Pembalap drag bike beradu kecepatan dalam Indonesia Drag Championship 2014, Minggu (14/12) di Wonosari. (JIBI/Harian Jogja/Kusnul Isti
Qomah)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Lantaran tidak ada peserta, tiga kelas balap motor dalam Indonesia Drag Championship di Jalan Mgr Soegijapranata, Wonosari, Minggu (14/12/2014). (Baca Juga : http://www.harianjogja.com/baca/2014/12/13/ratusan-pembalap-siap-beradu-di-drag-championship-559677">Ratusan Pembalap Siap Beradu di Drag Championship).
Pembina Kegiatan Devi Alcitra mengatakan tiga nomor yang dibatalkan yakni kelas bebek empat tak standart 155 cc, FFA 350 cc, serta bebek
dua tak tune up 130 cc. Sehingga, hanya ada 13 kelas yang digelar.
“Memang karena tidak ada peserta jadi terpaksa dibatalkan,” ungkap dia kepada Harianjogja.com ketika ditemui di sela-sela balapan, Minggu
(14/12/2014).
Ia mengatakan, peserta drag bike 276 orang. Jumlah tersebut didominasi pembalap lokal Gunungkidul. Dari total peserta, 150 di antaranya
merupakan pembalap asli Gunungkidul. Sisanya, berasal dari Surabaya, Jawa Timur dan Solo, Jawa Tengah.
Selain balap motor, panitia juga menggelar drag race yang diikuti ratusan pembalap. Drag race digelar Sabtu (13/12/2014). Ada 12 kelas balap yang digelar untuk mobil.
“Target peserta memang 300 orang. Namun, karena musim hujan jadi belum bisa capai target,” ujar dia.
Selain dimeriahkan ratusan pembalap, event tersebut juga disaksisan ratusan penonton. Salah satu panitia penjual tiket Fajar Maharani
mengatakan, untuk drag bike peminatnya lebih tinggi.
“Dari pintu tiket ini saja ada 500-an orang. Kemarin hanya 100 [orang],” ujar dia.
Ia menambahkan, ada lima pintu penjualan tiket. Panitia menjual tiket seharga Rp25.000 untuk reguler dan Rp50.000 untuk paddock.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tags: