PSS SLEMAN MENANG : Kombinasi Kecerdikan Teknis & Ketenangan Bermain

Jum'at, 16 Mei 2014 19:30 WIB
PSS SLEMAN MENANG : Kombinasi Kecerdikan Teknis & Ketenangan Bermain

Harianjogja.com, SLEMAN—Perubahan skema bermain PSS Sleman dalam lanjutan Divisi Utama 2014 berbuah manis. Penerapan formasi 4-4-2 saat menjamu PSBK Blitar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (14/5/2014) malam menghasilkan kemenangan 4-1.

Empat gol Super Elang Jawa dicetak Ridwan Awaluddin menit keenam, Moniega Bagus Suwardi menit ke-32 dan 49 serta Saktiawan Sinaga menit ke-43. Adapun gol balasan PSBK dicetak Ahmad Zakaria menit ke-76. Pesta gol PSS Sleman juga diwarnai permainan yang lebih menarik.

Dibandingkan dengan skema 3-4-3 gaya Sartono Anwar, Super Elang Jawa lebih banyak mengoper ketika memakai 4-4-2. Serangan dari sayap juga lebih dominan. Bahkan dua gol yang tercipta kemarin malam lahir berkat serangan melalui sayap.

Selain gaya main yang lebih hidup, kunci kemenangan PSS adalah kejelian caretaker pelatih Edy Broto dalam menempatkan pemain. Ridwan Awaluddin yang menjadi gelandang bertahan di rezim Sartono Anwar justru diberikan kepercayaan menjadi sayap kanan mendampingi Mudah Yulianto di sayap kiri.

Perjudian itu membuahkan hasil. Ridwan membuka gol di menit keenam lewat tendangan dari sisi lapangan. Sementara, Mudah Yulianto kembali hidup setelah dalam lima laga Divisi Utama hanya bermain 110 menit, yakni sekali menjadi starter dan sekali masuk sebagai pengganti. Melalui kecepatannya, Mudah seringkali berduel dan menusuk dari sayap kiri. Dia juga terlibat dalam dua gol PSS Sleman.

Pertama adalah umpan kunci untuk gol Monieaga di menit ke-32, Mudah membagi bola kepada Saktiawan Sinaga yang kemudian diteruskan oleh Agus Setiawan melalui crossing kepada Moniega. Kedua, Mudah dilanggar di kotak terlarang sehingga PSS mendapat penalti yang dieksekusi dengan baik oleh Saktiawan Sinaga.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online