Gus Palsu Tipu Warga Boyolali Rp105,3 Juta, Uang Dipakai Judi Online
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
JIBI/Solopos/Burhan Aris Nugraha Sekitar 150 atlit penyandang disabilitas mengikuti upacara Pengukuhan dan Pelepasan Kontingen The 7th Asean Para Games, Myanmar 2014 di Gedung PPRGM, Colomadu, Karanganyar, yang dihadiri Menpora Roy Suryo, Jumat (10/1).
Peparpenas 2015 untuk DIY diwakili 26 atlet.
Harianjogja.com, JOGJA - Sebanyak 26 atlet pelajar penyandang disabilitas akan mewakili DIY dalam ajang Pekan Paralympic Pelajar Nasional (Peparpenas) di Bandung, 9-15 Juni mendatang.
Dalam ajang itu, DIY hanya berpartisipasi di empat cabang olahraga saja. Empat cabor yang akan diikuti adalah atletik, bulutangkis, catur dan tenis meja.
“Kami berharap, atlet-atlet yang kami seleksi dari ajang Pekan Paralympic Pelajar Daerah (Peparpeda) kemarin ini bisa berpreetasi di level nasional,” ujar Kepala Seksi Olahraga Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) Disdikpora DIY Eka Heru Prasetya kepada wartawan, Minggu (31/5/2015).
Lebih lanjut Eka menegaskan, dari keseluruhan atlet, cabor tenis meja dan bulu tangkis merupakan penyumbang atlet terbanyak. Ada 10 atlet untuk cabor itu, sementara cabor atletik dan catur masing-masing hanya mengirim tiga atletnya untuk berupaya merebut medali di kejuaraan nasional ini.
Lebih lanjut Eka menjelaskan, jika didasarkan pada jenis keterbatasan fisik, maka atlet tuna rungu menjadi pengirim atlet terbanyak, yakni delapan orang. Sementara untuk lainnya, yakni tuna netra, tuna grahita dan tuna daksa masing-masing mewakilkan enam atlet.
Dengan mengirimkan atlet yang lebih banyak dari penyelenggaraan Peparpenas dua tahun silam di Jakarta yang hanya memberangkatkan 22 atlet untuk tiga cabang olahraga, maka tahun ini BPO DIY berharap terjadi peningkatan prestasi dari atlet-atlet yang diberangkatkan. Jika tahun lalu DIY mampu menempati peringkat enam besar dengan raihan lima medali emas, tiga perak dan empat perunggu.
“Kami berharap, seluruh atlet penyandang disabilitas DIY dapat memberikan penampilan terbaiknya di ajang ini. Kami optimis mereka bisa meraihnya karena mereka adalah atlet terbaik hasil dari seleksi Peparpeda beberapa waktu silam," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
KPK mengungkap dugaan suap ratusan juta rupiah untuk masuk Fakultas Kedokteran Unsoed. KPK juga mendalami dugaan praktik di fakultas lain.
Jalan Plono-Nglinggo Kulonprogo rusak parah dan jadi akses wisata. Pemkab mengajukan anggaran Inpres 2026 sebesar Rp54,95 miliar.
Anggaran dropping air BPBD Gunungkidul diprediksi habis September. Pemkab menyiapkan opsi tambahan melalui anggaran BTT.
Kualitas udara Pontianak mencapai AQI 328 dan masuk kategori Berbahaya akibat karhutla. Palangkaraya juga masuk kategori Tidak Sehat.
ATR/BPN telah memverifikasi usulan LP2B pada LBS untuk proyek kereta gantung Prambanan. Masih ada tahapan lahan, lingkungan, dan PBG.