Garuda Vs Oman Malam Ini: Misi Perbaiki Ranking FIFA dan Putus Rekor
Timnas Indonesia menghadapi Oman di SUGBK, Jumat malam. Garuda memburu kemenangan pertama atas Oman sejak 1988 sekaligus tambahan poin ranking FIFA.
Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Dok)
Harianjogja.com, SIDOARJO — Pusamania Borneo FC akhirnya mewujudkan ambisinya untuk menjadi juara Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2014. Skuad Pesut Etam sukses mengalahkan Persiwa Wamena dengan skor 2-1 dalam laga final yang berlangsung di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Kamis (27/11).
Kendati tanpa lima pemain pilarnya yang cedera, Pesut Etam tak berkurang spirit bertandingnya di laga final yang dipimpin oleh wasit Aprisman Aranda tersebut. Sebaliknya, Persiwa Wamena terlihat sedikit di bawah penampilan apiknya ketika mengalahkan Martapura FC di semifinal.
Fandy Ahmad menjawab kepercayaan pelatih Iwan Setiawan sebagai starter dengan mencetak gol pertama bagi Pusamania Borneo FC pada menit ke-13. Mantan pemain Perseba Super ini memanfaatkan assist dari Ragil M Badai.
Pusamania Borneo FC baru mampu menggandakan keunggulan pada menit ke-51, lewat sundulan Fernando Soler, memanfaatkan umpan Ragil. Namun, setelah itu Persiwa malah bangkit, dan mencetak gol untuk memperkecil kedudukan lewat Pieter Rumaropen pada menit ke-54.
Setelah itu, Persiwa lebih menguasai permainan. Namun, dari beberapa upaya yang dilancarkan Badai Pegunungan, tak mampu untuk mencetak gol tambahan. Laga puncak ini pun berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Pusamania Borneo FC.
"Alhamdulillah, kami akhirnya menyempurnakan lolosnya ke ISL dengan gelar juara. Kami kehilangan lima pemain pilar karena cedera, jadi ada beberapa perubahan pemain, seperti memainkan Fandy dan Ragil sejak menit awal. Tapi mereka bisa tampil bagus," kata Iwan Setiawan, pelatih Pusamania Borneo FC, seperti dilansir dari laman LigaIndonesia, Jumat (28/11/2014).
Tampil jauh lebih agresif dibandingkan laga semifinal lalu, Iwan menyebutkan, motivasi anak asuhnya memang berlipat.
"Saya memang minta mereka menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Saya katakana bahwa penampilan di final ini bisa menjadi pertaruhan masa depan mereka, apakah layak tampil di ISL," ujar Iwan.
Sementara pelatih Persiwa, Mahmudiana mengakui keunggulan lawannya. Ia pun memberikan selamat kepada Pusamania Borneo FC.
“Selamat kepada Pusamania Borneo FC dan coach Iwan, khususnya. Kita sebenarnya tampil bagus tadi. Terlihat para pemain sangat enjoy di lapangan, tapi inilah sepakbola, ada yang menang dan kalah. Sisi positifnya, semua berjalan baik, pemain kita menikmati permainan tanpa beban, dan main fair play,” tandas Mahmudiana.
Sebagai juara, Pusamania Borneo FC berhak atas Tropi juara Divisi Utama, medali emas dan hadiah uang Rp500 juta. Sedangkan Persiwa mendapatkan hadiah uang Rp350 juta
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Timnas Indonesia menghadapi Oman di SUGBK, Jumat malam. Garuda memburu kemenangan pertama atas Oman sejak 1988 sekaligus tambahan poin ranking FIFA.
BPS Kota Jogja memantau potensi inflasi Juni 2026 jelang tahun ajaran baru, terutama dari biaya sekolah dan perlengkapan pendidikan.
Psikolog jelaskan sindrom pasca haji yang membuat jamaah merasa rindu dan sulit beradaptasi setelah pulang dari Tanah Suci.
Pemerintah RI memproyeksikan tarif AS ke produk Indonesia bisa mencapai 18% usai investigasi Section 301 Trade Act. Ini penjelasannya.
Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-11 pada 6 Juni 2026, Burz@ Hotel Yogyakarta menyelenggarakan serangkaian kegiatan Corporate Social Responsibility
Cuaca ekstrem di Sumatera Utara merusak 20 rumah di Serdang Bedagai. BPBD mencatat sejumlah wilayah terdampak tanpa korban jiwa.