Yamaha Mundur dari MotoGP Qatar 2026 karena Situasi Timur Tengah

Newswire
Newswire Minggu, 01 November 2026 22:47 WIB
Yamaha Mundur dari MotoGP Qatar 2026 karena Situasi Timur Tengah

Ilustrasi Monster Energy Yamaha MotoGP Team/Monster Energy

Harianjogja.com, DOHA—Yamaha memutuskan tidak mengikuti MotoGP Qatar 2026 menyusul situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang terus memanas. Keputusan tersebut membuat dua tim pabrikan asal Jepang itu, yakni Monster Energy Yamaha dan Prima Pramac Yamaha, absen dari seri ke-20 musim ini.

Balapan MotoGP Qatar sedianya berlangsung di Sirkuit Lusail, Doha, pada 6-8 November 2026. Yamaha selanjutnya akan mengalihkan fokus ke seri Portugal.

Keputusan mundur itu juga berdampak pada empat pembalap Yamaha, yaitu Fabio Quartararo, Alex Rins, Jack Miller, dan Augusto Fernandez. Mereka tidak akan tampil dalam balapan di Qatar.

Yamaha Pertimbangkan Situasi Keamanan

Dalam pernyataan yang disampaikan pada Minggu, Yamaha menjelaskan keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan perkembangan situasi di Timur Tengah.

Pabrikan itu menyebut belum menemukan alasan yang cukup untuk mengubah pembatasan perjalanan yang berlaku di seluruh perusahaan.

"Mengikuti perkembangan situasi terakhir terhadap situasi di Timur Tengah, Yamaha tidak mengidentifikasi alasan yang cukup untuk mengubah pembatasan perjalanan ke seluruh perusahaannya," tulis Yamaha, Minggu.

Yamaha kemudian menyampaikan keputusan resmi kepada pihak penyelenggara MotoGP.

"Hasilnya, Yamaha telah menginformasikan MotoGP Group tentang keputusannya untuk tidak berpartisipasi dalam Grand Prix Qatar 2026," tulis Yamaha.

Permintaan Pembatalan Balapan Tak Berhasil

Sebelum memutuskan menarik diri, Yamaha disebut telah meminta pihak MotoGP membatalkan seri Grand Prix Qatar pada Minggu siang.

Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Yamaha akhirnya mengambil keputusan untuk tidak mengirimkan kedua timnya dalam seri yang dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Lusail tersebut.

Dengan mundurnya Monster Energy Yamaha dan Prima Pramac Yamaha, empat pembalap dari kedua tim dipastikan melewatkan balapan Qatar. Yamaha kini mengarahkan perhatian ke seri Portugal.

Eskalasi serangan milisi Houthi asal Yaman yang terus menerus menargetkan infrastruktur vital, fasilitas minyak, dan bandara di wilayah Arab Saudi telah memicu kekhawatiran serius terhadap stabilitas keamanan kawasan Teluk.

Meskipun ketegangan geopolitik ini berdampak besar pada sektor penerbangan sipil regional serta meningkatkan kewaspadaan tingkat tinggi di negara-negara tetangga.

Hingga kini tidak ada laporan resmi yang menunjukkan adanya dampak langsung atau gangguan signifikan terhadap penyelenggaraan ajang balap motor internasional MotoGP di Qatar, mengingat letak geografis Qatar yang tetap menjalankan agenda olahraga dan penerbangannya secara independen di tengah memanasnya situasi keamanan regional.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online