Laboartorium Obah #3 dan Cara Menjadi Manusia di Tengah Riuhnya Dunia
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Harianjogja.com, BANTUL—Bursa calon arsitek Persiba untuk musim depan kian panas. Setelah sejumlah nama telah masuk menjadi calon pelatih, kini persaingan makin ketat dengan masuknya eks caretaker timnas, Bambang Nurdiansyah.
Wakil Manajer Persiba, Bagus Nur Edi Wijaya mengatakan Bambang, eks pelatih Persiram Raja Ampat itu menghubunginya Jumat (13/12/2013) lalu dan menyatakan ketertarikannya membesut Laskar Sultan Agung musim depan.
Memang, deretan nama-nama pelatih yang melamar memang tergolong pelatih yang sudah sudah cukup populer. Akan tetapi, pihaknya tak begitu saja terjebak pada nama besar yang bersangkutan.
Diakui Bagus, pihak manajemen akan melakukan seleksi ketat untuk memilih siapa arsitek Persiba musim depan. Selain visi, misi dan programnya, manajemen juga akan menyesuaikan nilai kontrak yang mereka tawarkan dengan bujet yang dimiliki oleh Persiba.
"Semua kriteria itu memiliki porsi yang sama. Yang pasti kami akan berlakukan seleksi ketat," ucapnya, Sabtu (14/12). Sayangnya hingga kini belum jelas kapan agenda seleksi pelatih Persiba.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
WhatsApp luncurkan fitur kirim foto terbaru di iPhone tanpa tutup ruang chat. Simak tampilan menu Recents baru khusus pengguna iOS.
Liverpool dan Adidas meluncurkan jersey kandang musim 2026/2027 bernuansa retro era juara liga 1989-90 dengan teknologi CLIMACOOL+.
Gerakan tersebut diwujudkan melalui implementasi aplikasi STUPA, yaitu layanan keuangan digital berbasis aplikasi uang elektronik.
Kulonprogo masih aman dari kekeringan di awal kemarau 2026. BPBD siaga droping air bersih diperkirakan mulai Agustus.
Subaru membatalkan mobil listrik internal setelah laba operasional anjlok 90 persen akibat tekanan tarif impor Amerika Serikat.