.
Ze Valente menjadi salah satu pemain yang aktif menggerakkan permainan dari lini tengah. Gelandang tersebut mampu mengontrol tempo sekaligus mencoba menembus pertahanan Bhayangkara.
Ze bahkan sempat melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang mengarah ke pojok kiri gawang. Namun, kiper Bhayangkara, M. Fahri, berhasil menggagalkan peluang tersebut.
Situasi berubah pada menit ke-27. Ze menerima kartu merah setelah wasit menilai kakinya terangkat terlalu tinggi hingga mengenai kepala pemain lawan.
Kehilangan satu pemain membuat PSIM harus mengubah pendekatan permainan. Sebaliknya, Bhayangkara semakin leluasa melancarkan tekanan berkat keunggulan jumlah pemain.
Guntur merespons situasi tersebut dengan menarik winger Riyatno Abiyoso dan memasukkan bek kiri Alwi Fadilah. Pergantian itu dilakukan untuk memperkuat pertahanan Laskar Mataram.
Meski terus mendapat tekanan, PSIM mampu menjaga kedisiplinan lini belakang hingga babak pertama berakhir tanpa gol.
Moussa Sidibe Pecah Kebuntuan Bhayangkara
Memasuki babak kedua, Bhayangkara tetap mendominasi serangan. Pertahanan PSIM akhirnya runtuh pada menit ke-59 setelah Moussa Sidibe melepaskan tembakan keras dari dalam kotak penalti.
Gol tersebut membawa Bhayangkara unggul 1-0 sekaligus membuat PSIM harus berjuang lebih keras untuk mengejar ketertinggalan.
Guntur kemudian melakukan tiga pergantian pemain sekaligus pada menit ke-63. Yusaku Yamadera, Savio Sheva, dan Raka Cahyana ditarik keluar untuk memberi tempat kepada Rio Hardiawan, Ahmad Agung, dan striker Mauro Caballero.
Pergantian tersebut menjadi bagian dari upaya PSIM mengubah permainan setelah tertinggal. Laskar Mataram berusaha meningkatkan tekanan menjelang akhir pertandingan.
Serangan melalui sisi kanan yang dikawal Vidal sempat memberikan variasi dalam upaya membongkar pertahanan Bhayangkara. Namun, PSIM belum mampu mencetak gol penyeimbang hingga pertandingan berakhir.
Skor 1-0 tetap bertahan untuk kemenangan Bhayangkara FC.
PSIM Terjebak di Peringkat ke-17
Kekalahan dari Bhayangkara membuat posisi PSIM di klasemen sementara semakin mengkhawatirkan. Laskar Mataram berada di peringkat ke-17 atau zona degradasi dengan satu poin dari enam pertandingan.
Sebaliknya, tambahan tiga poin membawa Bhayangkara FC merangsek ke posisi empat besar klasemen sementara dengan koleksi 10 poin.
Hasil ini juga menjadi ujian pertama bagi Guntur Cahyo Utomo sebagai caretaker PSIM. Ia menangani tim setelah manajemen memberhentikan Jean-Paul Van Gastel sehari seusai kekalahan dari PSM Makassar.
Guntur kini menghadapi pekerjaan berat untuk menghentikan tren lima kekalahan beruntun sekaligus membawa PSIM keluar dari zona degradasi. Perbaikan performa menjadi tantangan penting bagi Laskar Mataram setelah kembali gagal meraih poin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mahasiswa dari HMI, UGM, dan UII menggelar aksi di DPRD DIY, menuntut evaluasi MBG, KDMP, penanganan karhutla, hingga pelanggaran HAM.
PSIM Jogja menelan lima kekalahan beruntun dan terpuruk di zona degradasi. Guntur Cahyo Utomo meminta tim segera bangkit di laga berikutnya.
Cek jadwal SIM Gunungkidul Rabu, 21 Oktober 2026, di Toserba Sambipitu, lengkap dengan lokasi layanan lain dan syarat perpanjangan SIM.
Sebanyak 1.600 pelajar dari 58 sekolah mengikuti Kemah Kebangsaan BP2M di Cibubur. BNPT mengajak generasi muda merawat keberagaman.
Shin Tae-yong optimistis Persija Jakarta memutus rekor buruk melawan Arema FC saat bertemu di Stadion Patriot, Rabu (21/10/2026).
Cek jadwal KRL Palur-Jogja Rabu, 21 Oktober 2026. Tersedia 12 jadwal keberangkatan dari Palur hingga Stasiun Yogyakarta.