73 Kuota Jalur Mandiri Unsoed Disetting, Calon Maba Dimintai Uang
KPK menemukan dugaan pengaturan 73 dari 245 kuota PMB jalur mandiri Unsoed. Penyidik juga mengungkap tiga klaster perkara
ilustrasi sepak bola. (JIBI/Harian Jogja/Dok.)
Porda DIY 2015 untuk sepak bola menuai kritik tajam.
Harianjogja.com, KULONPROGO -- Kegagalan tim sepak bola Kota Jogja melaju ke babak grand final pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII DIY 2015 menuai kritik tajam dari pengurus KONI Kota.
Wakil Ketua II KONI Kota, Y Junaedi mengatakan prestasi yang dihasilkan oleh tim sepak bola Kota adalah sangat buruk. Bahkan, dia menyatakan bahwa dengan hasil klasemen akhir di babak penyisihan yang menempatkan Kota Jogja sebagai juru kunci telah mencoreng sejarah sepak bola di Kota.
"Ini prestasi paling buruk dalam sejarah pelaksanaan Porda DIY," ujar Junaedi seusai menyaksikan pertandingan sepak bola antara Kota Jogja melawan Gunungkidul yang berakhir 2-3 untuk keunggulan tim Handayani, Jumat (23/10/2015).
Gol Gunungkidul dicetak oleh Bagus Tri Armojo di menit ke-56, 60, dan gol ketiga dicetak melalui kaki Joko Permadi di menit ke-67. Sedangkan gol Kota dicetak pada menit ke-23 melalui Sangsang Andrias dan Febriansyah Tri di menit ke-50.
Sepanjang babak penyisihan, Kota hanya mampu meraih nilai satu dari empat kal bertanding. hasil imbang tersebut diraih saat melawan Bantul tanpa gol. Sementara saat melawan Sleman, Kota Jogja kalah 1-0 dan kembali menelan kekalahan 1-0 dari tuan rumah Kulonprogo.
Dalam ajang Porda di Kulonprogo, Sleman akhirnya mendampingi Bantul pada laga grand final, di Stadion Cangkring, Wates, Senin (26/10/2015) mendatang.
Kepastian tim Sleman lolos ke grand final diraih setelah mengalahkan Kulonprogo 1-0 di laga terakhir babak penyisihan di tempat yang sama, Jumat (23/10/2015) sore. Gol semata wayang Sleman dicetak Syaiful Aris di menit ke-44.
Pelatih Sleman M Eksan mengaku bersyukur atas hasil yang didapatkan. Semua perintah yang diinstruksikan mampu diterjemahkan dengan baik oleh anak asuhnya saat melawan Kulonprogo.
"Atas hasil ini saya puas. Kami sudah tahu kekuatan dari Bantul, kemarin sempat bertemu dengan skor 0-0," ucap Eksan kepada Harianjogja.com usai laga.
Menurut eks pemain PSIM dan PSS ini, dirinya telah menyiapkan strategi khusus melawan Bantul. Dirinya berharap raihan tiga poin di laga terakhir pada babak penyisihan mampu menambah motivasi para pemain jelang final.
"Tren mental anak-anak membaik. Semoga ini mampu terjaga sampai final nanti," ujar Eksan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menemukan dugaan pengaturan 73 dari 245 kuota PMB jalur mandiri Unsoed. Penyidik juga mengungkap tiga klaster perkara
Cara menyembunyikan isi pesan WhatsApp di notifikasi HP iPhone dan Android. Agar privasi tetap aman dan pesan pribadi tak terbaca orang lain. Simak langkah-lang
KPK menyita uang lebih dari Rp6 miliar seusai memeriksa tiga pejabat imigrasi dalam kasus dugaan pemerasan izin tinggal WNA.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menekankan agar para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dilantik menjalankan amanah yang sudah diberikan. Pejabat yang dilanti
Honda membuka peluang mempertimbangkan kembali Fit di AS. Simak kabar terbaru soal Honda Jazz dan peluang hatchback legendaris itu kembali ke Indonesia.
DPRD Gunungkidul menargetkan Raperda RTRW 2026-2046 disahkan Senin (31/8/2026) setelah persetujuan substansi pemerintah pusat terbit.