Nasabah Bersaldo Jumbo di DIY Bertambah
LPS catat simpanan besar DIY capai Rp15,95 triliun, namun kredit melambat akibat rendahnya permintaan.
http://www.harianjogja.com/?attachment_id=399708" rel="attachment wp-att-399708">http://images.harianjogja.com/2013/04/PSIM-LOGO5-238x310.jpg" alt="" width="143" height="186" />JOGJA—Badai cedera yang terus melanda PSIM Jogja, disinyalir lantaran adanya kesalahan pada pola latihan. Terlepas dari faktor pertandingan, secara pribadi, Sekretaris PSIM Jarot Sri Kastowo menilai hal itu disebabkan kurang tepatnya schedule dan pola latihan yang dibebankan pada pemain.
Sebagai contoh, ketika PSIM hendak melakoni laga uji coba, ia menyayangkan keputusan pelatih menggelar latihan beban (fitness) pada malam sebelumnya. Padahal, jika harus melakoni laga uji coba, sudah seharusnya pemain tidak dibebani latihan berat seperti itu. ”Mosok besoknya bertanding, malam harinya anak-anak fitness. Kan berat itu,” ujarnya.
Buktinya, dari empat pemain PSIM yang mengalami cedera, dua di antaranya disebabkan oleh pola latihan. "Yang paling terlihat adalah cedera yang dialami Andri Wirawan," tuturnya.
Meski begitu, dirinya menandaskan tak akan melakukan penambahan pemain. Selain alasan finansial, tak adanya penambahan pemain itu juga didasarkan pada upaya regenerasi pemain. Manajemen tetap menekankan efektivitas skuat yang ada, dengan begitu, diharapkan beberapa tahun ke depan, PSIM akan memiliki skuat pemain lokal yang berkualitas dan memiliki loyalitas terhadap klub.
Ia mengakui, sejak akhir putaran divisi utama Liga Indonesia 2013 lalu, pihaknya sudah mengambil keputusan untuk tidak melakukan penambahan pemain.
"Kalau sekarang kondisinya seperti ini, pelatih memang dituntut untuk berpikir ekstra keras," imbuhnya.
Dengan kondisi seperti ini, mau tidak mau, pelatih harus bekerja ekstra keras melakukan banyak improvisasi terhadap pola formasi yang dipakai. Semisal di lini depan, ketika Johan Arga hampir pasti dinyatakan absen ketika PSIM harus melawat ke kandang Persis Solo, Sabtu (27/4) mendatang, pelatih tentunya harus memutar otak mencari pemain yang sanggup menggantikan peran vital Johan Arga.
Kemungkinan besar, pemain muda Dany Wahyu akan berpeluang untuk menggantikan peran dari pemain bernomor punggung sembilan itu. Jarot pun menilai, dari beberapa laga uji coba, Dany Wahyu menunjukkan performa yang lumayan bagus.
Persoalan lainnya adalah di lini belakang. Ketika bek muda Andri Wirawan terancam absen dalam laga kontra Persis Solo tersebut lantaran menderita cedera harmstring, pelatih dihadapkan pada pilihan sulit. Pasalnya, pelapis dari Andri Wirawan nyaris tak ada.
”Taufik Angga yang memiliki posisi asli sama dengan Andri, saya rasa belum siapuntuk bermain full time,” ucapnya.
Pilihan lain jatuh pada nama Joni Sukirta. Persoalannya, Joni Sukirta bukan tipe pemain seperti Andri Wirawan. Jika Andri Wirawan adalah seorang stopper murni, maka posisi asli dari Joni Sukirta adalah libero. ”Jelas ini berbeda. Tapi saya yakin pelatih pasti punya formulasi khusus untuk ini,” ungkap Jarot.
Secara keseluruhan, sejauh ini tercatat sudah ada 5 pemain PSIM yang mengalami cedera. Kelima pemain itu, empat di antaranya adalah pemain terdaftar, yakni Antonius Kristanto, Wawan Sucahyo, Johan Arga, dan Andri Wirawan, serta satu pemain magang, Liga Dameindra.
Terpisah, Direktur Teknik PSIM Dwi Irianto mengatakan, terkait penambahan pemain, pihaknya memang sepenuhnya tergantung dari PT Putera Insan Mandiri (PIM) selaku penyedia dana. Namun sayangnya, hingga Senin (22/4), pihak PT PIM belum memberikan kesanggupan untuk menggelar rapat evaluasi. ”Padahal rapat itu kan salah satunya juga untuk membahas soal itu [kondisi pemain],” akunya.
Sementara terkait pola latihan, ia menilai itu sepenuhnya kewenangan dari pelatih. Ia mengaku yakin bahwa pelatih memiliki kompetensi dan kapabilitas terhadap pola latihan sehari-hari. ”Jika dirasa tidak maksimal, harusnya ada evaluasi teknik,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
LPS catat simpanan besar DIY capai Rp15,95 triliun, namun kredit melambat akibat rendahnya permintaan.
Korlantas Polri siaga 24 jam selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus untuk antisipasi lonjakan kendaraan dan kemacetan.
Meutya Hafid mengungkap hampir 200 ribu anak di Indonesia terpapar judi online, termasuk 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun.
Mentan Amran melepas ekspor pupuk urea ke Australia senilai Rp7 triliun untuk memperkuat industri pupuk nasional dan pasar global.
Gereja Katedral Jakarta menggelar empat sesi misa Kenaikan Yesus Kristus, Polda Metro Jaya amankan 860 tempat ibadah.
ILRC mencatat kasus femisida seksual di Indonesia meningkat pada 2025. Korban didominasi anak perempuan hingga perempuan muda.