Tiga Pemuda Ngawi Ditahan dalam Kasus Kekerasan Seksual Anak
Polres Ngawi menahan tiga tersangka kasus dugaan kekerasan seksual terhadap dua anak di bawah umur. Polisi menegaskan perlindungan korban menjadi prioritas.
Harianjogja.com, SLEMAN—Perubahan skema bermain PSS Sleman dalam lanjutan Divisi Utama 2014 berbuah manis. Penerapan formasi 4-4-2 saat menjamu PSBK Blitar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (14/5/2014) malam menghasilkan kemenangan 4-1.
Empat gol Super Elang Jawa dicetak Ridwan Awaluddin menit keenam, Moniega Bagus Suwardi menit ke-32 dan 49 serta Saktiawan Sinaga menit ke-43. Adapun gol balasan PSBK dicetak Ahmad Zakaria menit ke-76. Pesta gol PSS Sleman juga diwarnai permainan yang lebih menarik.
Dibandingkan dengan skema 3-4-3 gaya Sartono Anwar, Super Elang Jawa lebih banyak mengoper ketika memakai 4-4-2. Serangan dari sayap juga lebih dominan. Bahkan dua gol yang tercipta kemarin malam lahir berkat serangan melalui sayap.
Selain gaya main yang lebih hidup, kunci kemenangan PSS adalah kejelian caretaker pelatih Edy Broto dalam menempatkan pemain. Ridwan Awaluddin yang menjadi gelandang bertahan di rezim Sartono Anwar justru diberikan kepercayaan menjadi sayap kanan mendampingi Mudah Yulianto di sayap kiri.
Perjudian itu membuahkan hasil. Ridwan membuka gol di menit keenam lewat tendangan dari sisi lapangan. Sementara, Mudah Yulianto kembali hidup setelah dalam lima laga Divisi Utama hanya bermain 110 menit, yakni sekali menjadi starter dan sekali masuk sebagai pengganti. Melalui kecepatannya, Mudah seringkali berduel dan menusuk dari sayap kiri. Dia juga terlibat dalam dua gol PSS Sleman.
Pertama adalah umpan kunci untuk gol Monieaga di menit ke-32, Mudah membagi bola kepada Saktiawan Sinaga yang kemudian diteruskan oleh Agus Setiawan melalui crossing kepada Moniega. Kedua, Mudah dilanggar di kotak terlarang sehingga PSS mendapat penalti yang dieksekusi dengan baik oleh Saktiawan Sinaga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Ngawi menahan tiga tersangka kasus dugaan kekerasan seksual terhadap dua anak di bawah umur. Polisi menegaskan perlindungan korban menjadi prioritas.
Korlantas Polri menegaskan informasi aturan baru denda ban gundul Rp250.000 adalah hoaks. Sanksi tersebut sudah diatur dalam UU LLAJ.
Febri Diansyah mengungkap alasan menerima penunjukan sebagai kuasa hukum eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan menegaskan fokus pada pembelaan hukum klien.
Sebanyak 20 kalurahan di Bantul menerima program budi daya ikan tematik dari KKP dengan pembangunan sedikitnya 20 kolam ikan di tiap kalurahan.
Nadeo Argawinata menegaskan Timnas Indonesia menargetkan gelar juara ASEAN Hyundai Cup 2026 untuk mengakhiri penantian 30 tahun.
Kaesang Pangarep menyatakan siap maju sebagai caleg DPR di Dapil V Jawa Tengah pada Pemilu 2029. PSI menyiapkan konsolidasi hingga tingkat RT.