Gus Palsu Tipu Warga Boyolali Rp105,3 Juta, Uang Dipakai Judi Online
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
HARIANJOGJA/GIGIH M. HANAFI BOLA ATAS: Pemain depan PSS Sleman, Tri Handoko (dua kanan) berebut bola atas dengan pemain Persiba Bantul, Bruno (dua kiri) pada pertandingan Divisi Utama Liga Ti Phone Indonesia XVI di Stadion Maguhuwoharjo, Sleman, Senin (7/3). Derby antara PSS Sleman dengan Persiba Bantul tersebut berakhir dengan skor 1-1.
Divisi utama 2015, Persiba Bantul ingin duduk satu meja dengan dua tim tetangga.
Harianjogja.com, BANTUL - Manajemen Persiba Bantul berencana mengajak dua tim tetangga, PSIM Jogja dan PSS Sleman untuk duduk satu meja sebelum kompetisi Divisi Utama bergulir. Laskar Sultan Agung, julukan Persiba, menginisiasi mediasi mengingat tiga klub DIY tergabung dalam satu grup kompetisi.
Manajer Persiba Endro Sulastomo menegaskan, bisa menjalin komunikasi tiga klub sebelum bergulirnya kompetisi menjadi hal mutlak yang harus dilakukan. Tujuannya meminimalisasi gesekan antarsuporter dalam setiap pertandingan derby.
"Kami tak bisa menghindari untuk tidak berada dalam satu grup sesama tim DIY. Jadi untuk menjamin situasi tetap kondusif saat derby, tiga tim ini harus saling berkoordinasi," ujar Endro, Minggu (29/3/2015).
Endro memberikan gambaran, adanya gesekan dalam beberapa kali laga ujicoba pramusim yang dijalani tiga tim DIY. Dia khawatir, ketika pertandingan derby bakal terjadi gesekan lebih besar.
Akibatnya, lanjut dia, klub yang paling menderita dari adanya gesekan yang terjadi. Dia mencontohkan akibat keributan antara warga dengan suporter bola beberapa waktu lalu. Imbas dari itu, PSS Sleman kesulitan mendapatkan perizinan menggelar pertandingan dari kepolisian.
"Kalau keadaannya sudah seperti ini lebih baik mencari cara lain agar bisa mendapatkan izin pertandingan," ungkap Endro.
Rencananya dalam waktu dekat ini pihaknya akan mengundang manajemen PSIM dan PSS Sleman.
"Pekan ini kami undang mereka, untuk membahas antisipasi jika tim-tim ini bertemu. Kalau pendapat kami, ketika derby, suporter tim tamu tak perlu datang," tandasnya.
Tujuannya, lanjut Endro, untuk mencegah keributan antarsuporter yang mengakibatkan kerugian untuk klub.
"Yang penting tim bisa gelar pertandingan di kandang sendiri," papar dia.
Sementara Manajer PSIM Agung Damar Kusumandaru menyambut baik pembagian grup itu. Dia memberikan pertimbangan efisiensi pengeluaran klub saat laga tandang. Tiga klub jadi satu grup jelas akan menghemat pengeluaran karena kandang ketiga klub sangat dekat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
Gempa magnitudo 6,2 mengguncang Parigi Moutong. BPBD menyebut belum ada laporan rumah warga rusak, tetapi plafon dan dinding kantor PU terdampak.
Gubernur NTT Melki Laka Lena menetapkan status tanggap darurat gempa selama 14 hari, mulai 15 hingga 28 Agustus 2026.
PLN siagakan 45.000 personel dan cadangan daya 9 GW untuk mengamankan kelistrikan nasional saat HUT ke-81 RI.
Dua desainer kebaya dari DIY lolos tingkat regional Fatmawati Trophy 2026 dan akan bersaing di tingkat nasional di Bali pada Oktober 2026.
Gempa NTT M7,7 membuat lebih dari 5.000 warga mengungsi. Tiga kabupaten menetapkan status tanggap dan siaga darurat.