Harga Oli Pertamina Naik 17 Persen, Ini Penyebabnya
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.
Logo Persiba Bantul (JIBI/Harian Jogja/Dok)
Persiba Bantul penasaran dengan perkembangan PSIM dan PSS Sleman.
Harianjogja.com, BANTUL-Pelatih Persiba Bantul Didik Listiyantara ternyata begitu penasaran dengan perkembangan dua tim tetangga, PSIM dan PSS Sleman yang juga satu grup dengan timnya saat kompetisi Divisi Utama nanti.
Didik berhasrat ingin melihat permainan dua tim tersebut ketika masing-masing melakukan uji coba persiapan terakhir.
Kendati merasa penasaran dengan perkembangan PSS dan PSIM, namun ia tidak berhasrat menjajal kekuatan dua tim itu jelang kompetisi bergulir.
“Kami hanya berhasrat melakukan uji coba persiapan terakhir dengan tim-tim dari Jawa Timur. Sejauh ini Perssu Sumenep yang sudah memastikan diri," ujar Didik kepada wartawan, Jumat (3/4/2015).
Eks pelatih Persis Solo itu pun menjabarkan alasan dia enggan menjajal PSIM dan PSS.
Menurut dia, beruji tanding dengan tim yang masih satu grup sama halnya membuka peta kekuatan sendiri. Padahal tim-tim lain juga sengaja merahasiakan kekuatan inti yang bakal diturunkan saat kompetisi nanti.
Tidak hanya dengan PSS dan PSIM, Didik juga menyatakan keberatan jika lawan uji tanding masih satu tim di grup empat.
"Kami uji coba dengan tim Jawa Timur ini merupakan tim di luar grup kami. Jadi peta kekuatan tetap rahasia," tandasnya.
Rencananya pelatih yang berdomisili di Karanganyar, Jawa Tengah itu bakal datang ke Stadion Maguwoharjo saat PSS bertanding kontra PSIR Rembang, Minggu (5/4/2015) esok.
Selepas itu, dia akan mengintip pertandingan uji coba yang akan dijalani PSIM.
"Kalau untuk pertandingan PSIM, saya belum dapat informasi," lanjut dia.
Lebih lanjut dia merasa belum bisa meraba kekuatan dua tim tetangga itu, termasuk PSS Sleman yang pernah dihadapi Persiba.
Didik yakin kekuatan PSS saat ini sudah jauh berbeda dibandingkan pada saat timnya mampu menahan imbang 1-1 di Maguwoharjo, Februari lalu.
“Saat ini PSS dipegang pelatih kawakan dan punya prestasi bagus. Sementara
PSIM dengan kekuatan pemain mudanya yang kami matang,” tutur dia.
Terpisah, Manajer Bidang Operasional Persiba Bagus Nur Edi Wijaya memastikan Perssu Sumenep bakal menjadi lawan uji tanding pengganti PSGC Ciamis yang membatalkan secara dadakan.
Selain tantangan dari Sumenep, pihaknya juga menerima tawaran dari PS Badung. Namun terkait pelaksanaan, belum diagendakan secara pasti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.
Pemerintah membentuk posko terpadu untuk menangani gempa NTT dan mempercepat pemulihan jalan, jembatan, rumah sakit, listrik, serta internet.
Dua Pos Lantas di Surabaya dilempari bom molotov. Polisi menangkap pelaku dan masih menyelidiki motif serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Harga emas menguat 0,84% sepekan dan diprediksi melanjutkan reli. Emas berpeluang menguji level US$4.503 per troy ounce.
Australia dan Malaysia menyampaikan belasungkawa atas gempa M7,7 di NTT yang berdampak pada ribuan warga dan menewaskan 47 orang.
BPC HIPMI Kota Yogyakarta mempertemukan lebih dari 50 peserta pitching dengan investor melalui Jogja Investment Arena 2026.