Bluetooth 7.0 Bawa Kecepatan 7,5 Mbps, Galaxy Buds Menyusul?
Bluetooth 7.0 membawa teknologi HDT dengan kecepatan 7,5 Mbps. Simak peluang hadirnya fitur ini di Galaxy Buds terbaru.
Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Dok)
Harianjogja.com, SIDOARJO -- Pertandingan antara Pusamania Borneo FC melawan PSGC Ciamis pada babak Semifinal Divisi Utama 2014 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Senin (24/11/2014) telah berjalan 18 menit. Skor Sementara untuk kedua kesebelasan 0-0.
Pada awal babak pertama, PSGC langsung tampil menekan. Beberapa kali lini depan tim asal Ciamis tersebut berhasil merepotkan lini belakang Borneo FC.
Pesut Etam-julukan Borneo FC baru bisa lepas dari tekanan PSGC pada menit 10. Beberapa kali lini depan Borneo FC yang dimotori Fernando Soller dan Ari S namun gagal mengubah kedudukan.
Alih-alih terus menyerang, PSGC justru mampu memanfaatkan serangan balik cepat pada menit 12. Tim asal Jawa Barat ini sebenarnya mampu meraih keunggulan terlebih dahulu, pada menit 13 melalui Budiawan. Sayangnya gol tersebut dianulir, karena wasit yang memimpin jalannya laga menganggap posisinya offside.
Peluang kedua tercipta pada menit 18. Sayang tendangan dari kapten PSGC masih jauh mistar gawang Borneo FC.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bluetooth 7.0 membawa teknologi HDT dengan kecepatan 7,5 Mbps. Simak peluang hadirnya fitur ini di Galaxy Buds terbaru.
PMI asal Cililin, Bandung Barat, Sri Nurhaida Pratiwi, ditemukan selamat di UEA. Pemulangan menunggu proses pemeriksaan kepolisian.
Korlantas Polri menegaskan kabar SIM seumur hidup adalah hoaks. Masa berlaku SIM tetap lima tahun sesuai UU Lalu Lintas.
KRL INKA rangkaian kedelapan ditargetkan beroperasi 1 Desember 2026 setelah menjalani pengujian akhir pada 11 November.
BMKG memperingatkan potensi cuaca ekstrem di DIY pada 9-11 November 2026. Hujan sedang dan gelombang laut 2,5 meter perlu diwaspadai.
Hujan deras dan badai di Gaza merendam 70.000 tenda pengungsi Palestina. Ribuan keluarga kehilangan tempat berlindung.