PSIM JOGJA : Homebase di Cangkring Bisa Gagal

Kamis, 09 April 2015 15:20 WIB
PSIM JOGJA : Homebase di Cangkring Bisa Gagal

Sugeng membenahi genteng rumah sekaligus tempat usahanya setelah menjadi sasaran amuk sejumlah suporter PSIM yang berkonvoi saat berangkat menuju Magelang di Jl. Magelang km 14, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (13/3/2015). Dalam perjalanan untuk menyaksikan laga persahabatan PSIM Jogja melawan PPSM Magelang itu, sejumlah suporter melakukan pelemparan batu dan merusak rumah spa, bengkel, toko telepon genggam dan rumah warga. Kerusuhan supoter itu terjadi di ruas Jl. Magelang km 13-14, Sleman. (Desi

PSIM Jogja, Panpel juga ketar-ketir, imbas dari tindakan anarkistis itu akan membuat kepolisian enggan menerbitkan izin pertandingan.

Harianjogja.com, JOGJA – Kerusuhan suporter kala PSIM menjamu PSIR Rembang, Selasa (7/4/2015) lalu membuat panitia pelaksana pertandingan waswas.

Panitia Pelaksana khawatir kericuhan itu bakal membuat Pemerintah Kabupaten Kulonprogo menarik komitmen meminjamkan Stadion Cangkring sebagai homebase sementara Laskar Mataram, julukan PSIM. (Baca Juga : http://jogja.solopos.com/baca/2015/04/08/uji-coba-psim-vs-psir-rusuh-lagi-592625">UJI COBA PSIM VS PSIR : Rusuh Lagi…)

Panpel juga ketar-ketir, imbas dari tindakan anarkistis itu akan membuat kepolisian enggan menerbitkan izin pertandingan kala PSIM menggelar laga di Stadion Mandala Krida.

Ketua Panpel PSIM Ipung Purwandani benar-benar merasa resah lantaran sudah berani menjamin pertandingan uji coba itu bakal berjalan kondusif. Jaminan diminta kepolisian lantaran beberapa waktu terakhir pertandingan sepak bola di Jogja tak lepas dari kericuhan.

"Apalagi sebelum pertandingan sudah ada kesepakatan antara suporter yang menjamin pertandingan bakal berjalan lancar. Tapi nyatanya masih saja ricuh. Kalau seperti ini pasti izin pertandingan bakal sudah kami dapat," ujar Ipung kepada wartawan, Rabu (8/4/2015).

Panpel sangat menyayangkan tindakan brutal para suporter.Padahal laga yang dijalani tim kebanggaan mereka hanyalah sebatas uji coba. Ipung menekankan, seharusnya, penonton bisa lebih dewasa menerima kekalahan, karena apapun hasilnya tidak menentukan nasib PSIM.

”Suporter kita belum cukup dewasa untuk menerima hasil pertandingan. Padahal laga lawan PSBK Blitar bisa kondusif. Seharusnya apapun hasilnya, komitmen untuk membuat suasana kondusif harus dijaga,” jelasnya.

Ipung menambahkan Laskar Mataram masih akan melakukan uji tanding dengan PS Badung yang sedang melakukan lawatan ke Jogja. Kekhawatiran Ipung tak hanya sebatas pada persiapan pramusim PSIM saja. Dia takut Pemkab Kulonprogo membatalkan kesepakatan yang sudah diteken terkait penggunaan Stadion Cangkring.

"Adanya kericuhan ini kami khawatirkan mempengaruhi sikap Pemkab Kulonprogo yang sudah memberi izin bagi PSIM untuk ber-homebase di sana. Bisa jadi bupati berpikir ulang untuk menyewakan stadionnya kepada kita,” jelasnya.

Padahal secara susah payah Manajemen PSIM berupaya agar Pemkab Kulonprogo berkenan meminjamkan stadionnya. Hasilnya, dalam sebuah audiensi 28 Maret lalu, Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo pun menyatakan kesediaan wilayahnya jadi kandang sementara PSIM. (Baca Juga :http://jogja.solopos.com/baca/2015/04/08/uji-coba-psim-vs-psir-direktur-teknik-psir-presiden-brajamusti-sesalkan-kerusuhan-592677"> UJI COBA PSIM VS PSIR : Direktur Teknik PSIR & Presiden Brajamusti Sesalkan Kerusuhan).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online