Geopark Klaten Ditargetkan Tersertifikasi 2027, Bayat Jadi Kawasan
Pemkab Klaten menargetkan Geopark Bayat ditetapkan 2027. Proses KCAG, sport tourism, dan geoheritage jadi modal utama pengembangan.
Harianjogja.com, SLEMAN—Setelah melalui beberapa kali eksperimen di laga uji coba, pelatih PSS Sleman Sartono Anwar tampaknya telah memiliki pilihan utama di lini belakang.
Juru racik strategi kawakan itu mantap memakai tiga bek, sejalan dengan formasi yang diusung yakni 3-4-3. Keliga pilar di lini belakang adalah Kristian Adelmund, Waluyo dan Aang Suparman.
Trio tersebut hampir pasti selalu dimainkan terutama di laga penting, misalnya saat menghadapi Persiram Raja Ampat, Putra Samarinda dan Martapura FC.
Ketiganya tampil apik. Pada empat laga uji coba ketika mereka dimainkan bersama, PSS hanya kebobolan tiga gol atau 0,75 gol per laga.
Fungsi ketiganya di lini belekang berbeda. Waluyo dipercaya sebagai seorang libero, yang posisinya berada di depan penjaga gawang dan agak di belakang dua bek tengah yang dihuni Aang dan Adelmund. Dia menjadi satu-satunya yang sangat diharapkan bisa menghalau serangan lawan ketika Adelmund dan Aang berhasil dilewati.
Sementara, dua nama terakhir sedikit diberi kebebasan untuk maju dalam membantu serangan. Bahkan kedua pemain ini tidak jarang menciptakan peluang dengan melancarkan tendangan keras dari luar kotak penalti, terutama Kristian Adelmund.
Kendati tampaknya sudah mengantongi pilihan utama di lini belakang, Sartono Anwar tak terlalu kaku dalam menerapkan skema. “Bisa saja Kristian Adelmund atau Aang Suparman menjadi libero Semua itu erjadi tergantung keadaan,” katanya kepada Harian Jogja beberapa waktu lalu.
Dia juga membuka kemungkinan rotasi. Namun, Sartono khawatir rotasi justru menjadi bumerang mengingat pemain belakang PSS tidak ada yang setara dengan ketiganya baik dalam sisi skill maupun jam terbang.
Jika PSS hanya bertumpu dengan tiga pemain ini saja tanpa mencari alternatif lain tentu menjadi sebuah kerugian. Terlebih Kristian Adelmund kerap didera cedera engkel kambuhan.
Di sisi lain, trio itu bukan tanpa kelemahan. Pasalnya ketika harus dimainkan penuh selama 90 menit, fisik mereka kerap kedodoran. Misalnya saja saat bermain imbang 1-1 melawan Persiram Raja Ampat. Di menit akhir gawang PSS harus kebobolan karena ketiga pemain itu lamban dalam menutup pergerakan striker Osa Saha. Alhasil kemenangan yang ada di depan mata pun sirna seketika.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Klaten menargetkan Geopark Bayat ditetapkan 2027. Proses KCAG, sport tourism, dan geoheritage jadi modal utama pengembangan.
Delapan tim lolos perempat final MLSC 2026 di Kudus. Sejumlah laga rematch panas siap tersaji di babak delapan besar.
Ekuador mencetak gol pertama mereka di Piala Dunia 2026 saat menahan Jerman 1-1. Pantai Gading sementara unggul 1-0 atas Curacao.
Pemkab Bantul mengalokasikan Rp2,17 miliar untuk memperbaiki 89 rumah tidak layak huni pada 2026 yang tersebar di tujuh kapanewon.
Bareskrim Polri menyita 300 dokumen ekspor dan memeriksa 87 kontainer terkait dugaan pelanggaran ekspor komoditas fatty matter.
Simak jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 26 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 per perjalanan.