Ganda Campuran China Li Hong Yi-Huang Ke Xin Juara Indonesia Masters 2026

Newswire
Newswire Minggu, 25 Oktober 2026 18:27 WIB
Ganda Campuran China Li Hong Yi-Huang Ke Xin Juara Indonesia Masters 2026

Li Hong Yi/Huang Ke Xin menjuarai Polytron Kudus Indonesia Masters 2026 setelah mengalahkan Terry/Gloria dalam tiga gim di Kudus. /Antara.

Harianjogja.com, KUDUS—Ganda campuran China Li Hong Yi/Huang Ke Xin menjuarai Polytron Kudus Indonesia Masters 2026 setelah bangkit dari kekalahan pada gim pertama untuk menaklukkan Hee Yong Kai Terry/Gloria Emanuelle Widjaja di partai final, Minggu. Bertanding di GOR Djarum Arena Kudus, Jawa Tengah, pasangan China itu menang dengan skor 15-21, 21-5, 21-10.

Kemenangan tersebut memastikan Li/Huang meraih gelar juara dalam turnamen bulu tangkis BWF Tour Super 100 itu. Huang Ke Xin mengaku tidak menyangka mereka bisa keluar sebagai juara, sedangkan Li Hong Yi menyebut gelar tersebut memang menjadi sasaran mereka sejak awal turnamen.

Li/Huang Bangkit Setelah Kalah pada Gim Pertama

Li/Huang mengawali pertandingan final dengan kekalahan 15-21 pada gim pertama. Namun, pasangan China itu mampu mengubah jalannya pertandingan pada gim kedua dengan kemenangan telak 21-5.

Memasuki gim penentuan, Li/Huang kembali mengungguli Terry/Gloria dengan skor 21-10. Hasil tersebut memastikan kemenangan pasangan China melalui pertandingan tiga gim.

Huang Ke Xin menyebut gelar juara di Kudus menjadi kejutan bagi mereka. Menurut dia, keberhasilan tersebut merupakan gelar juara kedua bagi pasangan itu setelah sebelumnya juga meraih gelar dalam kompetisi di China.

"Titel juara ini merupakan yang kedua bagi kami berdua, setelah sebelumnya juga meraih gelar juara di ajang kompetisi di China," ujar Huang.

Kecepatan dan Reli Panjang Jadi Kunci

Huang menjelaskan kecepatan permainan dan reli panjang menjadi bagian penting dari strategi mereka saat menghadapi Terry/Gloria yang lebih berpengalaman. Faktor usia juga dinilai memberikan keuntungan bagi pasangan China dari segi energi dan stamina.

"Karena kami lebih muda, tentunya secara energi lebih kuat dibandingkan mereka yang sudah senior," katanya.

Strategi tersebut diterapkan untuk menguras tenaga lawan. Setelah kehilangan gim pertama, Li/Huang mampu mengambil alih permainan dan memenangi dua gim berikutnya dengan selisih poin yang cukup jauh.

Sementara itu, Li Hong Yi mengatakan mereka memang membidik gelar juara sejak awal mengikuti Polytron Kudus Indonesia Masters 2026.

Gloria Akui Penampilan Belum Maksimal

Di kubu lawan, Gloria Emanuelle Widjaja mengakui penampilan mereka pada pertandingan final belum maksimal. Meskipun sempat memenangi gim pertama, Terry/Gloria gagal mempertahankan keunggulan dan harus menerima kekalahan dalam dua gim berikutnya.

"Kami sudah berupaya bermain maksimal. Hasilnya demikian yang kami terima," ujar Gloria.

Gloria juga menyoroti kondisi angin di lapangan yang menurutnya menyulitkan mereka mengendalikan laju kok. Situasi tersebut menjadi salah satu tantangan saat mereka menjalani gim kedua dan hanya mampu mengumpulkan lima poin.

"Sejak awal babak penyisihan hingga semifinal, kami bermain di lapangan dua. Sedangkan di lapangan satu, baru kali ini sehingga belum memahami kondisi anginnya. Meskipun demikian, hal tersebut tidak bisa dijadikan alasan. Harus diakui bahwa kami kurang maksimal saja," katanya.

Terry/Gloria juga mengakui pemulihan kondisi fisik mereka belum optimal. Selain itu, usia lawan yang lebih muda dinilai memberi keuntungan dalam hal stamina, sementara kekuatan pukulan Li Hong Yi turut menyulitkan mereka.

Meski gagal meraih gelar juara, Terry mengatakan pencapaian mereka sudah sesuai dengan target awal, yakni menembus partai final Polytron Kudus Indonesia Masters 2026.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online