Espos / Sunaryo Haryo Bayu
TEROBOS PERTAHANAN - Pemain Persis Junior (merah) menerobos pertahana PSIS Junior dalam laga Piala Suratin 2010 di Stadion Sriwedari, Solo, Jumat (25/6). Persis Junior unggul 2-0 atas PSIS Junior.
Harianjogja.com, SOLO — Bentrok suporter sepak bola dengan aparat kepolisian yang terjadi di Stadion Manahan, Rabu (22/10) lalu, ternyata mulai memberi dampak negatif bagi pelaksanaan event olahraga lainnya di Kota Solo. Salah satunya adalah dengan dibatalkannya Kota Solo menjadi tuan rumah babak 32 besar nasional Piala Suratin U-18.
Salah satu pengurus Persis, Sapto Joko Purwadi, mengaku pembatalan dilakukan oleh pihak kepolisian resort Kota (Polresta) Solo. Pihak Polresta batal memberikan izin karena menilai suasana sepak bola di Kota Solo saat ini sedang tidak kondusif. Mereka tidak akan memberikan izin keamanan untuk menggelar pertandingan di Solo, sampai batas waktu yang belum ditentukan.
“Surat pembatalannya sudah disampaikan pihak Polresta. Kami akan langsung meneruskannya ke PSSI. Secara resmi pembatalan ke PSSI belum dikirim, tapi sudah dikomunikasikan ke mereka dan disetujui,” ujar
Sapto saat dihubungi Solopos.com, Kamis (23/10/2014).
Sebagai gantinya, imbuh Sapto, pihaknya meminta Jember United untuk menjadi tuan rumah babak 32 besar nasional Grup IV menggantikan Persis. Waktu maupun pelaksaannya tak perlu diubah karena ia menilai Jember United juga telah siap.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tags: