Polisi Periksa 10 Saksi Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bripka E
Polisi memeriksa 10 saksi dalam kasus dugaan kekerasan seksual Bripka E. Penyidik segera melimpahkan berkas perkara ke Kejari Wonogiri.
HARIAN JOGJA/GIGIH M. HANAFI MERAYAKAN KEMENANGAN-- Pemain PSIM Reinhard Rumaikewi (kiri) dan Muhammad Irfan (kanan) merayakan gol saat liga lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia 2011-2012 antara PSIM Jogja dengan Persis Solo di Stadion Mandala Krida, Jogja, Jumat (16/3). Pertandingan tersebut di menangkan PSIM Jogja dengan skor 2-0.
http://images.harianjogja.com/2013/03/160312_Jogja_PSIM-vs-PERSIS_Gih11.jpg" alt="" />JOGJA-Bermain di hadapan ribuan pendukungnya, Selasa sore (26/3/2013) PSIM berhasil menjaga gengsi dalam derby Mataram kontra Persis Solo dengan skor 4-1.
Adalah striker PSIM Agung Suprayogi yang menjadi tokoh utama dalam laga sarat gengsi itu berkat dua gol yang dicetaknya.
Seperti yang direncanakan, pada laga yang merupakan partai terakhir putaran pertama Divisi Utama Liga Indonesia 2013 bagi PSIM itu, Laskar Mataram langsung tampil menekan dan mendominasi permainan sejak menit awal.
Serangan sporadis dan dan permainan yang terpola dengan baik, mengalir dari kaki Eko Budi Santoso yang berujung pada terciptanya beberapa peluang di depan gawang Persis yang dikawal Dian Rompi.
Dominasi PSIM itu pun berbuah manis. Ketika pertandingan baru berjalan 8 menit, striker yang didatangkan dari Arema, Agung Suprayogi berhasil membuat PSIM unggul 1-0. Berawal dari umpan matang Supri Andriyanto dari sisi kiri pertahanan Persis Solo, Agung Supriyanto berhasil menyambutnya melalui heading sempurna. Bola pun bersarang di sudut kiri gawang Dian Rompi.
Unggul 1-0 semakin membuat pemain PSIM semakin berambisi untuk menggandakan keunggulan.
Terbukti, di menit 17, bek sayap andalan PSIM Topas Pamungkas berhasil menambah keunggulan melalui tendangan keras melengkung melewati atas kepala Dian Rompi. Skor pun berubah menjadi 2-0.
Setelah unggul dua gol tersebut, anak asuhan Maman Durrachman kemudian melambatkan tempo permainan. Akibatnya, para pemain Persis Solo berhasil menguasai bola dan menciptakan beberapa peluang, terutama dari kaki Januar Ruspuspito dan Bayu Nugroho.
Alhasil, tiga menit jelang turun minum, striker Persis Januar Ruspuspito berhasil memperkecil ketinggalan menjadi 1-2. Striker yang pernah bermain di PSIM ini berhasil menyelesaikan umpan matang dari sektor sayap kanan melalui heading.
Di babak kedua pertandingan semakin panas. Pasalnya, tim tamu mulai berani bermain terbuka untuk mengejar ketinggalan skor mereka.
Terlebih, ribuan suporter pendukung tuan rumah yang berulah di sekitar menit 58 melakukan pelemparan terhadap pemain Persis Solo yang mengakibatkan pertandingan sempat terhenti sekitar 4 menit.
Ketika insiden tersebut bisa diatasi, pertandingan pun dilanjutkan. Ketika itulah petaka tim tamu semakin berlanjut.
Berawal dari umpan cantik kapten tim PSIM Nova Zaenal, Agung Suprayogi kembali berhasil mencetak angka ketika placing-nya gagal dibendung oleh Dian Rompi. Skor pun berubah menjadi 3-1.
Provokasi dan teriakan dari suporter tuan rumah pun membuat ciut nyali tim tamu yang memang banyak dihuni pemain muda.
Akibatnya, para pemain PSIM pun semakin merajalela. Serangan dari kedua sayap PSIM, yakni Supri Andriyanto di kanan, dan Dany Wahyu di kiri benar-benar merepotkan Saparno dkk.
Alhasil di menit 63, gelandang sayap asal Magelang yang sempat diragukan performanya, Supri Andriyanto berhasil memperbesar keunggulan menjadi 4-1.
Skor itu pun bertahan hingga wasit Sapari asal Bandung meniupkan peluit panjang pertanda berakhirnya pertandingan.
Meski menang besar, Pelatih PSIM Maman Durrachman mengakui tak begitu puas dengan performa para pemainnya.
Menurutnya, alasan kelelahan pasca tur Jatimnya 16-23 Maret lalu. "Kita cuma punya waktu istirahat 3 hari. Lihat saja tadi, yang mobilitasnya tinggi cuma Eko Budi saja, karena ia kan absen saat tur Jatim," ucapnya seusai pertandingan.
Terpisah, Hong Widodo, Manajer Teknik Persis Solo, mengakui bahwa penampilan timnya memang jauh dari harapan. Pasalnya dengan tampil di bawah tekanan ribuan suporter, mental para pemain mudanya jelas drop.
"Akibatnya semua skema menjadi tidak jalan," ucapnya.
Oleh karena itulah, dirinya sempat menyayangkan terjadinya insiden pelemparan yang dilakukan suporter tuan rumah kepada pemainnya. "Jelas ini membuat mental pemain kami drop," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi memeriksa 10 saksi dalam kasus dugaan kekerasan seksual Bripka E. Penyidik segera melimpahkan berkas perkara ke Kejari Wonogiri.
Cek jadwal KRL Palur-Jogja Rabu 19 Agustus 2026, lengkap dari Stasiun Palur hingga Stasiun Yogyakarta.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 19 Agustus 2026 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Pascagempa NTT, 32 dari 33 titik longsoran telah ditangani. BNPB mencatat 68 orang meninggal dan 213 lainnya luka-luka.
SAC menggelar pameran 150 lukisan untuk merayakan HUT RI ke-81 sekaligus merespons dinamika global dan memperkuat pesan perdamaian.
Menkeu Purbaya memastikan pengalihan status guru PPPK menjadi pegawai pusat tak mengganggu fiskal. Defisit RAPBN 2027 tetap 2,40%.