WTN Cedera, Pelatih Persiba Tak Gusar

Arief Junianto
Arief Junianto Selasa, 23 April 2013 05:45 WIB
WTN Cedera, Pelatih Persiba Tak Gusar

http://www.harianjogja.com/?attachment_id=399415" rel="attachment wp-att-399415">http://images.harianjogja.com/2013/04/PERSIBA-LOGO6.jpg" alt="" width="300" height="300" />BANTUL—Persiba Bantul tak mempersoalkan cedera yang dialami kiper Wahyu Tri Nugroho. Pelatih kiper Persiba, Benny Van Breukelen mengaku tak terlalu merisaukan kondisi eks kiper Timnas Indonesia era Pelatih Nil Maizar tersebut, terlebih performa kiper kedua Persiba, Andi Setyawan, juga cukup meyakinkan.

Pemulihan kiper yang akrab disapa WTN itu kini mencapai 80%. Benny mengaku meski tak diperkuat WTN, gawang Persiba Bantul akan tetap aman.

”Saya tidak begitu mempersoalkan WTN main atau tidak. Kami masih punya Andi Setyawan,” ujarnya, Senin (22/4).

Ia menjelaskan, kondisi cedera engkel WTN memang sudah mengalami perkembangan positif. Buktinya, kiper asal Solo yang berusia 26 tahun itu sudah terlihat berlatih bersama tiga kiper Persiba lainnya, Senin (22/4) sore di Stadion Sultan Agung.

Ia pun sudah terlihat mengenakan sepatu latihan tanpa dibantu oleh alat terapi engkel. ”Bahkan WTN tadi pun sudah bisa ikut dalam games latihan tadi kan,” ucapnya.

Sementara Asisten Pelatih Sajuri Syahid ketika dikonfirmasi terpisah justru lebih memuji penampilan kiper kedua Andi Setyawan. Menurutnya, ketika laga kontra Persepar lalu, kiper Andi Setyawan kerap melakukan penyelamatan penting di bawah mistar gawang Persiba Bantul.

Dikatakannya, eks kiper PSMS Medan tersebut memiliki kelebihan dalam antisipasi bola-bola atas. Bahkan dalam laga kontra Persepar Palangkaraya lalu, Andi Setyawan tercatat satu kali melakukan penyelamatan atas peluang emas yang diciptakan oleh pemain depan Persepar Palangkaraya. ”Kalau tidak diselamatkan Andi, kami bisa kalah 2-0,” ujarnya memuji.

Akan tetapi, bagaimanapun, popularitas WTN tentu menjadi magnet tersendiri bagi para pecinta Persiba Bantul. Jika harus memilih antara keduanya, Sajuri mengaku tetap akan memasang WTN sebagai tembok terakhir Laskar Sultan Agung.
”Tapi kalau memang WTN cedera, ya kami akan pasang Andi. Saya rasa kualitas keduanya [WTN dan Andi Setyawan] nyaris seimbang kok,” ujarnya.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online