Profil Gus Rozin Bangun BPRS untuk UMKM di Sekitar Pesantren
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
JOGJA—Menghadapi masa rehat kompetisi musim ini, pemain PSIM dinilai masih membutuhkan tempaan fisik. Jumat (12/4) tim PSIM menjalani uji coba melawan Persopi Piyungan di Stadion Mandala Krida.
Dalam pertandingan persahabatan tersebut PSIM unggul satu angka dengan skor 2-1. Pelatih PSIM Maman Durrachman mengatakan, ada beberapa aspek yang ingin dikejar oleh timnya di tengah waktu rehat ini. Salah satunya kematangan fisik pemain.
“Kami hanya ingin menjaga maintenen fisik para pemain saja,” kata Maman usai uji coba, kemarin.
Selain menjadwalkan uji coba dengan tim lawan, Maman juga menggiring anak asuhannya ke Pantai Parangkusumo Sabtu pagi ini. Fisik mereka akan digenjot di medan pasir itu.
“Kami akan ajak para pemain untuk mematangkan aspek fisik mereka dengan materi latihan lati di medan pasir,” imbuhnya.
Saat ini, PSIM tengah mempersiapkan materi pertandingan tandang. Maman mengaku sebenarnya PSIM membutuhkan lawan uji coba tandang.
Namun jika dari beberapa pencarian yang dilakukannya belum membuahkan hasil. Jika tidak mendapatkan lawan sepadan, dimungkinkan PSIM hanya akan mengandalkan tim-tim lokal untuk menjajal kemampuan Oni dan kawan-kawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Vivo V70 Lite 4G dikabarkan hadir dengan baterai 8.100mAh, pengisian 44W, layar AMOLED 120Hz, dan kamera 50MP.
KPK mengungkap jejak Rp1,12 miliar dalam PMB jalur mandiri Unsoed dan dugaan akses approval calon mahasiswa oleh rektor.
BNPB mencatat korban meninggal akibat gempa NTT mencapai 91 jiwa dan 161.084 pengungsi hingga Minggu, 23 Agustus 2026.
Kabut asap menyelimuti Pekanbaru dengan jarak pandang 2,5 km. Kualitas udara sangat tidak sehat, PM2,5 mencapai 170 mikrogram.
Kekeringan mengintai Jateng dengan 14 daerah berstatus Awas. BMKG memprakirakan curah hujan rendah hingga akhir September 2026.