KARIER PEMAIN : Ini Alasan Pemain Indonesia Memilih Merumput di Liga Malaysia

Redaksi Solopos
Redaksi Solopos Sabtu, 19 Desember 2015 07:25 WIB
KARIER PEMAIN : Ini Alasan Pemain Indonesia Memilih Merumput di Liga Malaysia

Liga Malaysia menjadi pilihan utama bagi para pemain Indonesia di tengah ketidak jelasan kompetisi di dalam negeri.

 
Harianjogja.com, JAKARTA -- Liga Malaysia menjadi mayoritas pilihan utama sejumlah pemain Indonesia yang ingin merasakan merumput di luar negeri. Ada beberapa faktor yang disebut-disebut menjadi alasan kenapa Liga Malaysia lebih menarik. Apa saja?

Kompetisi Adem Ayem

Liga Malaysia terdiri dari dua kasta, yaitu Malaysia Super League (MLS) dan Malaysia Premier League (MPL) yang terdiri dari masing-masing 12 klub. Hal tersebut membuat pemain atau pun pelatih Indonesia mempunyai banyak pilihan —ditambah kondisi kompetisi di sana jarang mengalami masalah.

Slot Pemain Asing Lebih Banyak

Dibandingkan negara-negara di Asia Tenggara slot pemain asing Liga Malaysia lebih banyak yaitu empat. Berbeda sedikit dengan Liga Thailand yang menggunakan lima pemain asing. Sedangkan di Vietnam, misalnya, setiap klub hanya diperbolehkan memakai tiga pemain asing untuk kasta tertingginya.

Gaji Lebih Tinggi dan Lancar

Untuk gaji pemain asing, di Malaysia bisa dibilang lebih tinggi. Makan Konate disebut-sebut mendapatkan gaji Rp 2,7 miliar bersama T-Team, sekitar dua kali lipat dari gaji terakhirnya di Persib Bandung. Tapi bagi gelandang Andik Vermansah, besar rendahnya gaji di Malaysia bukan tujuan utama, yang terpenting gaji di sana setiap bulannya lancar.

Bahasa Lebih Mudah

Kendala bahasa acapkali menjadi masalah bagi pesepakbola tanah air yang ingin berkarier ke luar negeri. Dengan menggunakan bahasa melayu yang hampir sama dengan bahasa Indonesia, pemain lebih mudah berkomunikasi dengan pelatih atau sesama pemain lainnya.

Fasilitas yang Didapat Pemain Lebih Baik

Mendapatkan apartemen dan mobil merupakan fasilitas standar yang diberikan klub kepada pemain. Tapi fasilitas di Malaysia dinilai jauh lebih nyaman. Selain itu, jarak antara Indonesia dan Malaysia yang tidak terlalu jauh, sehingga pemain lebih mudah pulang pergi ke tanah air apabila kompetisi sedang diliburkan atau ada keperluan mendesak lain.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis