Kisah Timbul Sopir Becak Jadi Korban Carut Marut Data BPS, Desil 1 Berubah Jadi 9
Desil keluarga warga Kulon Progo naik dari 1 ke 9. BPS DIY menjelaskan cara penentuan desil dan mengapa desil bukan ukuran mutlak kemiskinan.
JIBI/Desi Suryanto Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo mengalungkan medali emas kepada pemain tim sepak bola DKI Jakarta dalam upacara penutupan Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) 2013 di Stadion Sepak bola UNY, Yogyakarta, Sabtu (30/11/2013). DKI Jakarta berhasil unggul dengan skor tipis 1-0 atas DI. Yogyakarta. DKI Jakarta menjuarai Pomnas 2013 dengan 46 medali emas, disusul Jawa Timur sebagai juara ke dua dengan 22 emas, Jawa Tengah sebagai juara ke tiga dengan 21 medali emas, Jawa Barat seba
Harianjogja.com, SLEMAN—Kontingen Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI) Jakarta menyempurnakan gelar juara umumnya di Pekan Olahraga Mahasiswa (Pomnas) XIII dengan satu tambahan medali emas dari cabang sepak bola.
Menjamu tuan rumah tim Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) DIY di partai final, DKI mampu tampil taktis dan mempecundangi tuan rumah 1-0.
Berlaga di Stadion Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Sabtu (30/11/2013), DKI langsung tampil menekan. Hasilnya di menit kesembilan DKI menceploskan gol perdana melalui sundulan Asep Sidik. DKI unggul 1-0.
Keunggulan DKI membuat pertandingan memanas. Puncaknya, di akhir babak pertama kericuhan sempat terjadi dan memaksa wasit, Tri Wahyudi mengganjar kartu kuning pada dua pemain di masing-masing tim.
Babak kedua DIY yang tertinggal mulai tancap gas. Berkali kali serangan mereka lancarkan dan mengancam gawang DKI. Namun pertahanan Jakarta terlalu kuat sehingga punggawa-punggawa terpaksa menahan air mata ketika wasit meniup peluit panjang.
Pelatih Jakarta, Rasito Wasit Kartiko mengaku senang dengan raihan anak asuhnya. Apalagi sebelumnya ia mengaku keder menghadapi DIY karena dilatih oleh pelatih yang lebih senior. Namun ternyata taktik yang dipakainya mampu berjalan mulus di lapangan.
"Saya sempat khawatir karena saya tahu pelatih DIY jauh lebih berpengalaman, tapi ternyata disini kami tampil lebih cerdik,"ujar dia.
Sementara, pelatih DIY Subagyo Irianto mengakui keunggulan DKI. Menurutnya lawan mereka kali ini tampil lebih baik dan tajam. "Kami belum diberi kesempatan juara, tapi kedepan kami akan evaluasi seluruhpenampilan selama Pomnas," kata Subagyo.
Dengan satu tambahan medali emas, DKI mantap memimpin klasemen perolehan medali dengan 46 emas, 30 perak dan 20 perunggu. Diikuti Jawa Timur di tempat kedua dengan 22 emas, 21 perak dan 26 perunggu. Terakhir Jawa Tengah di tempat ketiga dengan 21 emas, 11 perak 38 perunggu. Sedangkan DIY berada di tempat kelima dengan 10 emas, 14 perak dan 28 perunggu.
Sekretaris Kontingen DKI Jakarta, Erizal Ashar mengaku puas dengan prestasi kontingennya. Terlebih ini adalah pertama kalinya mereka menyempurnakan gelar juara umum dengan juara sepak bola.
"Selain itu kemenangan ini juga memastikan tim sepak bola Jakarta untuk maju ke Pekan Olahraga Mahasiswa ASEAN," katanya.
KLASEMEN MEDALI AKHIR
Kontingen Emas Perak Perunggu
DKI 46 30 20
Jatim 22 21 26
Jateng 21 11 38
Jabar 16 28 25
DIY 10 14 28
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Desil keluarga warga Kulon Progo naik dari 1 ke 9. BPS DIY menjelaskan cara penentuan desil dan mengapa desil bukan ukuran mutlak kemiskinan.
KPK menyita uang lebih dari Rp6 miliar seusai memeriksa tiga pejabat imigrasi dalam kasus dugaan pemerasan izin tinggal WNA.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menekankan agar para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dilantik menjalankan amanah yang sudah diberikan. Pejabat yang dilanti
Honda membuka peluang mempertimbangkan kembali Fit di AS. Simak kabar terbaru soal Honda Jazz dan peluang hatchback legendaris itu kembali ke Indonesia.
DPRD Gunungkidul menargetkan Raperda RTRW 2026-2046 disahkan Senin (31/8/2026) setelah persetujuan substansi pemerintah pusat terbit.
Keamanan rekening berawal dari HP. Simak 9 kebiasaan yang perlu dihindari serta tips aman menggunakan mobile banking agar data dan uang tetap terlindungi.