Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Karate DIY, terutama Forki Bantul memiliki formasi baru.
Harianjogja.com, BANTUL - Musyawarah Kabupaten Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Bantul menetapkan Irwansyah Ginting periode 2015-2019.
Ginting terpilih secara aklamasi dalam Muskab di Rumah Makan Lesehan Mantup, Minggu (3/5/2015) lalu. Ginting juga ditunjuk menjadi ketua tim formatur bersama Fidelis dan Sumaryanto.
Dalam keterangan pers, Ginting menyatakan, tim formatur struktur pengurus periode 2015-2019 tetap ramping. Kendati ramping, dia menjanjikan tim bisa bekerja secara maksimal.
"Untuk kelancaran organisasi maka team formatur sepakat Senin [4/5/2015] pagi pengurus sudah terbentuk dan segera menyampaikan hasilnya ke Ketua Umum KONI Bantul," papar Ginting, Selasa (5/5/2015).
Hasil yang disampaikan itu sekaligus menjadi permohonan rekomendasi ke Pengprov Forki DIY untuk pembuatan surat keputusan. Lebih lanjut Ginting menyampaikan, pengurus lama yang masih eksis akan tetap dipertahankan dan dikombinasikan dengan personil baru.
"Pengurus ini tentu akan melanjutkan program pengurus lama," jelasnya.
Adapun program yang sudah ada di depan mata yakni O2SN tingkat nasional, Popnas, Porda, Pra PON, dan Kejurnas Mendikbud.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 22 Mei 2026. Berangkat hampir tiap jam dengan tarif Rp8.000, praktis dan hemat.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.