Mantan Kades Diusulkan Jadi Pj Kepala Desa, Ini Alasannya
Kepala Desa Kasegeran Saifuddin mengusulkan mantan kades menjadi Pj. kepala desa saat audiensi dengan pimpinan DPR RI.
Jogja Nite Run akan digelar untuk pertama kalinya, sebagai olahraga yang bernuansa wisata heritage
Harianjogja.com, JOGJA - Kabar gembira bagi pecinta olahraga lari di Jogja. Kegiatan lari menyusuri tengah kota bertajuk Jogja Nite Run bakal berlangsung 23 Mei nanti.
Sensasi olahraga bernuansa wisata heritage menjadi tema yang digagas dalam kegiatan yang baru pertama kali di Kota Pelajar ini.
Panitia Jogja Nite Run Haryanto mengungkapkan, jarak yang akan ditempuh peserta dalam kegiatan itu sekitar lima kilometer.
Mengambil start dan finish di taman parkir Senopati, titik nol kilometer peserta akan melalui rute yang memiliki pesona bangunan heritage di Jogja.
"Harapan kami peserta dapat menikmati khazanah wisata sejarah yang ada di Jogja. Banyak bangunan di rute yang kami ambil seperti Tugu, Kotabaru, Malioboro dan sebagainya," ujar dia saat sesi jumpa pers, Minggu (26/4/2015).
Selain olahraga dan wisata malam, panitia juga memadukan dengan konsep corporate social responbility (CSR).
Kegiatan bersama Pemkot Jogja ini diharapkan bisa menjadi salah satu trigger untuk masyarakat melakukan olahraga sekaligus dapat membantu lingkungan sekitarnya.
"Saat lari peserta juga kami harapkan ikut mengkampanyekan kelestarian lingkungan sehingga memiliki kepedulian terhadap lingkungannya," tandas Haryanto.
Peserta juga tidak perlu merogoh kocek banyak untuk bisa mengikuti kegiatan ini. Panitia mematok tiket seharga Rp200.000, namun banyak fasilitas yang akan peserta dapatkan.
"Peserta akan mendapatkan running pack yang berisi sepasang sepatu lari merek Desle, kacamata pelindung, glow stik, kaos dan asuransi," jelasnya.
Selain itu beragam doorprize menggiurkan disediakan panitia, antara lain mobil, motor, dan sejumlah perabot elektronik.
Panitia juga hanya mematok target 6000 peserta. Sejauh ini sudah ada 3000 peserta yang mendaftarkan diri.
"Kebanyakan pendaftar dari luar daerah seperti Bandung dan Jakarta," jelas Haryanto.
Sementara Lanang Akbar, pihak EO Jogja Nite Run menambahkan, panitia membuka 12 tiket box di wilayah Jogja. Peserta juga dapat mendaftarkan diri via online melalui website www.indoniterun.com.
Pihaknya sengaja menempuh jarak pendek meski melibatkan ribuan peserta.
"Jogja Nite Run baru pertama kali di sini. Jadi kami baru menyasar segmen pemula sehingga konsep olahraga, promosi, CSR dan wisata heritage dapat tercapai," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kepala Desa Kasegeran Saifuddin mengusulkan mantan kades menjadi Pj. kepala desa saat audiensi dengan pimpinan DPR RI.
Empat wisatawan terseret ombak Pantai Jungwok Gunungkidul saat hendak berfoto. Seorang wisatawan asal Solo meninggal dunia.
Kemenhub mendirikan posko darurat di Pelabuhan Trisakti untuk menangani insiden Kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak di Masalembo.
DPRD DIY mendorong penanganan kekeringan melibatkan seluruh OPD, tidak hanya BPBD, dengan dukungan koordinasi dan anggaran memadai.
Debit Sungai Tinalah Kulonprogo surut saat kemarau. Kondisi ini membuat wisata keceh diminati, tetapi wisatawan diminta tetap waspada.
Kejagung mengungkap Ferry Boboho mengembalikan Rp5 miliar pada Agustus 2026. Uang itu bagian dari Rp40 miliar Tan Kian.