Laboartorium Obah #3 dan Cara Menjadi Manusia di Tengah Riuhnya Dunia
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Harianjogja.com, BANTUL-Keputusan kontroversial wasit Dodi Setia saat memimpin laga Persiba menjamu Persepam Madura United (P-MU) di Stadion Sultan Agung, Rabu (28/5/2014) malam yang diinilai merugikan pihak tuan rumah, membuat berang suporter tuan rumah. Tak pelak, wasit asal Indramayu itu pun menjadi bulan-bulanan suporter tuan rumah terutama setelah berakhirnya pertandingan. Bahkan Sriyanto, Pengawas Pertandingan pun tak luput dari umpatan dan hardikan suporter.
"Saya akui, pertandingan tadi [Persiba kontra P-MU] memang ketat. Apapun keputusan wasit pasti akan menuai protes dari pihak yang merasa dirugikan. Itu biasa. Tapi saya harap, protes itu jangan sampai berlebihan," ucapnya saat ditemui JIBI usai pertandingan.
Sejak menit awal, keputusan wasit memang terbilang kontroversial dan banyak menguntungkan tim tamu. Beberapa kali ulah pemain P-MU menjatuhkan pemain Persiba macam Emile Mbamba, Ugik Sugiyanto dan Ezequiel Gonzales tak berbuah pelanggaran. Sebaliknya, aksi diving pemain P-MU justru dianggap pelanggaran oleh wasit.
Puncaknya adalah ketika pertandingan memasuki menit ke-40, saat wasit menganggap Arwin Rabdha menarik kaos Diego Fretes di dalam kotak penalti Persiba. Sontak, hampir semua pemain Persiba pun mengerubuti dan melancarkan protes keras pada wasit. Tak hanya itu, suporter, khususnya dari tribun sisi timur pun tak mau kalah. Mereka sontak melemparkan botol air mineral ke arah tengah lapangan. Silvio Escobar yang mengambil kesempatan penalti, tak menyia-nyiakannya. Skor 0-2 untuk P-MU tersebut tak berubah hingga berakhirnya pertandingan.
Begitu pula di babak kedua. Saat pemain Persiba kembali menguasai permainan, wasit kembali mengambil keputusan yang kontroversial. Di menit 50, wasit menganggap tangan gelandang Persiba Arwin Rabdha menyentuh bola saat berada di dalam kotak penalti. Sontak hal ini pun kian membuat pemain dan ofisial tim Persiba berang.
Tak cukup sampai di situ, wasit pun mengesahkan tendangan penalti yang dilakukan oleh Silvio Escobar. Padahal, para pemain Persiba menganggap bola hasil sepakan striker bernomor punggung 23 yang sempat membentur tiang gawang dan memantul ke tanah itu belum melewati garis gawang. Akibat protes keras pemain dan ofisial tim Persiba serta lemparan botol air mineral dari suporter, pertandingan pun sempat diskors kurang lebih 16 menit. Pelatih P-MU Arcan Iurie mengakui bahwa sebagai tamu, timnya mampu mengimbangi permainan tuan rumah.
"Jujur saja, permainan kami jauh lebih baik dari mereka [Persiba]," ucapnya usai pertandingan.
Sementara terkait keputusan wasit yang kontroversial, ia enggan banyak berkomentar. Pelatih asal Moldova itu mengatakan bahwa hal itu bukanlah wewenangnya. Sepanjang pengetahuannya, tak ada yang salah dengan keputusan wasit tersebut.
Begitu juga dengan Pelatih Kepala Persiba Sajuri Syahid. Ia mengaku angkat tangan dengan banyaknya keputusan wasit yang merugikan timnya. Di luar itu, ia menilai permainan anak asuhnya terbilang cukup taktis terutama di awal babak pertama. "Setidaknya, sebelum terjadinya penalti di babak pertama, permainan kami cukup baik," ucapnya.
Meski Senin (2/6/2014) timnya sudah akan kembali berlaga menjamu Persela Lamongan, namun pihaknya tak akan terburu-buru untuk kembali menggelar latihan.
"Kondisi tim kami tengah tak bagus. Hak pemain saja belum terbayarkan. Mungkin kami baru akan menggelar latihan Sabtu (31/5/2014)," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Lima dosen UPN Jogja disanksi setelah terbukti lakukan pelecehan verbal. Kampus tegaskan komitmen lingkungan bebas kekerasan.
Pemerintah bongkar mafia pangan, dari beras oplosan hingga pupuk palsu. Kerugian rakyat ditaksir puluhan triliun rupiah.
Wapres Gibran dorong digitalisasi sekolah di Papua dan NTT. Fokus pada teknologi pendidikan dan peningkatan skill generasi muda.
SPMB Bantul 2026 resmi ditetapkan. Pendaftaran SMP full online dengan sistem RTO, ini syarat, jalur, dan kuotanya.
Hari Jadi Sleman ke-110 berlangsung meriah. Sri Sultan HB X tekankan refleksi dan pelestarian budaya di tengah modernisasi.