117 Santri Ponpes Manbaul Hikam Kembali Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Keracunan MBG
Sebanyak 117 santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo kembali dirawat setelah menjalani pemulihan dugaan keracunan MBG.
Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Dok)
Harianjogja.com, JOGJA—Belum kunjung jelasnya rencana penyelenggaraan evaluasi total PSIM, membuat ketar-ketir suporter tim Laskar Mataram. Pasalnya, semakin ditundanya penyelenggaraan evaluasi akan membuat waktu PSIM untuk mempersiapkan diri menghadapi musim 2015 semakin mepet.
Idealnya, evaluasi menyeluruh yang membahas performa PSIM selama musim 2014 dilakukan segera setelah musim berakhir. Dengan begitu manajemen akan memiliki gambaran lini mana saja yang harus diperbarui untuk mempertajam prestasi PSIM.
Presiden Brajamusti yang merupakan salah satu kelompok suporter PSIM, Eko Satrio, Kamis (6/11/2014) mengatakan, semakin ditundanya pelaksanaan evaluasi total akan membuat PSIM hanya memiliki sedikit waktu untuk berbenah dan mempersiapkan diri menghadapi musim 2015. Dengan persiapan waktu yang mepet, dia khawatir kekurangan yang pernah dialami selama musim 2014 lalu akan terulang.
“Padahal untuk persiapan tidak ada yang instan. Untuk mematangkan skuat yang diperkuat pemain muda akan membutuhkan banyak waktu untuk menyatukan permainan. Kalau mepet kami khawatir persiapan yang serba mendadak musim lalu akan terulang lagi,” papar Eko.
Masalah yang dihadapi PSIM tak hanya sampai di situ. Masalah finansial tim hingga kini juga masih belum benar-benar beres. Beberapa waktu menjelang akhir kompetisi misalnya PSIM sempat terbelit masalah pelunasan gaji pemain yang cukup berdampak pada performa mereka di lapangan.
Menanggapi kritikan itu, Direktur Utama PT Putra Insan Mandiri (PIM), perusahaan yang menaungi PSIM, Dwi Irianto mengatakan saat ini sebenarnya seluruh materi yang diperlukan untuk menggelar evaluasi total sudah selesai disusun.
“Kami tinggal menunggu waktu aja, kapan Ketua Umum [Haryadi Suyuti] akan menggelar evaluasi ini,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 117 santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo kembali dirawat setelah menjalani pemulihan dugaan keracunan MBG.
Bansos Bantul akan didigitalisasi mulai 2027. Warga bisa daftar mandiri melalui situs web dengan syarat memiliki IKD.
Rupiah melemah 0,32% ke Rp17.753 per dolar AS akibat tekanan dolar dan sikap hawkish The Fed. Simak proyeksi kurs Jumat.
DPRD Gunungkidul meminta perhatian atlet berprestasi ditingkatkan agar mereka tidak pindah membela daerah lain.
Pergerakan penumpang Karimunjawa mencapai lebih dari 190.000 orang hingga Agustus 2026, didukung penguatan konektivitas darat, laut, dan udara.
Harga rumah makin sulit dijangkau, Pemkab Bantul mendorong warga memanfaatkan rumah subsidi dan empat rusunawa yang tersedia.