Laboartorium Obah #3 dan Cara Menjadi Manusia di Tengah Riuhnya Dunia
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
http://www.harianjogja.com/baca/2013/04/30/persiba-bisa-ciamik-berkat-dua-gelandang-401796/persiba-logo-14" rel="attachment wp-att-401797">http://images.harianjogja.com/2013/04/PERSIBA-LOGO11.jpg" alt="" width="180" height="180" />BANTUL—Stadion Sultan Agung menjadi mimpi buruk bagi setiap tim yang meladeni Persiba Bantul di awal kompetisi LPI 2013.
Superioritas Laskar Sultan Agung terlihat dari ganasnya mereka di depan gawang. Persiba selalu mencetak lebih dari tiga gol ke gawang lawannya. Nama-nama pemain depan macam I Made Wirahadi dan Roberto Kwateh boleh jadi buah bibir publik Bantul lantaran banyaknya jumlah gol yang mereka berdua ciptakan.
Namun, ada dua aktor di lapangan tengah Persiba, yakni dua jenderal lapangan tengah, Slamet Nur
Cahyo dan Ezequiel Gonzales. Keduanya nyaris selalu terlibat dalam setiap gol Persiba Bantul.
Produktivitas gol yang dimiliki oleh Ezequiel Gonzales dan Slamet Nurcahyo memang masih kalah. Selama laga empat kali laga kandang, masing-masing hanya mampu mencetak dua gol dari total 20 gol yang dicetak Persiba.
Akan tetapi, kedua pemain ini selalu meraih posisi teratas dalam ball posession (penguasaan bola) dan akurasi baik operan maupun tembakan ke gawang.
Rata-rata persentase ball posession Ezequiel Gonzales adalah 60%. Sementara Slamet Nurcahyo memiliki rata-rata ball posession sebesar 55%.
Begitu juga dalam hal akurasi. Rata-rata akurasi operan Eze mencapai angka 80% dari total semua. Sementara Slamet Nurcahyo hanya mencapai 70%. Sementara, kedua pemain itu tak terlalu mengumbar tembakan ke gawang. Tiap pertandingan, tembakan mereka ke gawang lawan tak lebih dari 15.
Sedikitnya ancaman ke gawang lawan dikompensasi dengan peluang yang mereka ciptakan dan aksi individual yang memikat.
Ketika Persiba Bantul menjamu PSLS Lhoksumawe (28/4), Slamet Nurcahyo berhasil mencetak gol keempat sekaligus menutup kemenangan timnya dengan skor 4-1 lewat aksi solo run.
Sementara Ezequiel Gonzales, yang memiliki wilayah operasi di tiga perempat wilayah permainan l ebih banyak memiliki peluang. Keunggulannya adalah dalam penempatan posisi.
Dua gol yang dicetak ke gawang Persema Malang dan PSIR Rembang merupakan buah kelihaiannya dalam mencari posisi.
Asisten Pelatih Persiba Sajuri menegaskan kedua pemain tersebut memiliki peran yang sangat penting. Menurutnya, karakter permainan Slamet dan Eze berbeda. Jika Slamet
lebih banyak beroperasi di sisi kanan dan kiri, Eze beroperasi di sektor tengah.
“Eze pun bisa berperan ganda juga sebagai penyerang lini kedua,” ucapnya. Publik Bantul kini tentunya mengharapkan geliat kedua pemain tak hanya di kandang saja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Merokok meningkatkan risiko kanker mulut secara signifikan. Ketahui penyebab, dampak, dan cara menurunkannya menurut dokter.
BGN akan menangguhkan SPPG tanpa Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi. Kebijakan ini demi menjaga kualitas Program Makan Bergizi Gratis.
Serangan Israel ke Lebanon kembali meningkat. Puluhan wilayah dihantam, korban tewas bertambah. Simak perkembangan terbaru konflik Timur Tengah.
Kesbangpol DIY menyelenggarakan pendidikan politik perempuan di Wates, Kabupaten Kulonprogo, Rabu (13/5/2026). Pendidikan ini ditujukan untuk mendorong kaum Haw
Prabowo ungkap Rp49 triliun uang tak terurus di bank akan masuk negara. Dana diduga terkait koruptor dan siap dimanfaatkan untuk rakyat.