PSIM Jogja : Masih Sulit Cari Lawan Tanding

Jum'at, 17 April 2015 17:20 WIB
PSIM Jogja : Masih Sulit Cari Lawan Tanding

JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Pemain tengah PSIM Yogyakarta Tri Handoko terjungkal saat berebut bola dengan pemain belakang PSBK Blitar Kota, George Dakar Mitchel dalam laga Divisi Utama Liga Indonesia 2014 di Stadion Mandalakrida Yogyakarta, Selasa (22/04/2014). PSIM harus tertunduk dengan satu gol tunggal itu, PSBK unggul dengan skor kemenangan 1-3

PSIM Jogja kesulitan mencari lawan tanding sebelum masuk kompetisi resmi.

Harianjogja.com, JOGJA - Manajemen PSIM menyatakan belum bisa memenuhi keinginan pelatih Seto
Nurdiyantoro untuk mencarikan lawan tanding bagi timnya. Upaya manajemen selama lebih dari sepekan ini untuk mencari lawan tanding tak menuai hasil.

Manajemen tidak menemukan satu pun klub yang berkenan melakukan uji kualitas dengan Topas Pamungkas dkk. Padahal kompetisi tinggal menyisakan waktu kurang dari dua pekan lagi.

Manajer PSIM Agung Damar Kusumandaru mengatakan, sedianya Laskar Mataram harus melakukan sekali uji coba lagi sebelum turun di kompetisi resmi. Apalagi dalam uji coba terakhir, Laskar Mataram menelan kekalahan 2-3 atas PSIR Rembang. Jadi menurut dia, timnya masih butuh uji coba guna
memantapkan permainan tim.

Secara teknis permainan Agung menyebutkan, anak asuh Seto Nurdiyantara sudah sangat siap untuk menghadapi kompetisi. Hanya, agenda uji coba terakhir menjadi sebuah upaya untuk mengevaluasi terakhir sebelu kompetisi bergulir. Termasuk untuk memantapkan koordinasi antarpemain di tengah
lapangan.

"Tetap harus butuh sekali uji coba lagi. Apalagi rentang jeda dengan uji coba terakhir kan cukup lama," papar Agung kepada wartawan, Kamis (16/4/2015).

Pelatih PSIM Seto Nurdiyantoro juga mengakui timnya tetap butuh minimal sekali uji coba lagi guna meningkatkan performa pemain.

"Kalau ideal ya sekali lagi. Mau di kandang atau di luar kita tidak masalah, kami tinggal menunggu dari manajemen," tandas Seto.

Sesuai komitmen sejak awal membentuk tim, pemegang lisensi B AFC tersebut menegaskan, di timnya tak ada pemain inti dan pelapis. Dia menjelaskan, semua pemain punya hak sama untuk bisa mendapatkan peluang tampil di pertandingan resmi.

Dari situlah Seto merasa masih ingin memberikan jam terbang terutama bagi pemain yang selama ini masih kurang mendapat porsi tampil di pertandingan uji coba.

"Semua lini semua pemain memiliki kesempatan yang sama. Kami akan terus pantau kondisi pemain, siapa yang siap dia yang akan bermain," tandas Seto.

Dengan cara itu, pelatih yang baru saja genap berusia 41 tahun itu yakin keharmonisan antarpemain bisa terbangun sehingga berdampak positif bagi tim. Persaingan yang dia inginkan pada setiap pemainnya adalah kompetisi sehat berdasarkan kemampuan masing-masing pemain. Bukan persaingan yang akhirnya membuat tiap-tiap pemain punya niat saling menjatuhkan demi ambisi masuk starting line up.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online