Ditlantas Polda DIY: Pengemudi Taksi Jangan Main Hakim Sendiri
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi (JIBI/Solopos/Antara/Andika Wahyu)
Harianjogja.com, JAKARTA -- Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi menjelaskan ada fenomena mafia di olahraga Indonesia. Hal ini pula yang menghambat prestasi anak bangsa. Oleh karena itu, Imam mengaku akan berkoordinasi dengan Kapolri Sutarman guna memberantas mafia tersebut.
"Dalam waktu dekat saya akan bertemu Kapolri untuk bicarakan mafia olahraga," tegas Imam di TMP Kalibata, Jakarta, seperti dilansir dari Liputan6.com, Senin (10/11/2014).
Ia menjelaskan masalah di dunia olahraga berasal dari hulu. Imam tak bisa menjanjikan kapan penyelesaian masalah ini."(Ini adalah) Perilaku elite. (Jadi penyelesaian) Harus mulai dari atas. Saya tidak bisa menargetkan, tapi secepatnya," imbuhnya.
Namun, Imam tak mau menjelaskan lebih lanjut soal mafia olahraga. Ia hanya menuturkan banyak indikasi adanya campur tangan mafia."Banyaklah. Indikasi banyak," tandas Imam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
Polda Jateng pastikan kabar viral pocong begal di media sosial hoaks dan imbau warga tidak mudah panik.
New York menunda aturan e-bike karena anggaran molor, memicu debat soal registrasi dan nasib 80 ribu kurir.
Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti tersingkir di babak 16 besar Singapore Open 2026 setelah kalah dari pasangan China.
Mikel Arteta resmi jadi Manager of the Season setelah membawa Arsenal juara Premier League 2025/2026 usai 22 tahun menunggu.
Ferrari Luce sebagai mobil listrik pertama Ferrari memicu penurunan saham dan debat soal arah elektrifikasi supercar.