Bekas TPA Jatibarang Semarang Terbakar, Penyebab Belum Pasti
Bekas TPA Jatibarang Semarang terbakar seluas 3 hektare. Damkar menyebut sampah masih dibuang dan penyebab kebakaran belum dipastikan.
PSS Sleman yang terkena kasus sepakbola gajah menyebabkan para pemainnya terkena sanksi
Harianjogja.com, SLEMAN - Eks manajer PSS Sleman Supardjiono mengimbau agar mantan pemainnya yang terkena sanksi akibat skandal sepakbola gajah untuk menekuni dunia wiraswasta.
Pardji, sapaan akrabnya, mengungkapkan, satu-satunya peluang yang bisa dimaksimalkan oleh para pemain saat ini hanyalah dari wirausaha mandiri.
"Saya kira wiraswasta itu yang paling bagus bagi mereka [pemain]. Secara usia mereka juga sudah tidak muda lagi, ketika sanksi mereka berakhir apalagi. Jadi lebih baik segera fokus cari pekerjaan di luar sepakbola demi kebutuhan hidup," ujarnya kepada wartawan, Rabu (21/10/2015).
Lebih lanjut Pardji juga menyatakan, sejauh ini hubungannya dengan para pemain masih cukup bagus. Jalinan komunikasi pun juga masih berjalan dengan baik.
"Misalnya dengan Saktiawan Sinaga, dia dan saya komunikasinya cukup bagus," tandasnya.
Menurut Pardji Saktiawan merupakan figur yang bisa menjadi motivasi bagi pemain lainnya. Eks pemain PSMS Medan yang bergabung dengan PSS saat terjadi sepakbola gajah itu kini sukses berwiraswasta.
Pardji menjelaskan, saat ini Saktiawan sedang sibuk dengan usaha ternak sapi. Jadi di saat terjadi vakum kompetisi atau pun kena larangan bermain sepakbola, seorang pemain tak dibuat panik.
"Ternak sapinya cukup banyak, ada 200 ekor. Seharusnya seorang pemain punya visi seperti itu juga. Jangan mengandalkan penghasilan dari sepakbola saja di saat seperti ini," ungkap dia.
Sosok yang juga berprofesi sebagai pengusaha itu pun kembali santai menyikapi hukuman dari Komdis PSSI. Pardji tak ingin memikirkan lebih jauh vonis tersebut.
“Enggak mau mikir, ada sanksi yo luweh. Tapi yang saya tegaskan di sini bahwa saya tetap cinta sepak bola terutama PSS,” tegas dia.
Pardji punya alasan spesifik, mengurus sepak bola tidak harus menjadi pengurus atau jajaran manajemen. Bahkan karena didasari dengan kesenangan amat sangat terhadap sepak bola, Supardjiono juga mengaku tidak akan betul-betul meninggalkan olahraga paling populer sejagat ini.
“Saya masih bisa nonton kok kalau ada pertandingan sepak bola, jadi suporter. Apalagi rumah juga tidak jauh dari stadion. Apakah seperti ini juga dilarang,” tuturnya.
Selanjutnya selepas sanksi ini, dia hanya akan fokus untuk kembali ke pekerjaannya sebagai pengusaha.
Sementara itu Wakil Ketua Penasehat Pra Pengadilan Pusat Aciel Suyanto menganggap, keputusan Komdis terhadap Supardjiono sangat aneh.
Aciel memberikan pandangan, oleh Komdis Pardji sudah dibebaskan dari sanksi, namun di kemudian hari datang lagi sanksi lebih berat. Padahal Komdis sudah ketuk palu atas keputusan terdahulu.
"Sanksi ini prosedurnya enggak jelas. Tidak ada peninjauan kembali (PK) tapi tiba-tiba muncul sanksi baru. Sanksi baru ini dasarnya apa, apakah hukum acara baru atau PK. Tapi sejauh ini tidak pernah ada PK," jelas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bekas TPA Jatibarang Semarang terbakar seluas 3 hektare. Damkar menyebut sampah masih dibuang dan penyebab kebakaran belum dipastikan.
Aktivasi IKD Kulonprogo baru 7,98 persen. Blank spot, spesifikasi HP, dan rendahnya kehadiran warga menjadi kendala.
Sebanyak 345 perenang usia 6-11 tahun mengikuti Bapas 69 Cup di Magelang. FAI menilai ajang ini penting untuk pembibitan atlet sejak dini.
Danantara dinilai bisa menjadi alternatif pembiayaan LRT Jakarta sekaligus membantu menjaga ruang fiskal DKI Jakarta.
Anggaran MBG terserap Rp139,77 triliun hingga 16 September 2026. BGN masih memiliki sekitar Rp79 triliun untuk penyaluran hingga akhir tahun.
Veda Ega Pratama melesat dari P19 ke P4 di Moto3 Austria 2026 sebelum terkena double Long Lap Penalty dan finis P13.