Karhutla Meluas, Polri Ungkap Modus Bakar Lahan untuk Buka Kebun
Polri menetapkan 72 tersangka kasus karhutla di Sumatra dan Kalimantan serta menelusuri dugaan pemodal di balik pembakaran lahan.
Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak 25 gol yang bersarang di gawang Persiba Bantul menyiratkan betapa rapuhnya pertahanan Laskar Sultan Agung selama putaran pertama Indonesia Super League (ISL) 2014.
Rasio jumlah kebobolan Persiba adalah 2,5 gol per pertandingan. Catatan itu paling buruk dari semua kontestan kompetisi kasta tertinggi di Tanah Air musim ini. Tren menit kebobolan Persiba bisa menunjukkan salah satu penyebab elementer persoalan itu. Dari 25 ke jala Si Merah, 17 atau 68% terjadi di babak kedua.
Jika dirinci lagi, 11 kebobolan (64,7% kebobolan di paruh kedua) terjadi di 25 menit terakhir. Kecenderungan itu menunjukkan payahnya fisik dan konsentrasi pemain.
“Ini masuk akal. Stamina pemain kami bisa dikatakan hanya bisa maksimal tak lebih dari 30 menit saja di tiap babak,” ujar Pelatih Persiba Bantul Sajuri Syahid, Rabu (7/5/2014).
Kelemahan itu diperparah labilnya susunan back four sekaligus kualitas permainan mereka. Dalam 10 laga di putaran pertama, Persiba menurunkan delapan komposisi bek yang berbeda. Tak ada stabilitas di tembok belakang.
Tercatat hanya satu pemain belakang yang konsisten, baik dalam penempatan posisi bermain maupun performa per laga, yakni bek tengah Slamet Widodo. Sementara, duetnya di jantung pertahanan, yakni Eduardo Bizzaro tampil tak maksimal musim ini akibat cedera dan faktor lain. Bizzaro yang musim lalu tampil lumayan apik cuma bisa turun di empat laga.
Ramadhan Saputra sebenarnya menunjukkan kualitas permainan yang menjanjikan. Akan tetapi, eks bek Persiwa Wamena ini sering kalah duel dan membuat kesalahan elementer seperti ketidakmampuan mengontrol bola dengan sempurna.
Dia juga beberapa kali berubah posisi dari bek tengah menjadi fullback.
Penampilan fullback Persiba juga labil. Johan Ibo sering dibekap cedera dan ketika tampil malah terlalu banyak membuat pelanggaran. Adapun Satrio Aji Saputro yang didatangkan dari PSS Sleman lebh banyak beroperasi di area serangan dan dalam tiga pertandingan terakhir kehilangan tempat di skuat utama.
Harapan cerah muncul dari performa bek kanan Dulsan Lestaluhu yang mencatat dua assist, terbanyak dari semua pemain Persiba. Namun dia baru menonjol di dua laga terakhir.
Pasangannya sebagai bek kiri, yakni Idris Affandi sebenarnya juga tampil oke, sayangnya dia sudah mengundurkan diri dari skuat.
Sajuri menganggap lini belakang butuh suntikan tenaga baru untuk mengarungi putaran kedua ISL.
Dia ingin mendapat bek yang cepat dan punya stamina kuat. Masuknya bek baru otomatis mengancam nama lama, terutama yang penampilannya tak terlalu menonjol dan sangat labil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polri menetapkan 72 tersangka kasus karhutla di Sumatra dan Kalimantan serta menelusuri dugaan pemodal di balik pembakaran lahan.
Vonis Ibrahim Arief dalam kasus korupsi Chromebook diperberat menjadi 5 tahun penjara. Ia juga dijatuhi uang pengganti Rp5 miliar.
PT Pegadaian (Persero) berkolaborasi dengan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) meluncurkan Program Merdeka Stunting 2026
Sebanyak 785 lansia di Kulonprogo terindikasi judol dari 3.336 penerima bansos. Dinsos membuka mekanisme sanggahan dan pemutakhiran data.
Kejagung menyita Rp401 miliar dari PT CNI terkait dugaan korupsi tata kelola nikel 2017–2020. Uang dititipkan di RPL Bank Mandiri.
Regol Ayom di sirip Malioboro menyulitkan pengguna kursi roda. Pemda DIY akan mengevaluasi desain portal agar akses difabel tetap tersedia.