Di Bantul, 4 Jenis Barang Ini Dipantau
<p><em>Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul, melakukan pemantauan stok kebutuhan pokok dengan fokus pada empat komoditas</em></p>
Harianjogja.com, BUENOS AIRES-Julio Grondona, presiden veteran dari Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) dan wakil presiden FIFA, meninggal dunia Rabu pada usia 82 tahun di klinik Buenos Aires, demikian dilaporkan sumber-sumber AFA.
Sosok berpengaruh ini, yang telah berkecimpung di organisasi sepak bola Argentina sejak 1979, dibawa ke rumah sakit dengan kondisi mengalami masalah pada jantung dan meninggal dunia saat menjalani operasi darurat.
Pada awal pekan ini ia mengadakan pertemuan dengan Alejandro Sabella, yang memutuskan untuk tidak meneruskan melatih Argentina setelah memimpin tim itu ke final Piala Dunia di Brazil.
Grondona telah menjadi anggota Komite Eksekutif FIFA sejak 1988, mengepalai komite keuangan, dan ditunjuk menjadi ketua AFA sembilan tahun silam oleh pemerintahan militer negara itu.
Ia kemudian terpilih kembali untuk meneruskan memimpin sepak bola di negara Amerika Selatan itu setiap empat tahun sejak 1979, menikmati dukungan tanpa syarat dari 22.000 klub yang ada di Argentina.
Sepanjang masa baktinya ia melihat Argentina menjuarai Piala Dunia di Meksiko pada 1986, Piala Amerika pada 1991 dan 1993, serta medali emas pada 2004 dan 2008, sedangkan pada tahun-tahun awalnya ia menemukan Arsenal, klub dari pinggiran Buenos Aires, Sarandi, yang kemudian menjelma menjadi salah satu kekuatan besar di level teratas.
Namun hubungannya dengan FIFA membuat dirinya secara reguler dituding terlibat skandal.
Belakangan ini ia dituding oleh lawan-lawannya yakni presiden Cristina Kirchner telah mengalihkan jutaan dolar keuangan pemerintah ke AFA pada pemasukan untuk hak-hak televisi.
Sebelum pemilihan AFA pada 2011, Carlos Avila, mantan rekan Grondona dan pemilik stasiun televisi TyC Sports, menuding bahwa presiden asosiasi memiliki 12 akun bank yang tidak dideklarasikan di Eropa dan AS.
"Anda ingin tahu apa yang saya pikirkan mengenai Grondona? OK, Grondona adalah 'puntero' (pemimpin militer informal) untuk FIFA," kata Avilla saat meminta dilakukan penyelidikan.
"Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa Julio memiliki kekuatan absolut atas manajemen sepak bola. Ia selalu mendasarkannya pada kemiskinan klub-klub (Argentina)," tambahnya.
Sepanjang Piala Dunia terkini, AFA dituding terlibat dalam skandal internasional terkait penjualan tiket-tiket VIP ilegal yang kemudian diselidiki kepolisian Brazil.
Satu tiket yang ditemukan ilegal dijual atas nama Humberto Grondona, putra presiden AFA. Sang anak membantah terlibat dalam aktifitas-aktifitas ilegal, meski mengakui bahwa ia menjual tiket itu kepada temannya. Tiket itu bukan bagian dari penyelidikan warga Brazil.
(JIBI/Antara/AFP)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
<p><em>Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul, melakukan pemantauan stok kebutuhan pokok dengan fokus pada empat komoditas</em></p>
Jadwal KA Bandara YIA Xpress hari ini tersedia dari pagi hingga malam, rute langsung Tugu ke YIA tanpa transit.
Polda NTB meningkatkan kasus dugaan eksploitasi seksual WNA asal Selandia Baru ke tahap penyidikan usai laporan tiga korban lokal.
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.655 per dolar AS. BI siapkan intervensi agresif di pasar valas dan obligasi.
DPR mendesak Kemenlu bergerak cepat menyelamatkan WNI yang ditangkap Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Gaza.
Menkomdigi Meutya Hafid mengecam Israel usai menahan jurnalis Indonesia dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.