Kemenkeu Kaji Skema Whoosh, Layanan Harus Tetap Berjalan
Kemenkeu masih mengkaji Whoosh untuk menjaga keberlanjutan layanan sekaligus mencari cara meminimalkan dampaknya terhadap beban fiskal.
dokumen
Harianjogja.com, BANTUL—Pro Duta tetap menatap laga final play off Indonesia Premier League (IPL) 2013 melawan Persepar di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin (28/10/2013) sore dengan serius.
PSSI telah menegaskan pertemuan dua juara grup di play off tersebut tak memperebutkan trofi apapun. Namun, kedua tim tetap mengedepankan faktor kebanggaan.
Asisten Pelatih Pro Duta Ansyari Lubis mengakui laga tersebut tetap penting.
“Sejak awal pemain kami sudah berdarah-darah mengikuti kompetisi ini dengan kondisi klub yang krisis. Sekarang kami harus menang,” ujarnya.
Pro Duta tetap akan diperkuat striker muda Ghozali Siregar yang mendapatkan izin dari pelatih Timnas U-23 Rahmad Darmawan untuk memperkuat Pro Duta. “Saya rasa, kendala kami hanyalah faktor stamina [Ghozali]. Dia baru saja membela Timnas lawan Persibat [27/10],” ucapnya.
Sementara dari kubu Persepar, kepercayaan diri tinggi tengah meliputi klub berjuluk Laskar Isen Mulang tersebut.
“Sejak promosi akhir tahun lalu, ekspektasi masyarakat Kalimantan Tengah cukup besar terhadap kami. Inilah saatnya kami akan tunjukkan, bahwa kami adalah tim juara,” ucap CEO Persepar Palangkara Sipet Hermanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemenkeu masih mengkaji Whoosh untuk menjaga keberlanjutan layanan sekaligus mencari cara meminimalkan dampaknya terhadap beban fiskal.
Kapolda Jateng Roy Hardi Siahaan memerintahkan polisi menindak tegas narkotika, begal, perampokan, dan curanmor yang meresahkan masyarakat.
Kasus ISPA di Sleman mencapai 13.313 hingga September 2026. Kemarau dan pembakaran sampah meningkatkan paparan debu serta polutan.
Formula UMP 2027 belum berubah. Kemnaker menyebut PP 51/2023 masih menjadi acuan karena UU Ketenagakerjaan punya masa peralihan.
Prabowo memuji kinerja Satgas PKH yang telah menyetorkan Rp52 triliun ke negara selama dua tahun pemerintahan.
DPRD DIY mengusulkan Bioskop Rakyat Rp10.000 diperluas hingga kemantren, kapanewon dan kelurahan untuk pemerataan akses film.